Peneliti pemula biasanya akan merasa bingung saat dihadapkan dengan pemilihan pendekatan penelitian yang tepat untuk membuktikan hipotesis atau dugaan sementara dalam penelitian. Beberapa peneliti bahkan terjebak antara penelitian deskriptif dan verifikatif. Kalau kamu ingin uji hubungan sebab-akibat atau pengaruh antar variabel berdasarkan teori yang sudah ada, metode penelitian verifikatif dapat kamu gunakan.
Apa Itu Metode Verifikasi?
Sugiyono, seorang pakar metodologi mengemukakan bahwa metode verifikatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran suatu hipotesis berdasarkan pengumpulan data di lapangan, kemudian membuktikan keabsahan teori terdalam pada konteks populasi atau sampel yang baru. Pada penelitian ini kamu menggunakan teori untuk membentuk dugaan sementara (hipotesis), yang dilanjut dengan mengujinya secara kuantitatif menggunakan alat analisis statistik.
Metode penelitian verifikasi tidak hanya mengumpulkan data, tetapi cara ilmiah untuk membuktikan hipotesis yang telah disusun dapat terbukti dengan benar atau justru ditolak. Untuk mengetahui langkahnya, simak di bawah ini.
Langkah Menggunakan Metode Verifikatif pada Penelitian
Penelitian menggunakan metode penelitian verifikatif tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Berbeda dengan kuantitatif deskriptif yang hanya bertujuan menggambarkan fenomena atau karakteristik apa adanya tanpa menarik kesimpulan sebab-akibat, pada metode penelitian verifikatif mewajibkan kamu untuk melakukan uji hipotesis untuk membuktikan sejauh mana pengaruh antar variabel.
Oleh karenanya, di bawah ini ada langkahnya:
1. Identifikasi Masalah dan Menentukan Teori Dasar
Penelitian ini dimulai dengan mencari permasalahan dan menentukan teori dasar dalam penelitian yang akan diuji. Kamu bisa mencari fenomena atau celah penelitian, dilanjut dengan penetapan variabel pada penelitianmu. Kajilah teori-teori dari penelitian terdahulu yang menjadi fondasi utama hubungan antar variabel tersebut.
2. Merumuskan Hipotesis Penelitian
Berdasarkan teori yang sudah dianalisis, buat hipotesis sebagai dugaan sementara. Hipotesis biasanya terbagi menjadi:
- Hipotesis Nol (H0): Tidak ada pengaruh atau hubungan yang signifikan antara variabel X dan Y.
- Hipotesis Alternatif (Ha): Ada pengaruh atau hubungan yang signifikan antara variabel X dan Y.
3. Menentukan Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
Sebagai target penelitian kamu perlu menentukan siapa atau apa yang menjadi populasi penelitian. Dari sana kamu bisa melanjutkannya dengan paengambilan sampel yang sesuai misalnya antara simple random sampling, stratified sampling, atau purposive sampling yang dapat mewakili populasi yang ada.
4. Menyusun dan Menguji Instrumen Penelitian
Butir-butir pertanyaan atau pernyataan dapat kamu buat untuk instrumen pengumpulan datanya. Kamu bisa menggunakan skala yang paling umum digunakan, yaitu skala Likert. Tetapi sebelum kamu menyebar instrumen pengumpulan datanya, kamu harus melakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu, yaitu:
- Uji Validitas: untuk memastikan instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur.
- Uji Reliabilitas: Memastikan konsistensi instrumen saat digunakan berulang kali.
5. Pengumpulan Data Penelitian
Kamu dapat menyebarkan instrumen penelitian yang telah valid dan reliabel pada sampel yang kamu tuju. Penyebaran tersebut dapat dilakukan secara online maupun offline. Pastikan kamu memakai teknik acak jawaban agar temuan data tidak berpotensi bias.
6. Pengujian Asumsi Klasik
Begitu data sudah terkumpul sesuai dengan jumlah sampel yang ditetapkan, kamu harus melakukan uji asumsi klasik untuk memenuhi kriteria uji asumsi klasik. Namun hal ini tergantung dengan metode analisisnya, di antaranya:
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedasitas
- Uji Autokorelasi
Baca juga: Macam-macam Uji Data Penelitian Kuantitatif yang Wajib Mahasiswa Tahu!
7. Mengolah Data dan Menguji Hipotesis
Lakukan pengujian hipotesis jika asumsi klasik terpenuhi seperti Uji-t untuk parsial, dan Uji-F untuk simultan. Hasil uji hipotesis dapat dilihat sebagai berikut:
H0 ditolak dan Ha diterima jika p-value < 0,05 yang berarti ada pengaruh secara signifikan.
Ha ditolak dan H0 diterima jika p-value > 0,05 yang berarti tidak ada pengaruh secara signifikan.
8. Menginterpretasikan Hasil dan Menarik Kesimpulan
Berdasar dari hasil olah data tersebut, penarikan kesimpulan dapat dilakukan. Kamu bisa menjelaskan mengapa hipotesismu diterima atau ditolak dengan menghubungkannya pada teori pendukung atau penelitian terdahulu. Biasanya peneliti akan menuliskan saran praktis atau akademis untuk penelitian selanjutnya.
Itulah bagaimana langkah penelitian menggunakan metode penelitian verifikatif, jangan sampai salah atau terbalik dengan metode deskriptif ya. Lakukan semua langkahnya agar penelitian kamu tidak berpotensi mengalami bias.
Baca juga: Perbedaan SPSS dan AMOS dalam Olah Data Penelitian Kuantitatif
Pengolahan Data Secara Praktis Oleh MyData
Bagi kamu yang ingin melakukan pengolahan data, tetapi pusing dengan semua rangkaiannya, kamu bisa menggunakan jasa olah data oleh MyData yang akan bantu data penelitian kamu sampai rampung loh.
Ayo konsultasi sekarang, dan jangan sampai lewatkan kesempatannya ya!
