Mengutip Jurnal Ilmiah dengan APA Style
Kutipan yang salah format adalah salah satu kesalahan paling umum yang ditemukan dalam skripsi dan karya ilmiah mahasiswa. Ironisnya, ini juga salah satu yang paling mudah dihindari jika kamu memahami aturannya sejak awal.
Format kutipan bukan sekadar formalitas akademik. Ia adalah bentuk penghargaan terhadap karya orang lain, alat untuk memverifikasi sumber, dan bukti bahwa kamu melakukan penelitian dengan integritas. Dosen penguji yang berpengalaman bisa langsung mendeteksi ketidakkonsistenan dalam sistem sitasi, dan ini bisa memengaruhi penilaian keseluruhan karya ilmiahmu.
Artikel ini akan memandumu memahami cara mengutip jurnal ilmiah yang benar menggunakan format APA dan APA 7, dua format yang paling umum digunakan dalam lingkungan akademik Indonesia, beserta contoh konkret yang langsung bisa kamu terapkan.
Catatan penting: APA 7 (edisi ketujuh) adalah versi terbaru dari panduan gaya American Psychological Association yang dirilis pada 2019. Beberapa aturan berubah dari APA 6 ke APA 7, dan artikel ini akan menjelaskan perbedaan utamanya.
Baca juga: Jangan Salah! Ini Cara Menulis Kutipan dari Berita Online
Mengapa Format Kutipan Itu Penting?
Sebelum masuk ke teknisnya, penting untuk memahami mengapa konsistensi format kutipan menjadi perhatian serius dalam penulisan ilmiah.
Kutipan yang benar dan konsisten memungkinkan pembaca melacak sumber asli yang kamu gunakan. Ini penting untuk memverifikasi klaim, mempelajari konteks lebih lanjut, dan memastikan bahwa interpretasimu terhadap sumber tersebut akurat. Selain itu, kutipan yang rapi dan konsisten mencerminkan ketekunan dan profesionalisme penulisnya, dua kualitas yang sangat dihargai dalam dunia akademik.
Komponen Dasar Kutipan APA
Sebelum mempelajari format spesifiknya, kenali dulu empat komponen utama yang hampir selalu ada dalam setiap kutipan APA untuk jurnal ilmiah.
Pertama, nama penulis dalam format nama belakang diikuti inisial nama depan. Kedua, tahun publikasi yang ditulis dalam tanda kurung. Ketiga, judul artikel yang ditulis dalam gaya sentence case, yaitu hanya huruf pertama kata pertama dan kata setelah tanda baca yang dikapitalisasi. Keempat, informasi jurnal yang mencakup nama jurnal dalam huruf miring, volume, nomor, dan halaman artikel.
Tips: Sentence case berarti hanya huruf pertama judul dan huruf pertama setelah tanda titik dua yang dikapitalisasi. Contoh: ‘The effect of social media on academic performance: A systematic review’ bukan ‘The Effect Of Social Media On Academic Performance’.
Cara Mengutip Jurnal Ilmiah dengan Format APA 7
APA 7 adalah standar yang paling relevan untuk digunakan saat ini karena merupakan edisi terbaru. Berikut adalah panduan lengkapnya berdasarkan berbagai situasi yang paling sering ditemui.
Kutipan dalam Teks (In-text Citation)
Kutipan dalam teks APA 7 menggunakan sistem penulis-tahun. Ada dua jenis kutipan dalam teks yang perlu kamu kuasai.
Kutipan Tidak Langsung (Parafrase)
Format: Nama Belakang Penulis (Tahun) atau (Nama Belakang Penulis, Tahun)
Contoh: Rahmawati (2022) menemukan bahwa motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik. ATAU: Motivasi belajar terbukti berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik (Rahmawati, 2022).
Kutipan Langsung (Direct Quote)
Format: Nama Belakang Penulis (Tahun, p. nomor halaman)
Contoh: Rahmawati (2022, p. 45) menyatakan bahwa ‘motivasi intrinsik memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan motivasi ekstrinsik dalam konteks pembelajaran daring’.
Tips: Untuk kutipan langsung lebih dari 40 kata, gunakan format block quotation: teks dimulai pada baris baru, diindentasi 1,27 cm dari margin kiri, dan tidak menggunakan tanda kutip. Nomor halaman tetap wajib dicantumkan.
Kutipan dengan Dua Penulis
Dua Penulis
Format: Nama Belakang1 dan Nama Belakang2 (Tahun) dalam teks naratif, atau (Nama Belakang1 & Nama Belakang2, Tahun) dalam tanda kurung
Contoh: Santoso dan Wijaya (2021) menunjukkan bahwa… ATAU: …(Santoso & Wijaya, 2021).
