Data Penelitian Kualitatif Tidak Lengkap? Ini Dia Solusinya!

Gravatar Image

Data penelitian kualitatif tidak lengkap dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tingkat akhir maupun para peneliti lainnya. Daripada memperoleh kembali narasi yang lengkap, transkrip wawancara yang terputus, catatan observasi yang hilang, atau dokumen pendukung yang tercecer malah mengakibatkan proses analisis terhenti di tengah jalan.

Bias dapat terjadi apabila data penelitian kamu tidak lengkap yang diakibatkan oleh banyak hal. Sehingga hal ini akan mendapatkan penolakan oleh dosen penguji serta reviewer jurnal ilmiah. Maka dari itulah kamu harus mengerti sumber masalah dan solusi praktis untuk menangani data kualitatif yang tidak lengkap, agar laporan penelitian kamu menjadi valid dan tidak bias lagi.

Read More

Baca juga: Langkah Termudah Penelitian Kualitatif Menggunakan NVivo 15


Penyebab Utama Data Penelitian Kualitatif Dinyatakan Tidak Lengkap

 

Sebelum memperbaiki data yang tidak lengkap, langkah pertama adalah mencari tahu terlebih dahulu asal ketidaklengkapan data pada penelitian kamu. Dalam literatur tentang metode penelitian modern, ada beberapa faktor utama yang sering tidak diperhatikan oleh para peneliti, sehingga menjadi penyebab kurangnya data.

 

1. Penggalian Informasi Kurang Mendalam

Informasi yang didapat untuk penelitian dianggap kurang mendalam karena peneliti sering kali merasa puas dengan jawaban seadanya dari narasumber. Padahal, informasi yang jelas harus digali secara dalam untuk mengetahui bagaimana suatu hal bisa terjadi dan mengapa hal itu terjadi.

 

2. Narasumber Tertutup dan Tidak Menghasilkan Informasi Berdaging

Meskipun tahap pertama sudah berusaha dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam, tetapi hal itu terkadang terhambat oleh narasumber yang enggan memberikan informasi secara penuh. Biasanya narasumber yang terpilih adalah seorang pribadi yang tertutup. Sehingga akan sulit untuk mendapatkan informasi penting karena akan cenderung menutupi sesuatu.

 

3. Pencatatan Lapangan yang Buruk

Ketika melakukan proses wawancara, peneliti dapat melakukan kesalahan. Terlambatnya memulai rekaman audio ketika wawancara sudah berlangsung, catatan lapangan malah ditulis setelah wawancara dilakukan pada beberapa waktu lalu yang cukup lama, ataupun konteks non-verbal hilang ketika data dikumpulkan karena tercecer. Hal-hal tersebut bisa saja terjadi ketika di lapangan maupun setelahnya.

Sebaiknya kamu melakukan persiapan awal agar menghindari hal tersebut, seperti bersiap merekam audio bahkan sebelum wawancara dimulai dan langsung melakukan pencatatan ketika proses wawancara.

 

4. Belum Mencapai Titik Kejenuhan (Data Saturation)

Wawancara yang dilakukan terhadap beberapa narasumber seharusnya mencapai titik jenuh. Maksudnya adalah ketika mewawancarai beberapa narasumber, jawaban mereka sama tanpa adanya informasi baru secara signifikan.

Apabila penelitian belum mencapai saturasi data atau titik jenuh, maka sebaiknya kamu terus mencari narasumber dan melakukan tahap wawancara lagi hingga mencapai titik jenuh. Kamu bisa berhenti mencari narasumber lainnya ketika jawaban narasumber memiliki pola berulang.


Baca juga: 6 Teknik Pengumpulan Data Kualitatif yang Harus Diketahui


Langkah Mudah Mengatasi Data Penelitian Kualitatif yang Tidak Lengkap

 

Kalau kamu sudah si situasi data tidak lengkap dan juga berantakan, jangan panik dan kamu harus tetap tenang. Lakukan beberapa langkah ini agar data penelitian kamu jadi lengkap.

 

1. Lakukan Triangulasi Sumber dan Metode Lanjutan

Jika informasi yang didapatkan dari wawancara mendalam tidak memadai atau hasilnya diragukan, jangan hanya mengandalkan satu sumber sumber saja. Lakukan triangulasi sumber yang merupakan sebuah teknik pengecekan keabsahan data penelitian kualitatif dengan membandingkan dan mengecek ulang kebenaran informasi yang diperoleh.

Kamu bisa membandingkan transkrip wawancara dengan dokumen arsip, hasil observasi, dan sebagainya. Dengan menggabungkan berbagai perspektif ini, kekurangan data dapat terisi secara objektif tanpa perlu memanipulasi atau membuat data yang tidak ada.

 

2. Mengadakan Wawancara Lanjutan

Informasi tambahan diperlukan untuk memperdalam informasi yang belum mencapai titik jenuh. Gunakan wawancara lanjutan dengan membahas hal-hal yang belum dibahas sebelumnya pada narasumber kunci. Jika wawancara yang kamu lakukan belum capai titik jenuh, kamu bisa mencari tambahan narasumber.

Tahap ini adalah tahap perbaikan, maka dari itu kamu harus mempersiapkan daftar pertanyaan yang lebih tajam dan mendalam agar penambahan wawancara ini berjalan dengan efektif dan efisien.


Itulah bagaimana cara untuk mengatasi data penelitian kualitatif yang tidak lengkap. Memang proses tersebut akan melelahkan karena membutuhkan ketelitian tinggi dan juga kesabaran. Namun kamu bisa menggunakan solusi pengolahan data agar penelitian kamu selesai dengan cepat.


Solusi Olah Data Penelitian Kualitatif Sekaligus Bimbingan dengan Ahli

 

Olah data yang dilakukan seorang diri cukup melelahkan, belum lagi jika ditambah dengan waktu penelitian yang ditambah akibat kurangnya data kualitatif. Di MyData kamu bisa menggunakan jasa olah data sekaligus mendapatkan bimbingan oleh ahli, loh! Jadi, ayo gunakan kesempatan ini untuk menyelesaikan penelitian kamu dengan cepat!

 

Related posts