Metode meta analisis dapat digunakan untuk peneliti yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode ini jarang digunakan oleh mahasiswa S1 yang mengambil penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Maka dari itu, artikel ini ada agar mahasiswa mengetahui alternatif lain metode yang dapat digunakan dalam penelitian kuantitatif, yaitu metode meta analisis.
Baca juga: Perbedaan Metode Riset SLR dan Meta Analysis, Kapan Menggunakan Keduanya?
Mengapa Menggunakan Metode Meta Analisis dalam Penelitian?
Metode penelitian meta analisis yang masuk ke dalam pendekatan kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk menggabungkan, merangkum, dan menganalisis data statistik dari beberapa penelitian terdahulu yang sejenis dan relevan.
Penelitian menggunakan metode ini karena dapat berfungsi sebagai:
1. Sebagai Peningkatan Kekuatan Statistik
Penggabungan jumlah kecil dari beberapa penelitian terdahulu akan menghasilkan taraf kesalahan yang lebih kecil karena jumlah sampel menjadi semakin bertambah. Hal ini menjadikan estimasi data yang ada jauh lebih akurat dan dapat digeneralisasi.
2. Menyelesaikan Hasil Penelitian yang Bertentangan
Hasil dari penelitian tidak akan selalu sama. Jika pada penelitian A menyatakan bahwa sebuah metode efektif, tetapi pada penelitian B hasilnya justru tidak efektif, maka meta analisis dapat menggabungkan keduanya untuk menentukan kecenderungan dari hasil yang didapat.
3. Menilai Hasil yang Bervariasi (Heterogeneity)
Metode meta analisis digunakan untuk memahami apa yang membuat hasil sebuah penelitian berbeda dibandingkan dengan penelitian lainnya. Misalnya, perbedaan dosis yang diberikan, perbedaan karakteristik penduduk yang diambil sebagai sampel, atau adanya variabel lain yang memengaruhi hasilnya.
4. Dasar Pengambilan Keputusan
Di sektor medis, ilmu pengetahuan, dan kebijakan publik, meta analisis dianggap sebagai bagian teratas dari piramida bukti ilmiah. Ini adalah kerangka yang berbasis bukti dan digunakan untuk menemukan intervensi atau regulasi yang paling efektif. Meta analisis akhirnya menjadi acuan utama karena menggabungkan hasil dari berbagai penelitian untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan akurat.
5. Mengidentifikasi Celah Penelitian
Metode ini juga membantu peneliti memahami area yang sudah memiliki bukti ilmiah yang kuat. Melalui meta analisis peneliti juga dapat mencari celah penelitian dari penelitian-penelitian sebelumnya dan mengetahui topik yang masih memerlukan penelitian lapangan tambahan.
Langkah Mudah Menggunakan Metode Meta Analisis dalam Penelitian
Setelah mengetahui fungsi dari metode meta analisis, kini kita beralih ke cara penggunaan metode ini yang mudah bagi pemula, sebagai berikut:
1. Tentukan Rumusan Masalah Menggunakan Formula PICO
Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan rumusan masalah yang bisa menggunakan strategi atau panduan PICO, yaitu:
- Population (siapa subjeknya).
- Intervention (hal apa yang ingin diuji).
- Comparison (apa perbandingannya).
- Outcome (apa hasil yang ingin diukur).
Contoh mudahnya, “Apakah pembelajaran dengan game lebih efektif meningkatkan nilai matematika siswa SMA dibandingkan dengan metode ceramah?”
2. Buat Aturan Seleksi Penelitian Terdahulu (Inklusi dan Eksklusi)
Aturan penyeleksian ini bertujuan agar penelitian terdahulu terforsir sebelum masuk ke dalam penelitian menggunakan metode meta analisis. Kriteria yang dipakai dapat berupa kriteria inklusi (diterima) dan eksklusi (dibuang).
Contoh Kriteria Inklusi:
- Diterbitkan dalam rentang waktu maksimal 5 tahun.
- Terdapat data statistik hasil penelitian yang lengkap.
Contoh Kriteria Eksklusi:
- Artikel kualitatif yang hanya berisi hasil wawancara atau narasi tanpa angka statistik.
- Data statistik pada penelitian terdahulu tidak lengkap atau tidak bisa dihitung.
