Cara Mudah Dapat ISBN untuk Penerbitan Buku dan Prosiding

Gravatar Image
Penerbitan

ISBN (International Standard Book Number)

Dalam dunia akademik dan penerbitan, istilah ISBN sering kali muncul saat seseorang berencana menerbitkan buku, laporan penelitian, ataupun prosiding hasil seminar ilmiah. Namun, masih banyak yang belum memahami fungsi ISBN dan bagaimana cara memperolehnya. Padahal, bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti, ISBN bukan hanya sekedar deretan angka melainkan identitas resmi yang menandai bahwa sebuah karya telah diakui legalitasnya dan dapat diedarkan secara luas.

Apa Itu ISBN dalam Penerbitan dan Mengapa Penting?

Secara sederhana, ISBN adalah nomor identifikasi unik untuk setiap judul dan edisi buku. Satu ISBN hanya berlaku untuk satu versi. Artinya, jika menerbitkan buku dalam bentuk cetak dan e-book, masing-masing harus memiliki ISBN yang berbeda.

ISBN terdiri dari 13 digit angka yang menunjukan kode negara, penerbit, dan identitas spesifik buku. Fungsinya tidak hanya sebagai administratif saja namun juga strategis. Beberapa manfaat utama ISBN antara lain:

  • Sebagai identitas resmi yang membedakan satu buku dengan buku lainnya di seluruh dunia.
  • Memudahkan distribusi dan penjualan karena buku ber-ISBN dapat masuk ke jaringan toko buku, marketplace, dan perpustakaan nasional maupun internasional.
  • Dapat memberikan perlindungan hak cipta bagi penulisnya.
  • Dapat meningkatkan kredibilitas akademik misalnya untuk prosiding penelitian, ISBN menjadi bukti bahwa karya ilmiah tersebut telah diterbitkan secara resmi dan dapat dijadikan referensi ilmiah yang valid.

Tanpa ISBN, karya ilmiah atau buku tidak akan tercatat dalam database resmi seperti katalog Perpustakaan Nasional, sehingga akan sulit ditemukan dan diakui secara formal.

Baca Juga : Penting, ini cara cek keaslian ISBN sebuah buku!

Apakah Prosiding Penelitian Wajib Memiliki ISBN?

Dalam konteks akademik, prosiding penelitian sangat dianjurkan memiliki ISBN. Prosiding merupakan kumpulan hasil penelitian atau makalah dari sebuah seminar atau konferensi. Dengan adanya ISBN, prosiding tersebut dapat diakui sebagai buku resmi, bukan sekedar kumpulan dokumen.

Beberapa lembaga pendidikan bahkan menjadikan ISBN sebagai syarat administrasi untuk penilaian kinerja dosen atau kegiatan ilmiah. Selain itu, ISBN juga dapat membantu karya tersebut terdokumentasi dalam sistem perpustakaan digital, sehingga peneliti lain bisa menelusurinya.

Namun penting untuk membedakan ISBN dengan ISSN (International Standard Serial Number). ISBN digunakan untuk buku atau prosiding yang diterbitkan satu kali (non-serial) sedangkan ISSN digunakan untuk jurnal ilmiah atau terbitan berkala.

Baca juga : Perbedaan ISBN dan ISSNĀ 

Langkah-Langkah Mendapatkan ISBN untuk Menerbitkan Buku

Pengajuan ISBN dilakukan secara resmi melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Namun, perlu diketahui bahwa hanya penerbit yang terdaftar yang bisa mengajukan ISBN, bukan individu. Karena itu, penulis harus bekerjasama dengan penerbit yang telah memiliki akun resmi di sistem ISBN Perpusnas.

Berikut tahapan umum untuk memperoleh ISBN:

1. Siapkan dokumen penerbitan

Dokumen yang perlu disiapkan meliputi :

  • Naskah lengkap buku atau prosiding
  • Halaman judul
  • Daftar isi
  • Biodata penulis/editor
  • Sinopsis singkat

2. Pastikan penerbit sudah terdaftar di Perpusnas

Hanya penerbit dengan akun aktif yang dapat mengajukan ISBN melalui situs isbn.perpusnas.go.id.

3. Isi data buku secara lengkap

Lengkapi data buku yang perlu diisi termasuk:

  • Judul buku
  • Penulis
  • Tahun desain erbit
  • Ukuran buku
  • Jumlah halaman
  • Kategori
  • Ringkasan Isi

4. Unggah berkas pendukung dan ajukan permohonan

Setelah data secara lengkap terisi, penerbit akan mengajukan permohonan ISBN secara online.

5. Tunggu proses verifikasi dari Perpusnas

Proses verifikasi biasanya memakan waktu 1-3 hari kerja. Jika disetujui, nomor ISBN akan diberikan dan dapat dicantumkan pada sampul belakang buku.

6. Cantumkan barcode ISBN pada desain cover

Setelah diterbitkan, penerbit akan menambahkan barcode ISBN pada bagian belakang buku agar bisa dipindai di sistem distribusi dan perpustakaan.

Tips Agar Lancar Pengajuan ISBN

Untuk mempercepat proses pengajuan ISBN, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pastikan semua data seperti nama penulis, judul, dan tahun terbit sudah final.
  • Jangan mendaftarkan ulang ISBN untuk revisi kecil karena hanya edisi baru yang memerlukan ISBN baru.
  • Gunakan penerbit resmi agar permohonan tidak ditolak oleh Perpusnas.
  • Siapkan desain cover final sebelum pengajuan agar tidak perlu revisi setelah ISBN terbit.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, proses pengajuan ISBN bisa selesai dengan cepat tanpa kendala administratif.

Terbitkan Karyamu Bersama Ebizmark Press

Kalau kamu masih bingung memulai dari mana dalam proses penerbitan buku, Ebizmark Press siap membantu. Sebagai penerbit akademik yang terdaftar resmi di Perpusnas, Ebizmark Press menyediakan layanan penerbitan lengkap, mulai dari penyuntingan naskah, layout buku, hingga pengajuan ISBN.

Berbekal pengalaman yang terpercaya, Ebizmark Press membantu penulis agar karyanya dapat menjangkau lebih banyak pembaca, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Pendekatan yang menyeluruh memungkinkan kamu fokus pada pengembangan ide, sementara tim Ebizmark mengurus seluruh aspek teknis penerbitan. Hasil akhirnya bukan sekadar buku yang terbit, tetapi karya yang bernilai, berpengaruh, dan memiliki daya jual tinggi.

Yuk, jangan tunda lagi! Wujudkan naskahmu menjadi buku bersama Ebizmark Press.

Dapatkan berbagai artikel, tips penelitian, dan info menarik lainnya di Instagram @ebizmark.id. Kamu juga bisa mengikuti beragam Kelas Gratis seputar penelitian hanya di Ebizmark.id!

Related posts