Langkah Pengerjaan Seminar Proposal Skripsi yang Auto Dosen ACC

Ilustrasi Poster Artiukel Seminar Proposal Skripsi

Seminar proposal skripsi saat ini sedang dikerjakan oleh banyak mahasiswa akhir di berbagai kampus. Beberapa mahasiswa mungkin kebingungan dengan cara agar seminar proposal langsung disetujui oleh dosen pembimbing dan juga dosen penguji. Dalam penyusunan seminar proposal juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan, ada langkah yang harus diperhatikan agar penyusunan berjalan dengan lancar dan minim revisi seperti pada yang ditulis di artikel ini.

 

Read More

Seminar Proposal Menjadi Tahap Awal Skripsi 

Bagi kamu yang belum familiar dengan seminar proposal skripsi, ini adalah tahapan awal penelitian skripsi yang kemudian kamu ajukan. Lalu seminar proposal skripsi berapa bab? Biasanya seminar proposal berisi 3 bab yang mencakup pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat, dan ruang lingkup penelitian), tinjauan pustaka (teori, kerangka konseptual, penelitian terdahulu, kerangka berpikir, dan hipotesis), dan metode penelitian (metodologi, metode, variabel, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data).

 

Langkah Menyusun Seminar Proposal Skripsi

Beberapa langkah dalam artikel ini dapat kamu gunakan dengan lebih efektif dan tertata untuk seminar proposal skripsi kamu. Di antaranya adalah:

 

1. Cari Permasalahan yang Ingin Diteliti untuk Dijadikan Topik Penelitian

Tanpa adanya permasalahan, peristiwa, ataupun fenomena, penelitian tidak akan berjalan. Karena penelitian pada dasarnya dilakukan untuk mencari kebenaran, memecahkan masalah secara ilmiah, dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang kemudian cara memperbaiki permasalahannya menggunakan metode dan teori yang akan diuji.

Topik penelitian sebaiknya ditentukan terlebih dahulu jika dibandingkan dengan menentukan judul terlebih dulu. Ini dilakukan untuk mencegah kamu berulang kali menentukan topik jika judul yang kamu ajukan pada akhirnya ditolak.

 

Baca juga: Objek Penelitian Skripsi Sudah 2-3 Tahun, Apa Masih Relevan?

 

2. Tentukan Rumusan Masalah dari Permasalahan atau Fenomena Tertentu

Begitu mendapatkan topik yang akan kamu teliti, kamu harus melanjutkannya dengan menentukan pertanyaan penelitian atau dapat disebut rumusan masalah. Adanya rumusan masalah bertujuan untuk menentukan arah, fokus, dan batasan dalam sebuah penelitian agar pembahasan tidak menyimpang dari topik utama.

 

Baca juga: Pertanyaan Umum Rumusan Masalah dalam Proposal Penelitian

 

3. Baca Literatur Terdahulu dan Cari Research Gap

Agar lebih mudah dalam mencari research gap kamu dapat menggunakan metode SLR. Kamu bisa mencari sumber literatur terdahulu seperti artikel jurnal pada Google Scholar, Scopus, ataupun platform lainnya. Setelah kamu membaca secara singkat dan melihat adanya research gap atau celah penelitian, kamu dapat menjadikannya sebagai landasan dalam penelitian kamu.

 

Baca juga: Mengapa Research Gap Penting dalam Skripsi? Ini Penjelasannya

 

4. Tentukan Kebaruan (Novelty) untuk Seminar Proposal Skripsi Kamu

Begitu mendapatkan research gap pada penelitian terdahulu, kamu bisa menentukan kebaruan terhadap penelitian kamu. Kebaruan ini ditempatkan sebagai pelengkap dalam penelitian kamu. Tidak hanya berupa penelitian yang belum pernah diteliti saja, tapi novelty juga dapat berupa penggunaan metode maupun teori.

 

5. Tentukan Metode dan Pendekatan yang Akan Digunakan

Kamu dapat menentukan pendekatan penelitian yang akan relevan dengan topik yang sudah ditentukan. Pendekatan dapat berupa kualitatif, kuantitatif, maupun campuran (mixed methods). Setelahnya kamu lanjut menyesuaikan metode penelitian sesuai dengan pendekatan yang dipilih.

