Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti

jurnal sinta

Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti

Ketika pertama kali mendengar tentang SINTA, banyak dosen dan peneliti muda langsung berpikir pada pertanyaan yang sama: apa bedanya SINTA 1 dengan SINTA 6? Kenapa ada yang susah payah mengejar SINTA 1, sementara yang lain merasa SINTA 4 sudah cukup?

Pertanyaan ini sangat wajar karena pemahaman tentang perbedaan jurnal SINTA 1 sampai 6 secara langsung mempengaruhi strategi publikasi, memberikan syarat jabatan fungsional, dan pengakuan karya ilmiah di lingkungan akademik Indonesia.

Read More

Artikel ini akan memandu kamu memahami sistem peringkat SINTA secara menyeluruh, termasuk kriteria masing-masing level dan bagaimana cara memilih target jurnal yang paling sesuai dengan kebutuhan akademikmu.

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pengindeksan jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Sistem ini menilai dan meranking jurnal ilmiah Indonesia berdasarkan standar kualitas yang diukur.

Baca juga: Perbedaan Jurnal Terindeks Scopus, WoS, dan Sinta

Apa Itu Sistem Peringkat SINTA?

SINTA membagi jurnal ilmiah Indonesia ke dalam enam peringkat, dari SINTA 1 sebagai yang tertinggi hingga SINTA 6 sebagai yang terendah. Peringkat ini bukan sekadar label, melainkan cerminan dari kualitas pengelolaan jurnal, konsistensi publikasi, jangkauan indeksasi, dan dampak ilmiahnya.

Penilaian SINTA dilakukan secara berkala dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk indeksasi di basis data internasional seperti Scopus atau Web of Science, nilai akreditasi dari ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional), jumlah sitasi, dan konsistensi spesifikasi. Jurnal yang berhasil masuk ke peringkat lebih tinggi berarti telah memenuhi standar yang semakin ketat di setiap levelnya.

Perbedaan Jurnal SINTA 1 sampai 6 

Berikut adalah penjelasan masing-masing level SINTA beserta karakteristik utamanya.

SINTA 1

Level tertinggi dalam sistem SINTA Indonesia

Jurnal SINTA 1 adalah jurnal dengan kualitas tertinggi dalam ekosistem publikasi ilmiah Indonesia. Untuk masuk ke level ini, sebuah jurnal harus terindeks di basis data internasional bereputasi tinggi seperti Scopus atau Web of Science dengan kuartil Q1 atau Q2, atau memiliki akreditasi ARJUNA dengan nilai A (skor 85 ke atas). Jurnal di level ini memiliki standar peer review yang sangat ketat, dewan editorial internasional, dan dampak sitasi yang signifikan.

SINTA 2

Tingkat tinggi dengan standar internasional yang kuat

SINTA 2 mencakup jurnal yang terindeks di Scopus atau Web of Science pada kuartil Q3 atau Q4, atau memiliki akreditasi ARJUNA dengan nilai B (skor 70 hingga 84). Jurnal di level ini sudah memiliki reputasi yang baik di komunitas akademik nasional dan mulai diakui secara internasional. Bagi dosen yang mengejar jabatan fungsional Lektor Kepala ke atas, publikasi di SINTA 2 umumnya menjadi persyaratan yang sering diminta.

SINTA 3

Tingkat menengah atas dengan akreditasi nasional yang solid

SINTA 3 adalah jurnal dengan akreditasi ARJUNA skor 60 hingga 69. Di level ini, standar pengelolaan jurnal sudah cukup baik dengan proses peer review yang terstruktur. Jurnal SINTA 3 umumnya menjadi target yang realistis bagi peneliti muda yang sedang membangun rekam jejak publikasi dan belum siap bersaing di level SINTA 1 atau 2.

SINTA 4

Tingkat menengah sebagai batu loncatan publikasi

Jurnal SINTA 4 memiliki akreditasi ARJUNA dengan skor 50 hingga 59. Pada level ini, jurnal telah melewati proses akreditasi nasional dan memenuhi standar minimum pengelolaan yang diakui. Bagi siswa yang mewajibkan publikasi sebelum lulus, atau dosen yang baru memulai karir akademiknya, SINTA 4 sering menjadi target awal yang wajar.

SINTA 5

Tingkat dasar dengan akreditasi nasional terendah

SINTA 5 mencakup jurnal dengan akreditasi ARJUNA skor 40 hingga 49. Meski sudah terakreditasi, jurnal di level ini masih perlu perbaikan di beberapa aspek pengelolaan. Publikasi di SINTA 5 masih diakui secara akademik, namun kontribusinya terhadap pemenuhan syarat jabatan fungsional dosen relatif lebih terbatas dibandingkan tingkat di atasnya.

