{"id":706,"date":"2023-09-15T07:58:01","date_gmt":"2023-09-15T07:58:01","guid":{"rendered":"https:\/?p=706"},"modified":"2023-11-10T08:21:22","modified_gmt":"2023-11-10T08:21:22","slug":"deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/","title":{"rendered":"Deduktif dalam Penelitian Kuantitatif"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Deduktif dalam paragraf<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah deduktif sudah sering kita dengar sejak bangku sekolah menengah pertama. Deduktif dan induktif adalah kata yang selalu kita dengar dalam struktur paragraf dalam pelajaran bahasa Indonesia. Tanpa kita sadari, modal menulis ilmiah sebenarnya telah kita dapatkan sejak dini salah satunya dengan mengenal jenis paragraf. Untuk me-<em>refresh<\/em> kembali ingatan kita tentang deduktif, mari kita lihat definisinya berdasarkan KBBI terlebih dahulu. Deduktif adalah bersifat deduksi. Deduksi adalah penarikan kesimpulan dari keadaan yang umum, penyimpulan dari yang umum ke yang khusus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya ketika membuat paragraf dengan prinsip deduktif, maka pokok pikiran\/ide pokok\/kalimat intinya berada di awal paragraf. Sementara paragraf dengan prinsip induktif adalah paragraf yang ide pokok pikirannya berada di akhir kalimat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Deduktif dalam penelitian<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah penelitian, prinsip deduktif dan induktif juga digunakan. Secara umum prinsip melakukan deduksi ini biasa digunakan pada penelitian kuantitatif, sementara induktif biasa digunakan pada penelitian kualitatif.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pesce<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut Pesce (dalam Sumartini, 2004) menyatakan penalaran deduktif sebagai proses penalaran dan pengetahuan prinsip atau pengamalan umum yang menuntun kita memperoleh kesimpulan untuk sesuatu yang khusus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sternberg<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut Stenberg (dalam Nike, 2015) penalaran deduktif adalah proses penalaran dari satu atau lebih pernyataan umum terkait dengan apa yang diketahui untuk mencapai satu kesimpulan logis tertentu.<\/p>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p>Dari kedua pendapat tersebut, terdapat satu kesamaan yang bisa kita garis bawahi, yaitu <strong>dari umum ke khusus<\/strong>. Sifat deduksi dalam penelitian dapat diartikan sebagai penguraian permasalahan penelitian yang dibahas dulu secara umum baru mengerucut ke kalimat khusus. Jika digambarkan atau divisualkan maka seperti piramida terbalik. Piramida terbalik menggambarkan bahwa apa yang dibahas di karya tulis ilmiah deduktif adalah hal yang umum terlebih dahulu. Ini karena pada penelitian bersifat deduksi, peneliti berangkat dari teori dan gagasan-gagasan secara luas, tetapi tetap memiliki substansi gagasan utama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penelitian deduktif biasanya kuantitatif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada sebuah penelitian kuantitatif di mana latar belakangnya harus memuat gagasan-gagasan secara luas terlebih dahulu maka prinsipnya tentu menggunakan deduktif. Kalimat-kalimat yang menjelaskan teori utama yang digunakan, akan diuraikan di awal. Kemudian dipersempit dan semakin mengerucut hingga akhirnya membahas sesuatu yang sangat khusus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya ketika sebuah penelitian membahas tingkat minat baca siswa di sekolah dasar X. Maka yang akan dibahas pada bagian awal laporan hasil penelitian atau karya ilmiahnya adalah teori besarnya, tentang baca. Setelahnya di-<em>breakdown<\/em> menuju ke regulasi atau undang-undang terkait, kemudian baru dibahas ke aplikasi atau implementasi dari regulasi yang ada. Baru setelah itu, masuk pada penjelasan tentang kondisi minat baca di sekolah dasar X yang menjadi lokus penelitian. Adapun ciri penelitian dengan cara deduksi, di antaranya sebagai berikut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengembangan hipotesis berdasarkan teori yang ada.<\/li>\n\n\n\n<li>Penelitian dengan pendekatan yang bersifat deduksi dimulai dari teori yang mengarah pada hipotesis baru.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Selalu berawal dari yang umum ke khusus.<\/li>\n\n\n\n<li>Dapat menjelaskan hubungan kausalitas antara konsep dan variabel penelitian sehingga dapat diukur secara kuantitatif.&nbsp;<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Untuk bisa menjelaskan hubungan kausalitas antara konsep dan variabel penelitian, maka seyogianya metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Prinsip deduktif juga berangkat dari sebuah hipotesis yang mana harus diuji dengan prosedur penelitian yang sesuai. Maka memang sebaiknya digunakan metode kuantitatif agar dapat diuji validitas dan reliabilitasnya secara matematis. Dengan demikian, memang benar erat kaitannya antara prinsip deduktif dan penelitian kuantitatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi menarik terkait penelitian, kepenulisan, dan hal-hal berbau ilmiah lainnya, dapat dibaca di <a href=\"https:\">Blog Ebizmark<\/a>. Untuk informasi yang lebih cepat bisa diakses melalui Instagram <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id\/\">@<\/a>. Semoga bermanfaat!