Kutipan dengan Tiga Penulis atau Lebih
Tiga Penulis atau Lebih (APA 7)
Format: Nama Belakang Penulis Pertama et al. (Tahun) sejak kutipan pertama
Contoh: Pratiwi et al. (2023) menemukan bahwa… ATAU: …(Pratiwi et al., 2023).
Perubahan dari APA 6 ke APA 7: Dalam APA 6, aturannya adalah et al. baru digunakan mulai kutipan ketiga jika penulisnya tiga sampai lima orang, dan langsung dari kutipan pertama jika enam penulis atau lebih. APA 7 menyederhanakannya: langsung gunakan et al. sejak kutipan pertama untuk karya dengan tiga penulis atau lebih.
Baca juga: Perbedaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung dalam Skripsi
Format Daftar Pustaka APA 7 untuk Jurnal Ilmiah
Selain kutipan dalam teks, kamu juga perlu memahami cara menulis entri daftar pustaka yang benar. Untuk artikel jurnal, formatnya adalah sebagai berikut.
- Satu Penulis
Format: Nama Belakang, Inisial. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman-Halaman. https://doi.org/xxxxx
Contoh: Rahmawati, S. (2022). Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(2), 45-58. https://doi.org/10.17509/jpi.v11i2.xxxxx
- Dua Penulis
Format: Nama Belakang1, Inisial1., & Nama Belakang2, Inisial2. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman-Halaman. https://doi.org/xxxxx
Contoh: Santoso, B., & Wijaya, R. (2021). Strategi pembelajaran berbasis proyek dan dampaknya terhadap kreativitas siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), 12-27. https://doi.org/10.xxxxx
- Tiga Penulis atau Lebih
Format: Nama Belakang1, Inisial1., Nama Belakang2, Inisial2., & Nama Belakang3, Inisial3. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman-Halaman. https://doi.org/xxxxx
Contoh: Pratiwi, A., Kurniawan, D., & Hidayat, F. (2023). Efektivitas media digital dalam pembelajaran bahasa di era pasca pandemi. Jurnal Linguistik Terapan, 15(3), 88-104. https://doi.org/10.xxxxx
Tips: Dalam APA 7, DOI selalu ditulis dalam format URL lengkap (https://doi.org/xxxxx), bukan hanya nomor DOI-nya saja. Jika artikel tidak memiliki DOI tapi tersedia secara online, cantumkan URL langsung tanpa label ‘Diakses dari’.
Perbedaan Utama APA 6 dan APA 7 untuk Jurnal
Jika institusimu masih menggunakan APA 6 atau kamu perlu beralih dari satu ke yang lain, berikut adalah ringkasan perbedaan yang paling krusial untuk penulisan jurnal.
Pertama, penggunaan et al. Dalam APA 6, et al. untuk 3-5 penulis baru digunakan mulai kutipan kedua. Dalam APA 7, et al. langsung digunakan sejak kutipan pertama untuk tiga penulis atau lebih. Kedua, penulisan DOI. APA 6 menggunakan label ‘doi:’ diikuti nomor DOI. APA 7 menggunakan format URL penuh ‘https://doi.org/’. Ketiga, batas jumlah penulis dalam daftar pustaka. APA 6 membatasi maksimal tujuh penulis sebelum menggunakan et al. APA 7 menuliskan semua penulis hingga 20 nama sebelum menggunakan ellipsis dan nama penulis terakhir.
Baca juga: Langkah-Langkah Menulis Makalah, Mahasiswa Harus Tahu!
Cara mengutip jurnal ilmiah dengan format APA dan APA 7 yang benar membutuhkan perhatian terhadap detail, tapi bukan sesuatu yang rumit jika kamu memahami polanya. Kuasai empat komponen dasar kutipan, pahami perbedaan antara kutipan dalam teks dan daftar pustaka, dan perhatikan perubahan kunci dari APA 6 ke APA 7.
Konsistensi adalah kunci. Pilih satu format dan terapkan secara konsisten di seluruh dokumenmu. Jika tidak yakin dengan format yang diminta, selalu tanyakan kepada dosen pembimbingmu atau cek panduan penulisan yang ditetapkan oleh program studimu. Ingin memastikan karya ilmiahmu bebas dari kesalahan format dan siap untuk dipublikasikan? Ebizmark hadir dengan program pendampingan penulisan akademik yang membantumu dari struktur argumen hingga konsistensi sitasi. Kunjungi ebizmark.id dan mulai konsultasi sekarang!
