Perbedaan SINTA dan Garuda yang Wajib Dipahami Peneliti dan Dosen
Bagi mahasiswa dan dosen yang baru terjun ke dunia publikasi ilmiah, dua nama ini sering muncul secara bersamaan hingga terkesan serupa: SINTA dan Garuda. Keduanya dikelola oleh Kemendikbudristek, keduanya berkaitan dengan jurnal ilmiah Indonesia, dan keduanya sering disebut dalam satu napas ketika membahas publikasi akademik.
Tapi SINTA dan Garuda adalah dua platform yang berbeda secara fungsi, tujuan, dan cara penggunaannya. Mencampuradukkan keduanya bisa menimbulkan kebingungan yang berujung pada kesalahan dalam strategi publikasi, terutama bagi peneliti yang baru memulai perjalanan akademiknya.
Artikel ini akan menjelaskan secara tuntas perbedaan SINTA dan Garuda, termasuk fungsi masing-masing, cara penggunaannya, dan kapan kamu harus menggunakan yang mana.
Baca juga: Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti
Mengenal SINTA: Science and Technology Index
SINTA (Science and Technology Index)
Portal resmi Kemendikbudristek untuk mengindeks, meranking, dan mengukur kinerja publikasi ilmiah, jurnal, peneliti, dan institusi di Indonesia. Akses di: sinta.kemdikbud.go.id
SINTA adalah sistem indeksasi dan perankingan jurnal ilmiah nasional yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek. Fungsi utamanya adalah mengukur dan memetakan kinerja publikasi ilmiah di Indonesia, mencakup jurnal, peneliti, dan institusi.
Yang membuat SINTA unik adalah sistem peringkatnya yang membagi jurnal ke dalam enam level, dari SINTA 1 sebagai yang tertinggi hingga SINTA 6 sebagai yang terendah. Peringkat ini didasarkan pada kualitas editorial, proses peer review, frekuensi penerbitan, dan dampak sitasi jurnal tersebut.
Selain meranking jurnal, SINTA juga berfungsi sebagai platform profil akademik bagi dosen dan peneliti. Di SINTA, seorang dosen bisa menampilkan seluruh rekam jejak publikasinya, nilai h-index dari Google Scholar dan Scopus, serta data sitasi yang terintegrasi dari berbagai sumber termasuk Garuda.
Fungsi utama SINTA: Meranking jurnal nasional (SINTA 1-6), menyimpan profil peneliti dan dosen, mengintegrasikan data publikasi dari berbagai sumber (Google Scholar, Scopus, Garuda), dan menjadi basis data penilaian kinerja dosen untuk BKD, sertifikasi dosen, dan pengajuan hibah penelitian.
Mengenal Garuda: Garba Rujukan Digital
Garuda (Garba Rujukan Digital)
Portal komprehensif untuk mencari dan mengakses publikasi ilmiah Indonesia, mencakup jurnal, prosiding, dan karya ilmiah lainnya. Akses di: garuda.kemdikbud.go.id
Garuda atau Garba Rujukan Digital adalah platform yang berfungsi sebagai repositori dan mesin pencari publikasi ilmiah Indonesia. Cakupannya sangat luas, meliputi artikel jurnal, prosiding konferensi, dan berbagai karya ilmiah lainnya dari seluruh Indonesia.
Berbeda dari SINTA yang berfokus pada perankingan dan pengukuran kinerja, Garuda lebih berfungsi sebagai perpustakaan digital. Pengguna bisa mencari artikel berdasarkan kata kunci, nama penulis, nama jurnal, tahun publikasi, atau bidang ilmu, lalu mengunduh artikel yang relevan secara langsung.
Setiap penulis yang artikelnya terindeks di Garuda akan mendapatkan Garuda ID. ID inilah yang kemudian bisa dihubungkan ke akun SINTA dosen agar seluruh publikasi nasional mereka tampil terintegrasi dalam satu profil akademik.
Fungsi utama Garuda: Menyediakan akses ke publikasi ilmiah Indonesia secara gratis, menjadi sumber referensi nasional bagi peneliti dan mahasiswa, menghasilkan Garuda ID bagi penulis yang terindeks, dan terhubung dengan SINTA untuk sinkronisasi data publikasi dosen.
