Metode Penelitian action research dapat menjadi strategi mahasiswa yang ingin menyelesaikan skripsi dengan cara yang terstruktur dengan ritme fleksibel. Dengan melalui siklus aksi dan pemikiran yang terus berjalan, kamu tidak hanya menguji teori, tetapi juga memastikan bahwa strategi bekerja secara langsung di lapangan. Dari sanalah kamu sebagai peneliti dapat membuktikan apakah cara yang dipakai menyelesaikan masalah hingga benar-benar tuntas.
Lalu metode penelitian action research itu seperti apa? Dan bagaimana caranya dan contoh terhadap penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun campuran?
Baca juga: Jenis-Jenis Metode Penelitian pada Skripsi
Definisi Metode Penelitian Action Research
Action research adalah metode penelitian yang fokusnya berada pada perencanaan, eksekusi, observasi, dan refleksi secara berulang (siklis). Fokus tersebut berfungsi untuk memecahkan masalah praktis secara langsung di lapangan.
Metode penelitian ini dapat dipakai menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, maupun campuran. Tetapi biasanya pendekatan yang lebih dominan adalah kualitatif yang bertujuan untuk memahami proses perbaikan secara mendalam. Data yang didapat juga dapat berupa wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi.
Cara Menggunakan Metode Action Research dalam Penelitian
Penggunaan metode ini sebenarnya bekerja seperti putaran spiral dengan urutan sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi Masalah Nyata yang Terjadi di Lapangan
Proses ini dimulai dengan peneliti yang mencatat masalah nyata yang muncul di keseharian masyarakat. Dari situlah pengumpulan data awal diperlukan untuk mengetahui apakah ada krisis, fenomena, atau hambatan yang memang harus segera ditangani.
2. Menyusun Rencana Tindakan
Setelah penganalisisan dilakukan dan fenomena maupun hambatan di masyarakat dikenali, peneliti mulai merancang strategi intervensi (campur tangan dalam proses yang melibatkan pihak lain), yang diharapkan bisa mengatasi masalah tersebut. Peneliti mempersiapkan semua alat yang dibutuhkan, mulai dari bahan intervensi, jadwal kegiatan, instrumen pengujian, kuesioner, hingga lembar observasi untuk melihat sejauh mana intervensi berhasil.
3. Menerapkan Tindakan di Lapangan Sebagai Bentuk Metode Action Research
Rencana intervensi yang telah disusun selanjutnya akan langsung diterapkan ke lapangan terkait dengan lokus yang telah ditentukan.Peneliti melaksanakan strategi baru ini dalam situasi nyata. Contohnya, peneliti menerapkan metode pembelajaran interaktif yang berbeda di kelas, atau mengubah cara komunikasi dalam sebuah tim.
4. Mengamati dan Merekam Proses Pengumpulan Data
Saat mengeksekusi rencana, peneliti mencatat semua respons, semua perubahan tingkah laku, dan semua hasil yang muncul. Proses mengumpulkan informasi ini biasanya berupa pengamatan langsung dilapangan dengan hasil catatan, memakai kuesioner, rekaman video, atau wawancara langsung untuk menangkap detail dinamika di lokasi.
5. Melakukan Evaluasi dari Data yang Didapat
Peneliti memeriksa semua data yang sudah dikumpulkan untuk menilai seberapa berhasil intervensi ini. Peneliti menilai masalah yang masih ada dan memeriksa apakah tujuan sudah tercapai.
Jika masalah belum sepenuhnya teratasi, peneliti menggunakan hasil ini untuk memperbarui rencana dan memulai siklus baru dengan pola perencanaan ulang, kemudian tindakan lapangan yang baru, dilanjut dengan pengamatan di lapangan, lalu melakukan evaluasi dari hasil. Penelitian baru dihentikan ketika indikator keberhasilan yang ditetapkan di awal sudah terpenuhi.
Contoh Penelitian Menggunakan Metode Action Research
Sebagai gambaran penerapan metode penelitian action research, contoh di bawah menggunakan situasi pengamatan dari guru terhadap siswa. Di antaranya adalah:
1. Contoh Penelitian Menggunakan Pendekatan Kualitatif
Seorang guru menghadapi siswa pemalu yang tidak berani untuk aktif berbicara. Kemudian guru tersebut akhirnya menerapkan metode diskusi berpasangan untuk membuat siswa tersebut berani untuk mengutarakan pendapatnya dengan percaya diri.
Dari sanalah guru itu akhirnya mengamati mulai dari gestur, intonasi, keaktifan berbicara, yang kemudian dilanjut dengan mewawancarai siswa tersebut untuk mengetahui apakah rasa malu ataupun cemas dari siswa tersebut sudah teratasi, sehingga keberaniannya meningkat.
2. Contoh Penelitian Menggunakan Pendekatan Kuantitatif
Sebanyak 60% siswa gagal dalam ujian matematika, guru matematika akhirnya menerapkan metode latihan soal harian yang kemudian tingkat keberhasilannya diukur dari kenaikan nilai rata-rata siswa dalam ujian matematika selanjutnya.
3. Contoh Penelitian Menggunakan Pendekatan Campuran (Mixed Methods)
Sementara dalam pendekatan campuran, guru tidak hanya mengukur kenaikan nilai dari para siswa. Tetapi ada proses wawancara terhadap siswa dengan nilai yang tidak naik atau tidak ada perubahan secara signifikan, untuk mengetahui bagian materi mana yang belum dipahami atau dikuasai. Sehingga kekosongan tersebut dapat diperbaiki pada siklus selanjutnya.
Itulah definisi, cara penggunaan, dan contoh dari metode penelitian action research yang dapat diterapkan pada penelitian yang akan kamu lakukan. Pastikan untuk membaca dengan jelas dan teliti agar penelitian kamu tidak salah dalam memilih metode penelitian dan penelitian akan berjalan dengan lancar.
Baca juga: Tips Tercepat Revisi Skripsi supaya Langsung ACC Dosen
Untuk kamu yang ingin menghemat waktu dan tenaga ketika sudah mendapatkan data, kamu bisa mengolah data yang didapat melalui jasa olah data oleh MyData. Hasilnya akan kamu dapatkan secara cepat setelah dikerjakan oleh ahlinya! Pastikan kamu dapatkan penawaran yang terjangkau ya, jangan sampai melewatkan kesempatan ini!
Follow @ebizmark.id di Instagram dan @ebizmark.id di TIkTok untuk mendapatkan informasi mengenai penelitian, bootcamp, webinar, short class, hingga e-course yang bisa kamu akses secara terjangkau, bahkan gratis! Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk berkembang ya!







