Analisis data penelitian itu mirip merakit puzzle dengan ribuan potongan, terutama ketika variabel yang diuji menjadi lebih kompleks. Kalau kamu sedang melakukan penelitian kuantitatif yang memerlukan banyak variabel independen, variabel dependen, dan variabel mediasi, maka regresi linier sederhana kemungkinan tidak cukup. Kamu bisa mempertimbangkan untuk menggunakan SEM AMOS dalam penelitianmu. Simak artikel ini untuk mengetahui penggunaannya.
Baca juga: Cara Mudah Agar Kuesioner Penelitian Kuantitatif Terhindar dari Bias Responden
Apa Itu SEM AMOS dan Alasan Penggunaannya
Structural Equation Modeling (SEM) adalah metode analisis yang menggabungkan beberapa teknik seperti analisis faktor konfirmatori, analisis jalur (path analysis), dan regresi linier berganda. Tujuannya adalah untuk menilai hubungan antar variabel secara bersamaan dan lebih komprehensif.
AMOS (Analysis of Moment Structures) adalah salah satu software yang paling sering digunakan untuk melakukan analisis SEM berbasis kovarian atau yang dikenal sebagai CB-SEM. Berbeda dengan metode seperti PLS yang lebih fokus pada prediksi dan keakuratan ramalan, AMOS lebih cocok digunakan ketika tujuan utama penelitian adalah menguji kecocokan teori dengan data pada keadaan nyata di lapangan.
Penggunaan AMOS beralasan karena adanya strategi yang dapat mempermudah proses analisis, yaitu:
- Memudahkan Olah Data Kuesioner Bersampel di atas 100-200
Jika kamu menetapkan sampel berjumlah besar lebih dari 100 hingga 200 responden, software AMOS sangat cocok untuk digunakan. AMOS akan memberikan hasil estimasi populasi yang jauh lebih akurat untuk penelitian kuantitatif.
- Perhitungan Error Pengukuran Secara Otomatis
AMOS dapat menghitung pengukuran secara otomatis yang juga menguji struktur hubungan sebab dan akibat antar variabel secara serentak dalam satu kali kalkulasi. Sehingga kamu tidak perlu bulak-balik secara manual untuk pengukurannya.
- Penggambaran Model Penelitian Secara Langsung
Pengguna AM0S akan memungkinkan untuk langsung menggambar model penelitian yang lengkap dengan anak panah kausalitas dan variabel indikator.
Dari alasan itulah SEM menggunakan AMOS menjadi lebih praktis. Untuk itulah AMOS menjadi alternatif software untuk kamu yang akan atau sedang menyusun penelitian kuantitatif.
Langkah-langkah Olah Data SEM dengan AMOS
Penggunaan software AMOS membutuhkan alur kerja dalam pengoperasiannya. Berikut ini adalah langkah yang harus dilakukan dalam penelitian SEM menggunakan AMOS:
1. Menggambar Model Penelitian
Kerangka pemikiran teoritis yang biasanya ada di bab dua pada skripsi yang memaparkan variabel terikat, variabel bebas, dan juga teori yang digunakan pada penelitian. Pemikiran teoritis itu kamu pindahkan ke dalam bidang kerja AMOS.
Kamu perlu menggambar variabel bebas dan terikat yang kemudian kamu hubungkan dengan anak panah dari hipotesis, lalu menambahkan residual error pada setiap variabel terikat.
2. Uji Validitas dan Reliabilitas
Lakukanlah uji validitas dan reliabilitas, tapi kamu harus pastikan kuesioner yang disebar benar-benar bisa mengukur apa yang kamu teliti dan seharusnya diukur. Data dinyatakan valid apabila indikator dari nilai Factor Loading lebih dari 0,70 dan dinyatakan reliabel apabila nilai lebih dari 0,70.
3. Uji Normalitas dan Outlier
Pada software AMOS ada syarat bahwa data yang terdistribusi haruslah normal, terutama normalitas multivariat. Ini dapat dilihat apabila rentang multivariat berada pada kurang lebih 2,58 yang juga data harus terbebas dari outlier yang ekstrem.
4. Uji Kesesuaian Model
Ini adalah langkah yang sangat penting untuk melihat apakah model teoritis yang kamu buat benar-benar cocok dengan data empiris yang ada. Banyak peneliti sering menggunakan berbagai indeks untuk menilai kecocokan ini, seperti Chi-Square, RMSEA, GFI, CFI, dan TLI. Setiap indeks ini memberikan gambaran tentang seberapa baik model tersebut menggambarkan realitas yang diamati.
5. Uji Hipotesis dan Mediasi
Setelah model dinyatakan cocok dengan temuan data, kamu bisa membaca output pada tabel Estimates. Nilai yang membuktikan hipotesis memiliki pengaruh yang signifikan adalah nilai Critical Ratio (CR) > 1,96 atau P-value < 0,05.
Itulah langkah-langkah yang harus kamu lakukan dalam olah data SEM menggunakan software AMOS. Pastikan untuk melakukan semua langkah tersebut agar penelitianmu tidak menghasilkan bias.
Baca juga: Data Penelitian Kuantitatif Tidak Normal? Begini Cara mengatasinya!
Pendalaman Teknik Olah Data SEM Menggunakan AMOS
Bagi kamu yang ingin bergabung ke kelas intensif bersama ahlinya untuk memperdalam pemahaman SEM menggunakan AMOS, kamu bisa bergabung ke short class yang diadakan oleh KarirNex secara terjangkau. Ayo daftar sekarang supaya kamu bisa mendapatkan tips publikasi dan penulisan penelitian SEM. Jangan sampai lewatkan kesempatan ini, karena sangat terbatas!







