5 Kesalahan Skripsi Mixed Method Dikritik Dosen

Gravatar Image

Skripsi mixed method kerap dijadikan sebagai solusi bagi para mahasiswa yang kekurangan data ketika terjun di lapangan. Biasanya hal ini terjadi pada mahasiswa yang memakai metode penelitian kualitatif, lalu untuk menambal data yang kurang kemudian menggunakan metode penelitian tambahan kuantitatif sebagai kelengkapan data.

 

Read More

Penggabungan metode penelitian tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena berpotensi adanya kesalahan. Lalu bagaimana jika sudah terlanjur adanya kesalahan pada metode campuran ini? Dan seperti apa kesalahan-kesalahan pada metode penelitian campuran? Simak penjelasan lebih lanjut di artikel ini!

 

Baca juga: Mixed Method Research: Ini penjelasan lengkapnya!

 

5 Kesalahan Mahasiswa dalam Penelitian Skripsi Mixed Method

 

1. Desain Penelitian Tidak Selaras (Metode Campuran Pseudo)

 

Kesalahan ini muncul akibat penggabungan dua metode penelitian, yaitu pendekatan kuantitatif yang berbasis angka dan pendekatan kualitatif yang dilakukan tanpa perencanaan yang baik. Banyak mahasiswa hanya menggabungkan keduanya tanpa menentukan rencana penelitian yang jelas sejak awal. Akibatnya, masing-masing data baik berupa angka maupun naratif, tidak saling mendukung dalam bagian pembahasan.

 

Tidak adanya kerangka penulisan (outline), pembagian porsi antara penjelasan kualitatif dan kuantitatif berpotensi tidak seimbang. Pembagian yang menyebabkan kesalahan bisa disebabkan karena hanya fokus pada angka, sementara penjelasan secara naratif hanya ditempatkan sebagai pelengkap, hal ini juga berlaku sebaliknya. Kesalahan tersebutlah yang akhirnya menyebabkan penjelasan hanya berat sebelah.

 

​2. Ketimpangan Porsi Mixed Method

 

Disinggung pada poin pertama, kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa adalah ketidakseimbangan antar metode yang dipakai. Penggunaan satu metode yang dominan biasanya yang bersifat kuantitatif, sedangkan kualitatif, hanya sebagai tambahan yang di mana analisisnya menjadi sangat dangkal. Bisa juga terjadi sebaliknya, yaitu bagian kuantitatif yang mendalam tapi kualitatifnya tidak cukup mendukung.

 

Hal ini juga dapat terjadi ketika jumlah narasumber yang diambil secara kualitatif terlalu sedikit atau tidak representatif bisa jadi penyebab hasil statistik yang sulit dipahami. Contohnya, hanya mewawancarai dua orang saja untuk menjelaskan suatu keanehan dalam regresi yang melibatkan ratusan orang.

 

Baca juga: Data Penelitian Kualitatif Tidak Lengkap? Ini Dia Solusinya!

 

3. ​Kelemahan dalam Instrumen dan Triangulasi

 

Bedanya penggunaan alat ukur kuantitatif seperti angket, dengan pedoman wawancara kualitatif, membuat data dari kedua metode penelitian tidak saling mendukung atau mengonfirmasi. Dari sini mahasiswa biasanya gagal melakukan triangulasi data antara angka statistik dan narasi wawancara. Di mana narasi kualitatif sering kali hanya dijadikan kutipan pajangan tanpa dianalisis secara sistematis menggunakan metode tematik.

 

​4. Kesalahan Penarikan Sampel (Sampling Mismatch)

 

Kesalahan lain yang sering menjadi kritikan dosen adalah metode pengambilan sampel atau kelompok responden yang tidak relevan. Contohnya, metode pengambilan sampel memilih individu untuk diwawancarai yang sama sekali tidak berkaitan dengan ratusan orang yang telah mengisi kuesioner atau daftar pertanyaan numerik.

