Apa Itu Design Based Research (DBR)? Pengertian, Contoh, dan Cara Menggunakannya

Ilustrasi Poster Artikel Design-Based Research

Jika kamu sedang mencari metode penelitian yang bisa menjembatani antara teori dan praktik, Design Based Research (DBR) bisa menjadi jawabannya. Metode ini tidak hanya menguji teori yang sudah ada, tetapi menuntut kamu untuk menghasilkan sebuah produk, sistem, atau intervensi nyata yang langsung bisa dimanfaatkan oleh target audiens. Lalu, sebenarnya apa itu metode penelitian Design Based Research, dan bagaimana cara yang tepat untuk mengaplikasikannya dalam penelitianmu? Yuk, kita bedah selengkapnya di artikel ini!

 

Read More

Baca juga: Langkah Pengerjaan Seminar Proposal Skripsi yang Auto Dosen ACC

 

Pengertian Design Based Research

Design based research adalah sebuah pendekatan penelitian yang menggabungkan proses perancangan produk dengan pengujian teori di dalam lingkungan atau konteks dunia nyata. Mengutip dari berbagai literatur metodologi riset, DBR bertujuan untuk memecahkan masalah praktis yang kompleks melalui kolaborasi erat antara peneliti dan praktisi di lapangan.

Berbeda dengan metode eksperimen murni yang sering dilakukan di dalam laboratorium atau kondisi yang dikontrol ketat, DBR justru dilakukan langsung di lapangan secara natural. Artinya, kamu akan merancang sebuah solusi yang bisa berupa modul pembelajaran, aplikasi teknologi, atau model pelatihan baru. Kemudian solusi itu kamu uji, lalu memperbaikinya, dan melihat langsung bagaimana solusi tersebut bekerja dalam ekosistem aslinya.

 

Karakteristik dan Keunggulan Metode Design Based Research

Metode penelitian ini memiliki beberapa karakteristik unik yang membuatnya sangat relevan, terutama di bidang pendidikan, teknologi pembelajaran, dan pengembangan SDM. Berikut alasannya: 

  • Berpusat pada masalah praktis secara nyata.
  • Siklus berulang dari perancangan, uji coba, evaluasi, dan revisi hingga menemukan solusi yang tepat.
  • Menghasilkan dua output sekaligus (menambah literatur ilmiah dan sebuah produk siap pakai).

 

Contoh Penerapan Design Based Research

Supaya metode ini mudah dipahami oleh kamu, ini adalah contoh sederhananya di lapangan. Misalkan kamu menemukan masalah bahwa ibu-ibu pelaku UMKM merasa kesulitan menggunakan aplikasi keuangan modern karena tampilan dan penggunaannya yang terlalu rumit dan menyita waktu penjualan.

Dari sanalah kamu akan membuat rancangan solusi berupa desain untuk membuat pencatatan kas digital yang berbasis WhatsApp chatbot, karena WhatsApp adalah aplikasi yang paling sering digunakan oleh ibu-ibu pelaku UMKM jika dibandingkan dengan aplikasi media sosial lainnya.  Sehingga mereka akan dengan mudah mengetik nominal pemasukan seperti mengirim pesan sehari-hari.

Di sini kamu akan menguji apakah model yang kamu rancang sudah sesuai dan menyelesaikan masalah mereka. Jika masih terdapat kendala pada model yang kamu buat, kamu dapat memperbaikinya hingga efektif untuk digunakan.

 

Cara Menggunakan Design Based Research dalam Penelitian

Jika kamu ingin menggunakan metode ini untuk penelitianmu, kamu bisa melihat tahapan design based research di bawah ini:

1. Analisis Masalah dan Eksplorasi

Awali dengan mengidentifikasi masalah nyata di lapangan. Lakukan tinjauan pustaka secara mendalam dan berdiskusilah dengan praktisi atau pengguna untuk menemukan akar permasalahannya. Hal ini tak cukup jika hanya berdasarkan literatur saja. Karena pada dasarnya produk akan dipakai yang terdampak dari permasalahan tersebut, sehingga menganalisis masalah langsung dari sumber permasalahannya dapat membantu kamu untuk lanjut ke tahap perancangan desain.

2. Perancangan Desain sebagai Solusi

Buat draf awal atau prototipe dari produk atau intervensi yang kamu yakini bisa menjadi solusi atas masalah yang sudah dianalisis tadi. Susun juga instrumen penelitian untuk mengukurnya. Pastikan desain yang kamu rancang benar-benar akan menjadi solusi.

3. Siklus Pengujian dan Perbaikan 

Terapkan prototipe solusi tersebut di lapangan. Kumpulkan data yang bisa didapat melalui observasi, wawancara, atau angket untuk melihat letak kekurangannya. Setelah itu, lakukan revisi pada produk tersebut dan ujikan kembali. Siklus ini biasanya dilakukan 2 hingga 3 kali (atau micro-cycles). 

4. Refleksi dan Penyusunan Prinsip Desain

Di tahap akhir, tarik kesimpulan dari seluruh proses pengujian dan perbaikan yang sudah dilalui. Hasilkan prinsip-prinsip desain (teori) baru yang nantinya bisa menjadi acuan atau pedoman bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan solusi serupa di masa depan. 

 


Itulah pengertian, karakteristik, contoh, hingga penerapan metode penelitian design based research yang bisa kamu terapkan dalam penelitian kamu.

 

Butuh bimbingan karena merasa belum paham terhadap penelitian yang akan kamu lakukan? Kamu bisa melakukan bimbingan dengan MyData yang akan bimbing kamu sampai bisa bersama ahlinya.

 

Ayo konsultasi sekarang supaya penelitianmu cepat terlaksana!

Related posts