Metodologi dan Metode Penelitian: Jangan Sampai Tertukar

Metodologi dan Metode Penelitian

Sudah bukan rahasia lagi, salah satu kebingungan paling umum yang dialami mahasiswa saat menyusun proposal atau skripsi adalah membedakan metodologi dan metode penelitian. Padahal, dua istilah ini hampir selalu muncul dalam satu bab yang sama dan menjadi fondasi penting dalam sebuah karya ilmiah. Sayangnya, karena terdengar mirip dan sering digunakan bersamaan, banyak mahasiswa akhirnya menganggap keduanya sama.

Faktanya, tidak sedikit dosen pembimbing yang menemukan bagian “metodologi penelitian” justru berisi daftar teknik pengumpulan data, atau sebaliknya, bagian “metode” malah dipenuhi penjelasan teoritis yang terlalu abstrak. Kesalahan ini terlihat sepele, tetapi bisa memengaruhi penilaian kualitas skripsi secara keseluruhan. Oleh karena itu, memahami perbedaan metodologi dan metode penelitian bukan hanya soal istilah, melainkan soal cara berpikir ilmiah.

Read More

Pengertian metodologi penelitian

Metodologi penelitian adalah kerangka berpikir ilmiah yang menjadi dasar pelaksanaan penelitian. Metodologi menjelaskan pendekatan, paradigma, atau sudut pandang yang digunakan peneliti dalam memahami suatu fenomena atau masalah penelitian.

Dalam metodologi, peneliti menjawab pertanyaan mendasar seperti mengapa penelitian ini dilakukan dengan pendekatan tertentu? Mengapa metode tertentu dianggap paling sesuai dengan tujuan penelitian? Oleh karena itu, metodologi sangat berkaitan dengan teori, konsep, dan landasan filosofis penelitian.

Metodologi bersifat konseptual dan tidak langsung bersentuhan dengan teknis lapangan. Contoh metodologi antara lain pendekatan kualitatif, kuantitatif, eksperimen, studi kasus, fenomenologi, atau mixed methods. Pemilihan metodologi harus selaras dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Pengertian metode penelitian

Berbeda dengan metodologi, metode penelitian adalah cara atau langkah konkret yang dilakukan peneliti untuk memperoleh dan mengolah data. Metode menjelaskan proses penelitian secara operasional, mulai dari pengumpulan data hingga analisis data.

Metode mencakup teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, kuesioner, atau studi dokumentasi. Selain itu, metode juga meliputi penentuan subjek atau objek penelitian, teknik sampling, instrumen penelitian, prosedur penelitian, serta teknik analisis data yang digunakan.

Jika metodologi menjawab pertanyaan “mengapa”, maka metode menjawab pertanyaan “bagaimana”. Keduanya saling berkaitan, tetapi tidak bisa dipertukarkan.

Posisi metodologi dan metode dalam proposal atau skripsi

Dalam proposal dan skripsi, metodologi dan metode biasanya disajikan dalam satu bab, yaitu Bab Metodologi Penelitian atau Bab Metode Penelitian, biasanya ada pada bab III. Namun, meskipun berada dalam satu bab, penulisannya memiliki urutan dan porsi yang berbeda.

Metodologi umumnya diletakkan di bagian awal bab. Pada bagian ini, peneliti menjelaskan pendekatan penelitian, jenis atau desain penelitian, serta alasan pemilihan pendekatan tersebut. Bagian ini membantu pembaca memahami kerangka berpikir yang digunakan peneliti.

Setelah itu, metode penelitian dijelaskan secara lebih rinci. Metode memuat penjelasan teknis seperti lokasi dan waktu penelitian, subjek atau responden penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, serta teknik analisis data. Urutan ini penting agar penelitian terlihat runtut dari konsep hingga praktik.

Contoh sederhana perbedaan metodologi dan metode penelitian

Agar tidak semakin membingungkan, berikut contoh sederhana perbedaan metodologi dan metode penelitian:

Metodologi penelitian berfokus pada pendekatan dan kerangka berpikir, sedangkan metode penelitian menekankan langkah-langkah teknis pelaksanaan. Secara konseptual, metodologi bersifat teoritis, sementara metode bersifat operasional dan praktis.

Sebagai contoh, seorang mahasiswa ingin meneliti pengalaman remaja dalam mengakses layanan kesehatan reproduksi. Metodologi yang dipilih adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus karena ingin memahami pengalaman secara mendalam. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan informan, observasi terbatas, serta analisis data menggunakan teknik tematik.

Kesalahan umum dalam penulisan metodologi dan metode penelitian

  1. Menyamakan metodologi dengan metode
    Banyak mahasiswa menuliskan teknik pengumpulan data di bagian metodologi, padahal seharusnya hal tersebut masuk ke bagian metode penelitian.
  2. Mencampur penjelasan konseptual dan teknis tanpa struktur yang jelas
    Penjelasan tentang landasan filosofis, pendekatan, dan jenis penelitian dicampur dengan prosedur teknis dalam satu paragraf, sehingga alur penulisan menjadi tidak runtut dan membingungkan pembaca.
  3. Ketidaksesuaian antara metodologi dan metode
    Metodologi yang dipilih tidak selaras dengan metode yang digunakan. Contohnya, penelitian disebut menggunakan pendekatan kualitatif, tetapi analisis data yang diterapkan justru analisis statistik kuantitatif.
  4. Ketidakseimbangan porsi penulisan metodologi dan metode
    Ada penulisan metodologi yang terlalu singkat sementara metode dijelaskan terlalu panjang, atau sebaliknya. Padahal, keduanya harus saling melengkapi agar penelitian terlihat utuh, konsisten, dan logis.

Memahami perbedaan metodologi dan metode penelitian adalah langkah penting bagi mahasiswa yang sedang menyusun proposal, skripsi, maupun karya ilmiah lainnya. Metodologi adalah cara berpikir ilmiah yang mendasari penelitian, sedangkan metode adalah cara kerja teknis dalam pelaksanaannya.

Jika keduanya dipahami dan ditulis dengan tepat, penelitian akan terlihat lebih sistematis, meyakinkan, dan mudah dipahami oleh pembaca maupun dosen pembimbing. Jadi, mulai sekarang, pastikan metodologi dan metode penelitian tidak lagi tertukar.

Membangun Kebiasaan Akademik Sejak Mahasiswa

Di balik dinamika kehidupan mahasiswa, ada satu hal penting yang sering terlewat yaitu membangun kebiasaan akademik yang rapi dan terstruktur. Pengelolaan data riset, penyusunan referensi, hingga pemahaman alur publikasi ilmiah sebaiknya mulai dibiasakan sejak bangku kuliah. Untuk membantu proses tersebut, platform dari Ebizmark seperti MyData dan Ebizmark Press hadir sebagai pendukung pengelolaan data akademik dan publikasi ilmiah agar mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan akademik di tahap selanjutnya.

Related posts