Ribuan artikel ilmiah diterbitkan setiap harinya, sehingga peneliti sering kali kewalahan hanya untuk menemukan celah penelitian yang tepat untuk dijadikan referensi. Metode Systematic Literature Review (SLR) ada sebagai alat untuk memetakan, menyaring, dan merangkum berbagai riset terdahulu secara objektif dan sistematis. Lalu bagaimana cara untuk menggunakan metode ini dan kapan waktu yang tepat untuk digunakan?
Apa Itu Metode SLR?
Systematic Literature Review (SLR) adalah metode penelitian dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggabungkan semua penelitian terdahulu yang terkait dengan topik atau pertanyaan penelitian. Penelitian ini dilakukan secara terstruktur dan berdasarkan bukti yang ada.
Berbeda dengan tinjauan pustaka yang biasa (narrative review) cenderung tidak objektif karena peneliti bebas memilih jurnal sesuai dengan keinginan atau temuan. SLR harus menggunakan aturan yang jelas dan ketat dengan proses mencari, memilih, dan menganalisis penelitian terdahulu. Hal ini memungkinkan peneliti lain untuk mengulang prosesnya, sehingga mengurangi kemungkinan bias pribadi.
Metode ini sering digunakan untuk menemukan celah penelitian terdahulu, menghindari pengulangan penelitian yang sudah ada, menggambarkan perkembangan terbaru dalam ilmu pengetahuan, serta memperkuat dasar teori di dalam skripsi ataupun karya tulis ilmiah lainnya.
Kapan Memakai Metode SLR dalam Penelitian?
Metode SLR dalam penelitian digunakan saat dalam kondisi tertentu sebagai berikut:
1. Untuk Menemukan Celah Penelitian
Ketika ingin menulis skripsi, tesis, atau disertasi, dan perlu menunjukkan secara empiris bahwa tema yang dipilih belum pernah diteliti sebelumnya atau memerlukan pembaruan yang di mana penelitian tersebut terdapat celah dalam penelitian.
2. Topik Penelitian Sudah Sangat Banyak Dibahas
Ketika sudah ada banyak suatu topik dari karya tulis ilmiah seperti jurnal dan artikel ilmiah tentang suatu masalah, diperlukan sebuah penelitian yang dapat mengumpulkan, menggambarkan, dan menyimpulkan semua hasil temuan secara objektif.
3. Membutuhkan Dasar Teori yang Kuat
Saat ingin meninjau tren, teknologi, metode, teori terbaru selama tahun-tahun terakhir, lakukan metode SLR ini sebelum memulai pengembangan produk atau penelitian eksperimental.
4. Menyelesaikan Penelitian Tanpa Pengambilan Data Lapangan
SLR sangat cocok jika penelitian ada batasan waktu, biaya, atau akses ke lokasi. Hal tersebut dilakukan karena semua bahan yang digunakan sudah ada, yaitu artikel jurnal yang sudah terbit. Tidak perlu cari data baru atau lakukan penelitian lapangan. Semua sudah tersedia di internet. Kamu tinggal membaca, menganalisis, dan merangkum.
5. Target Publikasi ke Jurnal Bereputasi
Sebagian besar jurnal ilmiah terkenal lebih suka artikel yang menggunakan metode SLR. Metode ini memberikan ringkasan yang lengkap. Artikel yang menggunakan SLR sering menjadi acuan bagi para peneliti lain. Banyak orang merujuk pada artikel ini saat melakukan penelitian.
Para peneliti mengutip artikel tersebut dalam tulisan mereka. Ini menunjukkan pentingnya metode SLR dalam dunia penelitian, karena banyak peneliti mempercayai hasil yang diperoleh melalui metode ini. Kemudian informasi yang disajikan sangat akurat dan terperinci.
Baca juga: Perbedaan Metode Riset SLR dan Meta Analysis, Kapan Menggunakan Keduanya?
Cara Penelitian Menggunakan Metode SLR
Setelah mengetahui kapan metode SLR digunakan, maka dari itu perlu untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan metode SLR sebagai berikut:
1. Menentukan Pertanyaan Penelitian
Sebelum mencari penelitian terdahulu, sebaiknya pastikan dulu apa yang ingin dikaji. Gunakan kerangka kerja seperti PICOC, yang mencakup Populasi, Intervensi, Perbandingan, Hasil, dan Konteks.
