Mengenal Metode Practice-Based Research (PBR): Definisi, Penggunaan, dan Tips

Gravatar Image
Ilustrasi Artikel Practice-Based Research

Practice-Based Research (PBR) merupakan suatu metode penelitian yang sering terdengar oleh akademisi, peneliti, dan mahasiswa yang berhubungan dengan pengembangan produk maupun seni. Bagi kamu yang merasa bosan oleh penelitian dengan metode yang kaku, atau bahkan ingin menghadapi tantangan yang baru, kamu bisa menggunakan metode PBR. Untuk definisi, cara penggunaan metodenya, dan tips penelitian PBR, kamu dapat menyimak penjelasan di bawah ini.

 

Read More

Apa Itu Penelitian Menggunakan Metode Practice-Based Research?

Metode penelitian practice-based research adalah penelitian yang berbasis pada praktik. Secara sederhananya, metode penelitian ini dilakukan dengan cara membuat suatu produk atau karya nyata. Ini membuat metode PBR berbeda dengan metode pada umumnya yang hanya berupa teori, data, dan angka. Di metode ini, kamu dituntut untuk menghasilkan sebuah produk nyata atau fisik dan laporan tertulis sebagai pendampingnya.

Output yang dikeluarkan pada metode PBR adalah karya yang bentuknya bisa bermacam-macam tergantung bidang keahlian kamu. Keluaran produk bisa berupa film pendek atau hal-hal yang menyangkut dengan kebutuhan film, lukisan, prototipe aplikasi, desain, hingga rancangan tata kota.

Dalam PBR, kamu dituntut untuk mengeluarkan sebuah produk karena masalah yang kamu teliti berada di dalam karya tersebut. Orang lain tidak akan bisa memahami hasil penelitianmu secara utuh kalau mereka tidak melihat atau berinteraksi langsung dengan produk akhirnya. Laporan tertulis yang menyertainya hanya berfungsi untuk menjelaskan bagaimana proses dan alasan pengambilan keputusanmu saat membuat karya tersebut. 

 

Penggunaan Metode Practice-Based Research dalam Penelitian

Metode practice-based research sebenarnya dapat diintegrasikan dengan metode-metode ilmu sosial yang diadaptasi dengan berbagai cara. Contohnya menggunakan studi kasus, observasi partisipan, gagasan-gagasan pribadi, wawancara, kuesioner, analisis multidimensi, dan teknik evaluatif.

Penggunaan metode ini berfokus pada pemecahan masalah melalui penciptaan. Metode PBR digunakan ketika teori saja tidak cukup, sehingga inovasi berupa produk fisik atau digital dapat dibuat untuk melihat apakah sebuah ide atau produk dapat berfungsi dengan baik di lapangan.

Practice-based research ketika sebelum digunakan dalam pembuatan karya, kamu perlu menentukan alat, bahan, dan tenggat waktu pengerjaannya. Dalam pembuatan produk tersebut harus melakukan dokumentasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan penelitian.

Pada tahap praktik kamu akan melakukan pengerjaan yang sifatnya berulang, karena kamu akan membuat dan melihat versi awal dan menguji cobanya, kemudian mencari kekurangannya, hingga akhirnya karya mencapai bentuk yang paling optimal untuk menjawab pertanyaan penelitian (rumusan masalah).

 

Tips Menjalankan Penelitian Menggunakan Metode Practice-Based Research

Menjalankan riset PBR menuntut keseimbangan antara eksplorasi kreatif dan ketelitian akademis. Berikut panduan agar riset kamu tetap memiliki validitas yang kuat: 

 

1. Dokumentasikan Setiap Proses Praktik dan Persiapan Secara

Tahapan ini sangat penting dalam penelitian, terutama ketika menggunakan metode practice-based research. Pada karya yang tidak terdapat rekam jejak dokumentasi pembuatan dan persiapannya, tidak dapat disebut sebagai riset, dan hanya dapat disebut sebagai karya tunggal saja.

Sebab itulah kamu harus mencatat setiap keputusan, sketsa, revisi, hingga kegagalan di jurnal harian kamu atau laporan yang kamu tulis dengan cara mencicil. Dokumentasi ini membuktikan bahwa karyamu lahir dari metodologi yang terstruktur.

2. Tetapkan Rumusan Masalah atau Pertanyaan Riset yang Jelas

Sebelum kamu menentukan ingin membuat sebuah produk untuk penelitian, ada baiknya kalau kamu menentukan terlebih dahulu permasalahan apa yang akan dijadikan pertanyaan riset. Gunakanlah pertanyaan yang mengarah ke masalah yang mengharuskan untuk membuat sebuah produk. Tapi pastikan pertanyaan riset kamu adalah pertanyaan yang jelas.

3. Seimbangkan antara Praktik dengan Literatur

Fokus utama metode PBR memang terletak pada pembuatan produk atau karya yang dapat menyelesaikan permasalahan. Namun landasan teori pada penelitian ini juga harus tetap kokoh. Kamu harus menggunakan kajian pustaka untuk menjustifikasi mengapa kamu memilih bahan, teknik, atau pendekatan praktik tertentu. 

Metode PBR memberikan ruang bagi para praktisi untuk memvalidasi proses kreatif mereka menjadi temuan ilmiah yang diakui dan dapat dipertanggungjawabkan. 

 


Itulah penjelasan mengenai metode practice-based research yang dapat kamu gunakan jika sesuai dengan pertanyaan penelitian kamu. Pastikan untuk melakukan tips di atas agar penelitian menggunakan PBR tidak berpotensi memiliki bias atau menyimpang.

 

Baca juga: Langkah Pengerjaan Seminar Proposal Skripsi yang Auto Dosen ACC

 

Solusi untuk Kamu yang Ingin Melakukan Konsultasi Awal sebelum Penelitian

Bagi kamu yang ingin melakukan konsultasi dengan pakar penelitian agar tidak salah dalam memilih metode dan mempersiapkan penelitian, kamu bisa melakukan konsultasi di MyData. Tidak hanya pra penelitian, kamu bisa berkonsultasi sesuai dengan bab penelitian kamu, atau bahkan secara keseluruhan.

Yuk konsultasi sekarang, supaya penelitian kamu berjalan lancar!

Follow sosial media TikTok dan Instagram MyData untuk mendapatkan informasi dan juga penawaran menarik lainnya.

Related posts