Metode Penelitian Fenomenologi yang Harus Diketahui Mahasiswa

Gravatar Image

Penelitian fenomenologi secara sederhana adalah metode kualitatif yang fokus pada pencarian pengalaman nyata atau sadar yang dialami langsung oleh seseorang terhadap suatu fenomena tertentu. Metode ini bertujuan untuk menelusuri arti mendalam dari pengalaman kehidupan. Dibandingkan menghitung berapa banyak orang yang mengalami suatu peristiwa seperti pada kuantitatif, metode ini memusatkan perhatian pada kualitas pengalaman.

Bagi kamu, mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi, memilih metode penelitian kualitatif sering menjadi tantangan. Di antara banyak pendekatan yang ada, fenomenologi menjadi salah satu metode yang banyak digunakan pada bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, ilmu komunikasi, sampai pendidikan.

Read More

Lalu bagaimana karakter, jenis, dan kapan harus menggunakan metode fenomenologi? Simak lebih lanjut di bawah ini.

 

Baca juga: Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi

 

Karakteristik Kunci Metode Fenomenologi

Jika kamu sudah paham metode kualitatif lain seperti studi kasus atau etnografi, berikut adalah ciri-ciri khusus dari penelitian fenomenologi:

 

1. Fokus pada Makna Pribadi

Data yang dicari bukan data objektif di luar dari subjek, yang dicari justru cara individu memaknai peristiwa yang mereka alami. Setiap orang mempunyai pandangan sendiri tentang hal yang sama, sehingga ini menjadi karakteristik dalam penelitian fenomenologi.

 

2. Purposive Sampling

Fenomenologi tidak membutuhkan banyak orang hingga ratusan seperti penelitian kuantitatif. Biasanya hanya sekitar 5-15 orang saja yang akan dijadikan narasumber. Tetapi partisipan bisa dari siapa saja (bukan ahlinya) yang relevan dengan fenomena atau bahkan mengalaminya secara langsung.

 

3.Wawancara yang Mendalam

Data dikumpulkan melalui wawancara yang terbuka dan tidak terstruktur. Di sini kamu ditempatkan sebagai pendengar sehingga tidak ada daftar pertanyaan yang tepat. Dari sanalah narasumber akan bercerita dengan mengalir untuk mendapatkan gambaran yang kaya tentang pengalaman pribadi mereka.

 

Jenis Metode Penelitian Fenomenologi

Fenomenologi merupakan metode penelitian yang memiliki jenisnya, di antaranya ialah:

 

1. Fenomenologi Deskriptif (Transendental)

Jenis metode fenomenologi ini ditemukan oleh Edmund Husserl yang berfokus pada penjelasan pengalaman hidup narasumber secara nyata tanpa campur tangan atau penafsiran dari peneliti. Biasanya metode ini menggunakan teknik bracketing (epoche), yaitu peneliti melepas semua asumsi, persepsi, dan teori pribadi agar analisis hanya fokus pada inti kesadaran partisipan.

 

2. Fenomenologi Hermeneutika (Interpretatif)

Pada fenomenologi yang dikembangkan oleh Martin Heidegger berjenis Hermeneutika, bertujuan untuk menyelidiki makna tersembunyi di balik pengalaman hidup manusia yang selalu dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan sejarah.

Jenis metode ini memiliki ciri-ciri utama yaitu menolak bracketing total. Peneliti percaya bahwa manusia selalu terikat pada konteks kehidupannya, sehingga prasangka atau pengetahuan awal peneliti digunakan untuk menginterpretasikan teks wawancara.

 

3. Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)

Bagian ini dikembangkan oleh Jonathan Smith yang berfokus pada metode praktis fenomenologi terapan yang jelas menyelidiki cara individu memahami dan memberi makna pada peristiwa penting dalam hidupnya.

Ini adalah penggabungan antara prinsip fenomenologi, hermeneutika (penafsiran), dan ideografi (analisis mendalam setiap kasus individu).

 

Kapan Harus Menggunakan Metode Ini?

Metode ini sangat cocok dipakai kalau rumusan masalah penelitian kamu diawali dengan pertanyaan “Bagaimana pengalaman…” atau “Apa arti….”

Sebagai contoh, kamu akan meneliti:

  • Apa yang dialami secara psikologis oleh tenaga kesehatan yang melayani di garda terdepan selama pandemi?
  • Apa arti hubungan toxic bagi perempuan yang mengalami kekerasan dalam berpacaran?
  • Bagaimana mahasiswa perantau menyesuaikan diri menghadapi gegar budaya (culture shock) di tahun pertama kuliah?

Fenomena ini sangat bersifat pribadi dan tidak bisa hanya dinilai lewat kuesioner berbasis angka. Oleh karena itu fenomenologi dapat menjadi metode penelitianmu karena sesuai dengan pertanyaan penelitian.

 

Baca juga : Data Penelitian Kualitatif Tidak Lengkap? Ini Dia Solusinya!

 

Solusi Bimbingan Penelitian agar Tidak Salah Pilih Metode

Bagi kamu yang masih kebingungan atau kurang yakin dengan rancangan penelitian kamu, kamu bisa konsultasi bimbingan bersama para ahli oleh MyData. Ini sangat terbuka untuk kamu agar penelitian kamu tidak kehilangan arah di pertengahan penelitian.

Ayo konsultasi sekarang supaya penelitianmu bisa berlangsung lancar! Jangan sampai lewatkan kesempatan ya!

Related posts