Sebagai contoh, kamu bisa menggunakan metode studi kasus, netnografi, atau fenomenologi pada pendekatan kualitatif. Metode survei atau eksperimen pada penelitian kuantitatif. Sementara pendekatan campuran kamu bisa menggabungkan dua metode dari masing-masing penelitian.

 

6. Tentukan Teori Penelitian untuk Seminar Proposal Skripsi

Beberapa mahasiswa akhir pasti mengetahui tentang penggunaan teori dalam penelitian. Bagi mahasiswa S1, penggunaan teori tidak perlu banyak-banyak, cukup dengan 2-3 teori saja kamu sudah bisa melakukan penelitian pada skripsi. Teori tersebut di antaranya adalah grand theory, middle theory, dan applied theory.

Tips dalam pemilihan teori, kamu harus menentukan dari teori yang paling umum untuk grand theory, kemudian mengerucut ke teori yang lebih spesifik untuk applied theory. Misalnya jika kamu menggunakan pendekatan kuantitatif, kamu akan menggunakan teori media baru sebagai grand theory, kemudian kamu menggunakan teori celah informasi pada middle theory, lalu teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) ditempatkan pada applied theory.

 

7. Buat Judul Penelitian dan Judul Alternatifnya

Setelah semua aspek di atas sudah kamu tentukan, ini saatnya kamu membuat judul. Gunakanlah judul yang jelas dan tidak bertele-tele. Namun judul skripsi kamu harus terdapat subjek, objek, dan lokus yang kemudian bisa dilengkapi dengan fokus atau topik yang ingin diteliti beserta metode atau pendekatan.

 

Baca juga: Cara Menentukan Judul Skripsi yang Tepat dan Mudah Diteliti

 

8. Susun Bab 1-3 setelah Mendapatkan Persetujuan Judul

Jika kamu baru membuat rancangan penelitian dan judul saja, kemudian sudah mendapatkan persetujuan, kamu bisa melanjutkannya dengan menulis bab 1-3 untuk melengkapi proposal skripsi. Di sini kamu harus menyesuaikan penulisan sesuai dengan peraturan kepenulisan skripsi pada masing-masing kampus.

 

9. Buat Slide Presentasi Seminar Proposal Skripsi

Slide presentasi atau biasa kita menggunakan PPT, akan digunakan ketika sidang seminar proposal. Tetapi slide yang terkandung tidak berupa bab 1-3 kamu masukkan, kamu hanya masukkan poin-poin penting yang informatif. Sebaiknya tulisan panjang tidak kamu masukkan ke dalam slide. Kamu bisa memanfaatkan ilustrasi, diagram, ataupun elemen yang relevan.

10. Lakukan Simulasi Seminar Proposal

Bagian ini penting untuk kamu sebelum kamu menghadapi seminar proposal yang sebenarnya. Sebagian mahasiswa akan tegang ketika berada di ruang sidang dan mendapatkan pertanyaan yang tidak terduga. Namun untuk mencegah hal tersebut, kamu bisa lakukan simulasi seminar secara mandiri maupun bersama dengan teman agar kamu terbiasa untuk menjawab pertanyaan yang bahkan tidak kamu duga.

 

Baca juga: Bagaimana Cara Menghadapi Kritik dan Saran Saat Seminar Proposal?

 

 

Bimbingan Bagi Mahasiswa yang Belum Mendapatkan Dosen Pembimbing

Khusus untuk kamu yang belum mendapatkan dosen pembimbing tapi sudah harus menyusun proposal skripsi, kamu bisa bimbingan dengan ahlinya di MyData. Di MyData kamu bisa melakukan bimbingan untuk pra penelitian, membantu penyusunan seminar proposal, per bab, hingga paket yang mendapatkan bimbingan untuk keseluruhan bab. 

Ayo gunakan jasa konsultasi dari MyData sekarang, karena harganya terjangkau loh! Jangan sampai kamu lewatkan kesempatan ini dan menyesal di kemudian hari ya!

Follow akun TikTok MyData dan Ebizmark untuk dapatkan informasi lainnya seputar penelitian dan pelatihan penelitian untuk mengembangkan kemampuan penelitian kamu.

 

Related posts