SINTA 6

Tingkat dasar dalam ekosistem SINTA

SINTA 6 adalah peringkat terendah dalam sistem SINTA, mencakup jurnal dengan akreditasi ARJUNA skor 30 hingga 39. Jurnal di level ini sudah terdaftar dan diakui secara nasional, namun standar pengelolaannya masih dalam tahap pengembangan. Publikasi di SINTA 6 tetap memiliki nilai akademik, terutama sebagai langkah awal bagi peneliti yang baru memulai perjalanan publikasinya.

Baca juga: Waspada Predatory Journal! Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya

Mengapa Peringkat SINTA Penting bagi Dosen dan Peneliti?

Pemahaman tentang perbedaan jurnal SINTA 1 sampai 6 bukan sekedar pengetahuan akademis, melainkan kebutuhan praktis yang berdampak langsung pada karier.

1. Syarat Jabatan Fungsional Dosen

Peraturan jabatan fungsional dosen di Indonesia mensyaratkan publikasi di jurnal dengan peringkat SINTA tertentu untuk kenaikan pangkat. Semakin tinggi jabatan fungsional yang dituju, semakin tinggi peringkat SINTA yang dipersyaratkan. Dosen yang ingin naik ke jenjang Guru Besar, misalnya, umumnya wajib memiliki publikasi di jurnal terindeks Scopus atau setara SINTA 1.

2. Pemenuhan Syarat Kelulusan Pascasarjana

Banyak program studi S2 dan S3 di Indonesia mewajibkan mahasiswanya untuk mempublikasikan artikel di jurnal dengan peringkat SINTA tertentu sebagai syarat kelulusan. Mengetahui target peringkat yang diminta programmu sejak awal akan membantu perencanaan publikasi yang lebih strategis.

3. Penilaian Kinerja Institusi Penelitian

Kualitas dan kuantitas publikasi dosen di jurnal SINTA juga mempengaruhi penilaian kinerja institusi penelitian secara keseluruhan. Hal ini berdampak pada alokasi dana penelitian, peringkat institusi, dan berbagai insentif akademik lainnya.

Cara Memilih Target Jurnal SINTA yang Tepat

Setelah memahami perbedaan tiap levelnya, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menentukan target jurnal yang paling realistis dan strategis.

Pertama, sesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Jika kamu sedang mencapai persyaratan kelulusan S2, SINTA 3 atau 4 biasanya sudah memenuhi persyaratan di sebagian besar program studi. Jika kamu mengejar kenaikan jabatan fungsional, pelajari regulasi terbaru dari institusimu untuk mengetahui peringkat SINTA minimum yang dipersyaratkan.

Kedua, kesiapan naskahmu. Semakin tinggi target SINTA, semakin ketat standar yang harus dipenuhi, mulai dari kualitas metodologi, kekuatan argumen, hingga relevansi dengan tren penelitian terkini. Pengiriman naskah yang belum siap ke jurnal SINTA 1 hanya akan berakhir dengan persetujuan yang membuang waktu berharga.

Ketiga, pelajari jurnal fisika target. Setiap jurnal memiliki fokus tematik, gaya penulisan, dan format yang spesifik. Pastikan penelitianmu relevan dengan lingkup jurnal yang kamu tuju sebelum memulai proses penulisan.

Tips: Gunakan situs resmi di sinta.kemdikbud.go.id untuk mencari jurnal berdasarkan bidang ilmu dan peringkat. Kamu juga bisa melihat rekam jejak jurnal, termasuk konsistensi publikasi dan perkembangan peringkatnya dari waktu ke waktu.

Baca juga: Kesalahan Umum Mahasiswa dalam Mencari Jurnal Ilmiah

Perbedaan jurnal SINTA 1 sampai 6 mencerminkan hierarki kualitas pengelolaan dan dampak ilmiah yang terukur dalam ekosistem publikasi akademik Indonesia. SINTA 1 berada di puncak dengan standar internasional yang ketat, sementara SINTA 6 menjadi titik masuk bagi jurnal-jurnal yang masih dalam tahap pengembangan. Ingin publikasi di jurnal SINTA yang tepat tapi bingung harus mulai dari mana? Ebizmark hadir dengan program pendampingan publikasi ilmiah yang membantu kamu dari pemilihan target jurnal hingga persiapan naskah yang siap submit. Kunjungi ebizmark.id dan mulai konsultasi sekarang!

 

Related posts