Contoh pertanyaan penelitiannya sebagai gambarannya yaitu, “Bagaimana penerapan metode machine learning untuk deteksi penyakit jantung dalam 5 tahun terakhir?” Pertanyaan seperti ini menjadi arahan utama agar pencarian literatur tetap terarah dan tidak terganggu oleh topik lain.
2. Membuat Strategi Pencarian Data
Pilih basis data akademik yang cocok untuk digunakan, seperti Google Scholar, Scopus, IEEE Xplore, atau ScienceDirect. Tentukan kata kunci utama yang sesuai dengan topik penelitian kamu. Gabungkan kata kunci tersebut dengan operator Boolean seperti AND, OR, dan NOT untuk mempersempit hasil pencarian.
Misalnya, gunakan string pencarian: “systematic review” AND “machine learning” AND “heart disease prediction”. Tetapkan juga batasan tahun terbit, seperti periode 2021 hingga 2026, agar hasil pencarian lebih relevan dan berdasar dari penelitian terbaru.
3. Melakukan Seleksi dan Penyaringan Literatur
Gunakan panduan PRISMA untuk memilih artikel yang tepat. Tentukan kriteria inklusi, yaitu syarat yang harus dipenuhi agar sebuah artikel diterima. Misalnya, artikel harus berasal dari jurnal internasional terkemuka, ditulis dalam bahasa Inggris, dan membahas topik tertentu. Kemudian tentukan kriteria eksklusi, yaitu syarat yang membuat artikel ditolak.
Contohnya, artikel yang termasuk dalam kategori grey literature, prosiding tanpa teks lengkap, atau terbit di luar rentang tahun yang ditentukan.
Lakukan penyaringan secara bertahap. Mulai dari membaca judul, lalu lanjut ke abstrak dan akhirnya baca seluruh isi teks. Pastikan setiap artikel dipertimbangkan dengan cermat pada setiap tahap. Proses ini membantu memastikan bahwa hanya artikel yang berkualitas tinggi dan relevan yang masuk ke dalam sistematis review.
4. Menilai Kualitas Studi
Tidak semua artikel yang melewati seleksi awal cocok untuk digunakan dalam penelitian metode SLR. Buat alat penilaian kualitas yang sederhana, misalnya dengan daftar pertanyaan ya atau tidak, untuk memastikan apakah metode penelitian dalam artikel tersebut benar, jelas, dan bebas dari bias. Artikel yang memiliki kualitas rendah sebaiknya tidak digunakan agar hasil akhir dari SLR tetap bisa dipercaya.
5. Ekstraksi Data dan Sintesis Hasil
Salin informasi penting dari artikel yang dipilih ke dalam tabel matriks ekstraksi data, termasuk nama peneliti, tahun penelitian, metode yang digunakan, sampel, dan hasil dari penelitian. Setelah informasi penting diperoleh, lakukan sintesis atau penggabungan data dengan mengelompokkan hasil temuan ke dalam beberapa kata kunci. Tunjukkan persamaan, perbedaan, dan kesimpulan dari berbagai artikel tersebut untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya.
Itulah cara untuk menggunakan metode SLR dalam penelitian. Pada akhirnya, menguasai metode Systematic Literature Review bukan hanya cara untuk merangkum banyak bacaan, melainkan kunci utama untuk menghasilkan karya ilmiah yang kokoh, berbobot, dan benar-benar berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Kuasai Penelitian Metode SLR yang Praktis
Penggunaan SLR tidak bisa dilakukan secara sembarangan, maka dari itu apabila masih kebingungan atau ingin mendalami metode SLR, kelas Bootcamp dari Ebizmark hadir untuk membantu pendalaman metode SLR secara terjangkau. Jangan sampai melewatkan kesempatan ini ya!
Follow @ebizmark.id di Instagram dan @ebizmark.id di TIkTok untuk mendapatkan informasi mengenai penelitian, bootcamp, webinar, short class, hingga e-course yang bisa kamu akses secara terjangkau, bahkan gratis! Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk berkembang ya!