3. Cari Penelitian Terdahulu yang Relevan dari Database Artikel
Tahap ini terhubung ke cara pada poin 2, penelitian terdahulu harus dicari dalam database artikel seperti Google Scholar ataupun Scopus apabila memiliki akses. Contohnya dapat mencari sekitar 10-30 artikel kuantitatif yang relevan dengan penelitian yang akan atau sedang digarap.
4. Ambil Data Statistik dari Setiap Penelitian Terdahulu
Data statistik dari penelitian terdahulu diambil kemudian dimasukkan ke dalam tabel ekstraksi data yang berisi:
- Nomor
- Penulis dan tahun penelitian
- Judul penelitian
- Metode yang digunakan
- Jumlah sampel
- Temuan atau hasil utama
5. Hitung Effect Size dalam Metode Meta Analisis
Effect size adalah nilai yang menunjukkan seberapa besar pengaruh atau hubungan dalam sebuah penelitian. Jadi dalam metode ini tidak hanya memeriksa apakah hasilnya signifikan, tapi juga menilai seberapa besar dampaknya. Pada penelitian yang membandingkan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, salah satu ukuran effect size yang sering dipakai adalah Hedges’ g yang di mana satu penelitian menghasilkan satu effect size.
Perhitungan effect size ini dapat melalui software seperti SPSS. Namun perlu diperhatikan pada penelitian terdahulu yang didapat, karena tidak semua penelitian terdapat hasil Mean dan SD (Standard Deviation) yang merupakan simpangan baku. Di beberapa penelitian, justru yang terlihat hasilnya adalah nilai t, F, atau korelasi, yang di mana metode perhitungan effect size harus disesuaikan dengan data yang tersedia.
6. Gabungkan Effect Size dari Setiap Penelitian Terdahulu
Bagian ini adalah inti dari metode meta analisis yang bertujuan untuk mendapatkan kesimpulan dari berbagai penelitian yang berbeda tapi relevan. Penggabungan dari effect size juga agar mendapatkan kesimpulan yang lebih kuat daripada hanya mengandalkan satu penelitian saja.
7. Cek Heterogenitas
Pada penelitian perlu melihat apakah hasil antar penelitian apakah relatif sama atau justru hasilnya berbeda. Dari sinilah biasanya peneliti menggunakan model random effects, terutama penelitian yang berasal dari populasi, metode, atau kondisi yang berbeda.
8. Buat Forest Plot sebagai Visual Metode Meta Analisis
Forest plot berfungsi untuk memeriksa apakah setiap penelitian menunjukkan hasil yang mirip atau berbeda secara signifikan dibandingkan gabungan semua data. Selain itu juga fungsi utamanya untuk menunjukkan hasil secara visual. Setiap penelitian biasanya ditampilkan sebagai titik atau kotak, dengan garis yang menandakan interval kepercayaan. Di bagian bawah, ada bentuk berlian yang menggambarkan hasil keseluruhan dari semua penelitian.
9. Cek Publication Bias
Bias publikasi berhubungan dengan kepercayaan terhadap kesimpulan meta analisis. Hal ini adalah keadaan ketika ada kemungkinan dari sebuah penelitian dipublikasikan atau mudah ditemukan, tapi tergantung pada hasil penelitian yang diperoleh. Misalnya, penelitian yang menunjukkan hasil yang kuat atau positif lebih mungkin diterbitkan dibandingkan dengan penelitian yang hasilnya tidak signifikan.
Baca juga: Data Penelitian Kuantitatif Tidak Normal? Begini Cara mengatasinya!
Solusi Olah Data yang Praktis, Hemat Waktu, dan Tenaga untuk Peneliti
Penelitian menggunakan metode meta analisis memang terasa berat dan membutuhkan ketelitian yang pasti. Namun bagi para peneliti yang tidak mempunyai waktu lebih untuk mengolah temuan data dalam penelitian, MyData menyediakan jasa olah data bahkan hingga bimbingan! Maka dari itu, jangan sampai melewatkan kesempatan ini ya!
Follow akun Instagram @mydata_id dan Tiktok @mydata.id untuk dapatkan informasi seputar pengolahan data. Apabila ingin mendapatkan pelatihan terkait penelitian secara terjangkau bahkan gratis, Ebizmark hadir untuk menjadi solusi dalam penelitian.