Perbedaan SINTA dan Garuda secara Lengkap
Berikut adalah tabel perbandingan yang merangkum perbedaan utama antara SINTA dan Garuda.
| Aspek | SINTA | Garuda |
| Kepanjangan | Science and Technology Index | Garba Rujukan Digital |
| Fungsi Utama | Sistem perangkingan dan pengindeksan jurnal berdasarkan kualitas | Portal pencarian dan akses publikasi ilmiah Indonesia |
| Pengelola | Kemendikbudristek RI | Kemendikbudristek RI |
| Sistem Peringkat | Ada (SINTA 1-6) | Tidak ada sistem peringkat |
| Konten | Jurnal terakreditasi, profil peneliti, institusi, sitasi | Jurnal, prosiding, dan karya ilmiah nasional |
| Cocok untuk | Menilai kualitas jurnal dan memilih target publikasi | Mencari dan mengakses artikel ilmiah Indonesia |
| URL Resmi | sinta.kemdikbud.go.id | garuda.kemdikbud.go.id |
Baca juga: Waspada Predatory Journal! Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya
Hubungan antara SINTA dan Garuda
Meski berbeda fungsi, SINTA dan Garuda bukanlah dua platform yang terpisah sepenuhnya. Keduanya saling terhubung dan saling melengkapi dalam ekosistem publikasi ilmiah Indonesia.
Garuda menjadi salah satu sumber data yang diintegrasikan ke dalam SINTA. Artinya, artikel yang terindeks di Garuda bisa ditarik dan ditampilkan di profil SINTA seorang dosen melalui proses sinkronisasi Garuda ID. Selain Garuda, SINTA juga mengintegrasikan data dari Google Scholar, Scopus, dan Web of Science dalam satu dashboard yang komprehensif.
Praktisnya, jika seorang dosen mempublikasikan artikel di jurnal nasional terakreditasi, artikelnya akan terindeks di Garuda secara otomatis. Dosen tersebut kemudian mendapatkan Garuda ID, menghubungkannya ke akun SINTA, dan publikasi tersebut akan tampil di profil SINTA-nya. Inilah mengapa pembaruan akun SINTA secara rutin, termasuk sinkronisasi Garuda ID, sangat dianjurkan bagi semua dosen.
Tips: Untuk dosen yang belum menghubungkan Garuda ID ke akun SINTA, segera lakukan sinkronisasi agar seluruh rekam jejak publikasi nasionalmu tampil lengkap. Data yang tidak tersinkronisasi bisa memengaruhi penilaian BKD, sertifikasi dosen, dan pengajuan hibah penelitian.
Kapan Menggunakan SINTA dan Kapan Menggunakan Garuda?
Setelah memahami perbedaan keduanya, pertanyaan praktisnya adalah: kapan harus menggunakan yang mana?
Gunakan SINTA Ketika
SINTA relevan digunakan saat peneliti perlu mengevaluasi peringkat jurnal sebelum submission, memverifikasi status akreditasi nasional sebuah jurnal, melihat rekam jejak publikasi peneliti atau institusi tertentu, serta bagi dosen yang memerlukan pembaruan profil akademik untuk keperluan BKD maupun sertifikasi.
Gunakan Garuda Ketika
Gunakan Garuda saat mencari referensi nasional untuk literature review, mengunduh artikel jurnal Indonesia secara gratis, memverifikasi indeksasi artikel di database nasional, atau menelusuri publikasi berdasarkan topik, penulis, dan tahun terbit.
Tips: Untuk penelitian yang membutuhkan referensi nasional, mulailah dengan Garuda untuk mencari dan mengunduh artikel, lalu gunakan SINTA untuk memverifikasi peringkat jurnal tempat artikel tersebut diterbitkan. Kombinasi keduanya akan menghasilkan referensi yang berkualitas dan terverifikasi.
Baca juga: Tools AI untuk Literature Review yang Efektif
Kesimpulan
Perbedaan SINTA dan Garuda terletak pada fungsi dasarnya: SINTA adalah sistem perankingan dan pengukuran kinerja publikasi ilmiah, sementara Garuda adalah portal pencarian dan akses publikasi ilmiah Indonesia. Keduanya dikelola oleh instansi yang sama, saling terhubung, dan sama-sama penting dalam ekosistem akademik Indonesia namun memiliki peran yang berbeda.
Memahami perbedaan ini secara tepat akan membantumu menggunakan masing-masing platform secara lebih strategis, baik untuk keperluan mencari referensi, memilih jurnal publikasi, maupun mengelola profil akademik sebagai dosen atau peneliti.
Ingin membangun strategi publikasi yang tepat di jurnal SINTA yang sesuai dengan kebutuhanmu? Ebizmark hadir dengan program pendampingan publikasi ilmiah yang membantu kamu dari pemilihan jurnal target hingga persiapan naskah yang siap submit. Kunjungi instagram @ebizmark.id dan mulai konsultasi sekarang!
