Skripsi, Tesis, dan Disertasi sering kali dianggap sebagai hal yang menantang sekaligus menakutkan bagi mahasiswa tingkat akhir. Padahal, ketiga karya ilmiah ini memiliki tujuan dan ekspektasi yang jauh berbeda sesuai dengan jenjang pendidikannya.
Selain ketiga tugas akhir tersebut, kamu juga pasti sering mendengar istilah jurnal ilmiah dalam proses riset. Jika kamu berencana menyelesaikan studi dengan lancar atau ingin berkarier di bidang riset dan akademik, mengetahui beda jurnal, skripsi, tesis, serta disertasi adalah hal yang wajib untuk kamu. Simak perbedaannya di bawah ini!
Pahami Tingkatan Tugas Akhir Akademik
Setiap jenjang pendidikan tinggi memiliki standar capaian pembelajaran yang berbeda. Hal ini secara langsung mempengaruhi struktur penelitian dan tingkat kesulitan dari karya yang dihasilkan. Untuk tahu lengkapnya bisa dilihat sebagai berikut:
1. Skripsi (S1), Fokus pada Penerapan Teori
Struktur penulisan skripsi berfokus pada kemampuan mahasiswa sarjana dalam mengaplikasikan teori yang telah ada dan dipelajari ke dalam sebuah masalah nyata di lapangan. Di tahap ini kamu tidak dituntut untuk menemukan teori baru.
Pada skripsi kamu hanya bertugas untuk buktikan bahwa kamu bisa menggunakan metodologi penelitian yang tepat dan kaidah keilmuan yang relevan untuk menjawab rumusan masalah.
2. Tesis (S2), Pengembangan dan Sintesis Teori
Pada jenjang magister, tesis menuntut kemampuan analisis yang lebih mendalam dibandingkan skripsi. Di sini kamu tidak hanya menguji sebuah teori, tetapi juga mengembangkannya. Struktur penelitian tesis membutuhkan landasan teori yang lebih kompleks, argumentasi yang kuat, dan kemampuan sintesis dari berbagai literatur terdahulu.
3. Disertasi (S3), Menemukan Kebaruan (Novelty)
Tahap akhir karya ilmiah sebagai tugas akhir tertinggi dibandingkan dengan skripsi dan tesis adalah disertasi. Disertasi mewajibkan calon doktor untuk menemukan novelty atau kebaruan. Kebaruan ini bisa berupa teori, model, kerangka kerja, atau konsep baru yang berkontribusi secara signifikan dan orisinal terhadap literatur ilmu pengetahuan secara global.
Baca juga: Cara Lolos Turnitin AI dengan Humanisasi Teks AI untuk Tesis dan Disertasi
Perbedaan antara Jurnal Ilmiah dan Laporan Tugas Akhir Akademik
Banyak orang yang masih bingung membedakan antara publikasi jurnal dan laporan penelitian skripsi, tesis, atau disertasi. Dari kedua tipe penelitian tersebut memiliki fungsi dan audiens yang sangat berbeda. Perbedaannya bisa kamu lihat sebagai berikut:
1. Artikel Jurnal Ilmiah
Jurnal adalah media publikasi yang berisi kumpulan artikel ilmiah dari para peneliti. Artikel jurnal beberapa merupakan ringkasan padat dari hasil skripsi, tesis, disertasi, atau riset independen.
Strukturnya pada artikel jurnal sangat ringkas sekitar 10-20 halaman. Berbeda dengan karya tugas akhir, artikel jurnal menggunakan format IMRaD (Introduction, Method, Results, And Discussion). Tujuannya adalah menyebarkan temuan penelitian secara cepat kepada komunitas akademik tanpa bertele-tele pada penjelasan yang sangat dasar.
2. Laporan Tugas Akhir (Skripsi, Tesis, dan Disertasi)
Berbeda dengan jurnal, laporan tugas akhir ditulis secara terperinci dan bisa mencapai ratusan halaman. Strukturnya dipecah menjadi bab per bab. Struktur itu terdiri dari latar belakang, tinjauan pustaka yang merinci semua variabel, hingga lampiran data mentah serta kuesioner yang tidak akan ditemukan di dalam sebuah jurnal.
Baca juga: Tips dan Cara Mengubah Laporan Hasil Penelitian Menjadi Buku
Perbandingan Detail Struktur Penulisan Karya Ilmiah
Meski sekilas terlihat mirip dengan format standar Bab 1 hingga Bab 5, letak perbedaan struktur penulisan karya ilmiah ini ada pada tuntutan kedalaman pada masing-masing bab:
1. Bab Pendahuluan (Latar Belakang)
Pada skripsi, dengan adanya fenomena masalah di lapangan sudah cukup menjadi justifikasi penelitian. Tetapi pada tesis dan disertasi, kamu wajib memetakan research gap (kesenjangan penelitian) yang solid dari puluhan literatur terdahulu sebagai alasan mengapa risetmu penting dilakukan.
2. Bab Tinjauan Pustaka
Skripsi umumnya merangkum teori dari buku teks. Tesis membandingkan berbagai teori dari jurnal. Sementara disertasi menuntut kamu mengkritisi teori-teori tersebut untuk menemukan celah kebaruan.
3. Bab Metodologi
Disertasi sering kali menuntut mixed-methods atau pendekatan metodologi tingkat lanjut. Sementara di skripsi umumnya menggunakan pendekatan kuantitatif atau kualitatif dasar yang sudah baku. Perbedaan ini sangat cukup membedakan antara skripsi dengan karya ilmiah tingkat lanjut.
Baca juga: Perbedaan Struktur Artikel Ilmiah dan Ilmiah Populer
Kunci Sukses Menulis Sesuai Jenjang
Agar tidak overkill atau justru kurang mendalam, pastikan kamu selalu merujuk pada pedoman penulisan karya ilmiah sesuai ketentuan di masing-masing kampus. Gunakan literatur seperti jurnal internasional bereputasi jika kamu menyusun tesis dan disertasi. Pahami porsi beban kerja kamu dan jangan membebani skripsi dengan ambisi setingkat disertasi, dan sebaliknya, jangan menurunkan standar tesis menjadi sekadar replikasi dari skripsi.
Bagi kamu yang ingin memperdalam terkait karya tulis ilmiah, kamu bisa bergabung ke Bootcamp Sprint Tesis dan Disertasi, Percepat Riset Hingga Siap Sidang dengan Optimasi AI oleh Ebizmark. Kamu juga bisa asistensi penelitian kamu ke MyData, agar penelitian artikel jurnal, skripsi, tesis, dan disertasi bisa selesai lebih cepat!
Ayo daftar programnya dan asistensi sekarang, sebelum penawaran spesialnya kamu lewati!