 

​5. Analisis Data Kualitatif dan Hasil Kuantitatif yang Terpisah

 

Banyak mahasiswa memisahkan menggunakan sub bab antara pembahasan kualitatif dengan kuantitatif. Namun mahasiswa biasanya tidak menjelaskan bagaimana data kualitatif itu menjelaskan atau menjawab angka yang sudah ditemukan sebelumnya. Karena mahasiswa melakukan hal tersebut, penelitian terlihat seperti dua karya yang dipaksa digabung, bukan satu kesatuan yang saling mendukung akibat tidak adanya kesimpulan antar dua temuan data tersebut.

 

Mahasiswa dalam skripsi metode campurannya juga belum bisa menjelaskan bagaimana data kualitatif dapat menguraikan, mendukung, atau bahkan menentang hasil statistik yang sudah diperoleh sebelumnya.

 

Solusi Memperbaiki Kesalahan di Skripsi Mixed Method

 

1. Menata Ulang Cara Penyajian Data di Bab Pembahasan

 

Pada pembahasan sebelumnya, hasil statistik dan wawancara disajikan secara terpisah. Maka dari itu, kamu perlu menunjukkan bagaimana cerita dari narasumber bisa menjelaskan lebih dalam, menambahkan konteks, atau bahkan memberi jawaban terhadap temuan data yang sudah ada.

 

Penjelasan dari narasumber bukan hanya sekadar tambahan, tapi bisa mengubah cara memahami data statistik. Dengan begitu, pembahasan menjadi lebih hidup dan berbobot. Kamu juga harus menyambungkan kata-kata dari narasumber dengan angka-angka yang ada, untuk menunjukkan bagaimana keduanya saling melengkapi. Sehingga apabila kamu tidak biarkan data dan cerita berjalan sendiri-sendiri, menghubungkan keduanya dapat membuat pembaca bisa melihat gambaran yang lebih utuh.

 

Pastikan pembagian porsi pembahasan antara kualitatif dengan kuantitatif seimbang dan saling terhubung.

 

2. Perbaiki Instrumen atau Alat Pengumpulan Data

 

Kamu harus memastikan semua pertanyaan atau pernyataan dalam instrumen atau kuesioner berhubungan dengan daftar pertanyaan wawancara, supaya data yang dikumpulkan tidak menyentuh topik lain. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya bias pembahasan menjadi melebar atau bahkan tidak menyambung.

 

3. Menjadikan Pengisi Kuesioner sebagai Narasumber untuk Diwawancarai

 

Apabila kamu sudah memilih seseorang untuk diwawancarai tetapi ternyata tidak sesuai dengan data angka, carilah kembali beberapa narasumber dari kelompok pengisi kuesioner. Fokuslah pada mereka yang memberikan jawaban paling berbeda atau menarik, karena mereka dapat menjadi subjek wawancara yang mendalam. Dari penjelasan narasumber dapat membantu menjelaskan data angka yang ada.

 

4. Menggunakan Tabel Ringkasan

 

Penggunaan tabel ringkasan khusus di bagian pembahasan, tabel ringkasan akan memetakan titik temu antara angka dan narasi. Sehingga pembahasan yang serupa akan langsung terlihat oleh dosen pembimbing, tanpa harus melihat ketidakterikatan antar pembahasan data.

 

Itulah beberapa solusi bagi kamu yang sudah terlanjur melakukan kesalahan pada penelitian mixed methods. Pastikan kembali naskah skripsimu sebelum proses bimbingan dengan dosen, agar tidak mendapatkan banyak revisi lagi.

 

Baca juga: Data Penelitian Kuantitatif Tidak Normal? Begini Cara mengatasinya!

 

Cara Praktis Olah Data Mixed Method dan Bimbingan dengan Ahli

 

Olah data memang dirasa cukup memusingkan bagi beberapa mahasiswa yang baru terjun ke dalam penelitian, tapi kamu bisa menggunakan jasa olah data oleh MyData yang sangat membantu dalam efisiensi waktu penelitian kamu. Kamu juga bisa mendapatkan bimbingan dengan para ahli supaya skripsi kamu minim revisi dari dosen pembimbing.

 

Follow @ebizmark.id di Instagram dan @ebizmark.id di TIkTok untuk mendapatkan informasi mengenai penelitian, bootcamp, workshop, webinar, short class, hingga ecourse yang bisa kamu akses secara terjangkau, bahkan gratis! Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk berkembang ya!

 

Related posts