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/program\/\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"289\" src=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Banner-Web-1-1024x289.jpg\" alt=\"banner webinar gratis ebizmark\" class=\"wp-image-903\" srcset=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Banner-Web-1-1024x289.jpg 1024w, https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Banner-Web-1-300x85.jpg 300w, https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Banner-Web-1-768x217.jpg 768w, https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Banner-Web-1.jpg 1240w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Deduktif dalam paragraf Istilah deduktif sudah sering kita dengar sejak bangku sekolah menengah pertama. Deduktif&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1041,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-706","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Deduktif dalam Penelitian Kuantitatif - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Deduktif dalam penelitian juga sama seperti dalam prinsip bentuk paragraf, yaitu penyimpulan dari yang umum ke yang khusus.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Deduktif dalam Penelitian Kuantitatif - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Deduktif dalam penelitian juga sama seperti dalam prinsip bentuk paragraf, yaitu penyimpulan dari yang umum ke yang khusus.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-15T07:58:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-11-10T08:21:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/deduktif-penelitian.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1352\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"779\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Husnun Nasriah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Husnun Nasriah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Deduktif dalam Penelitian Kuantitatif - Ebizmark Blog","description":"Deduktif dalam penelitian juga sama seperti dalam prinsip bentuk paragraf, yaitu penyimpulan dari yang umum ke yang khusus.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Deduktif dalam Penelitian Kuantitatif - Ebizmark Blog","og_description":"Deduktif dalam penelitian juga sama seperti dalam prinsip bentuk paragraf, yaitu penyimpulan dari yang umum ke yang khusus.","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2023-09-15T07:58:01+00:00","article_modified_time":"2023-11-10T08:21:22+00:00","og_image":[{"width":1352,"height":779,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/deduktif-penelitian.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Husnun Nasriah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Husnun Nasriah","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/"},"author":{"name":"Husnun Nasriah","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/a9dad59b0f15f73091e38716826f6028"},"headline":"Deduktif dalam Penelitian Kuantitatif","datePublished":"2023-09-15T07:58:01+00:00","dateModified":"2023-11-10T08:21:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/"},"wordCount":544,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/deduktif-penelitian.jpg","articleSection":["Penelitian"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/","name":"Deduktif dalam Penelitian Kuantitatif - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/deduktif-penelitian.jpg","datePublished":"2023-09-15T07:58:01+00:00","dateModified":"2023-11-10T08:21:22+00:00","description":"Deduktif dalam penelitian juga sama seperti dalam prinsip bentuk paragraf, yaitu penyimpulan dari yang umum ke yang khusus.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/deduktif-penelitian.jpg","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/deduktif-penelitian.jpg","width":1352,"height":779,"caption":"deduktif penelitian kuantitatif"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/deduktif-dalam-penelitian-kuantitatif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Deduktif dalam Penelitian Kuantitatif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/a9dad59b0f15f73091e38716826f6028","name":"Husnun Nasriah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cac13e5e79d96c08cdc18e6dacb05a5bc1f1a283e281f0dba6203c3cfdf8992a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cac13e5e79d96c08cdc18e6dacb05a5bc1f1a283e281f0dba6203c3cfdf8992a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cac13e5e79d96c08cdc18e6dacb05a5bc1f1a283e281f0dba6203c3cfdf8992a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Husnun Nasriah"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/husnun\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/706","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=706"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1043,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/706\/revisions\/1043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=706"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}