{"id":5119,"date":"2026-10-05T14:11:04","date_gmt":"2026-10-05T14:11:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?p=5119"},"modified":"2026-10-05T14:11:04","modified_gmt":"2026-10-05T14:11:04","slug":"jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/","title":{"rendered":"Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Penelitian menggunakan metode deskriptif maupun fenomenologi masuk ke dalam rumpun penelitian kualitatif berupa data naratif. Tetapi bagi para peneliti pemula terutama mahasiswa, metode tersebut tampak sama sehingga keliru dalam memilih metode sejak awal. Sehingga hal tersebut mengakibatkan perumusan masalah, metode wawancara, dan analisis data dapat berantakan di hadapan dosen penguji maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">reviewer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">jurnal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menghindari hal tersebut, tentunya perlu mengetahui bagaimana perbedaan di antara kedua metode. Untuk itu kamu harus mengetahuinya dengan menyimak artikel ini.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Bedah Penelitian Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penelitian kualitatif deskriptif menjadi pendekatan yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara ringkas berdasarkan fakta dari suatu peristiwa maupun kejadian. Pada penelitian ini memiliki ciri khas berupa interpretasi yang rendah sehingga tidak membongkar lebih dalam mengenai makna filosofis di balik kata-kata dari narasumber sebagaimana adanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penelitian metode fenomenologi bukan hanya menggambarkan apa yang sedang terjadi, tetapi peneliti akan membongkar bagaimana manusia memaknai pengalaman hidup mereka. Fenomenologi memiliki ciri khas analisis data yang lebih mendalam, jadi peneliti tidak hanya bertanya pada narasumber, tetapi juga fokus terhadap makna dalam fenomena yang terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-jenis-jenis-metode-wawancara-dalam-penelitian\/\">Mengenal Jenis-jenis Metode Wawancara dalam Penelitian<\/a><\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Perbedaan Utama Penelitian Metode Deskriptif dan Fenomenologi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gambaran yang bisa kamu lihat dengan cepat berdasarkan ahli metodologi terkemuka seperti\u00a0 Creswell dan Sandelowski, berikut adalah perbedaan antara penelitian kualitatif deskriptif dengan fenomenologi:<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<h3><b>1. Fokus Penelitian<\/b><b><\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Metode deskriptif menggambarkan fenomena, peristiwa, ataupun persepsi berdasarkan fakta yang ada.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fenomenologi lebih menggali esensi secara mendalam dari fenomena yang terjadi dalam pengalaman hidup individu maupun kelompok.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b><\/b><\/p>\n<h3><b>2. Pertanyaan Penelitian atau Rumusan Masalah<\/b><b><\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Biasanya pada penelitian kualitatif menggunakan struktur kata tanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">apa, siapa, di mana, dan bagaimana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Pertanyaan penelitian lebih berfokus pada kejadian nyata, fakta sosial, atau persepsi secara langsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan kata tanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bagaimana <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">lebih banyak digunakan pada penelitian menggunakan metode fenomenologi yang berfokus pada dinamika dan esensi mendalam dari subjek.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b><\/b><\/p>\n<h3><b>3. Jumlah Partisipan atau Narasumber<\/b><b><\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Narasumber dari penelitian kualitatif deskriptif biasanya berasal dari latar belakang yang lebih bervariasi sekitar 10-30 orang. Pengambilan sampel akan dihentikan ketika data sudah berada di titik jenuh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">(data saturation).\u00a0<\/span><\/i><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pada metode fenomenologi narasumber biasanya sangat spesifik dan hanya sekitar 3-10 partisipan saja dan harus yang mengalami langsung fenomena yang diteliti.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b><\/b><\/p>\n<h3><b>4. Teknik Analisis Temuan Data<\/b><b><\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Analisis tematik atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">content analysis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> biasanya digunakan dalam kualitatif deskriptif. Model Miles dan Huberman dalam reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan lebih banyak digunakan oleh para peneliti.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fenomenologi lebih menggunakan prosedur khusus seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Interpretative Phenomenological Analysis <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(IPA) atau model Moustakas yang berisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">horizonalization, clusters of meaning, textural and structural description, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">essence.<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><b><\/b><\/p>\n<h3><b>5. Hasil Akhir Penelitian Kualitatif Deskriptif dan Metode Fenomenologi<\/b><b><\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Penelitian deskriptif menggunakan rangkuman yang deskriptif dengan hasil terstruktur, komprehensif, dan mudah dipahami oleh publik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Hasil akhir pada metode fenomenologi lebih mengarah pada deskripsi tekstural dan struktural yang mendalami mengenai makna esensial suatu fenomena.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Cara Menentukan Antara Metode Deskriptif dengan Fenomenologi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai panduan agar kamu tidak lagi bingung dalam memilih kedua metode tersebut, inilah cara menentukan metode mana yang cocok untuk penelitianmu:<\/span><\/p>\n<p><b><\/b><\/p>\n<h3><b>1. Pilih Metode Kualitatif Deskriptif<\/b><b><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kamu bisa memilih metode ini pada penelitianmu jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Target penelitian untuk menggambarkan fakta di lapangan yang komprehensif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kamu ingin memetakan proses yang terjadi, faktor yang menjadi pendukung atau penghambat, persepsi umum masyarakat terhadap suatu kebijakan, produk, atau fenomena sosial.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tidak ingin menggali makna filosofis secara mendalam, trauma, atau pengalaman personal dari individu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b><\/b><\/p>\n<h3><b>2. Pilih Metode Fenomenologi<\/b><b><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Metode fenomenologi bisa kamu pilih jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kamu meneliti topik yang lebih personal dan mendalam pada suatu fenomena yang dialami oleh individu maupun dalam kelompok.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Rumusan masalah berpusat pada arti dan pengalaman bagi hidup para narasumber.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Peneliti yang terlibat siap menjalankan prosedur wawancara secara mendalam yang dapat dilakukan berkali-kali dengan narasumber yang lebih sedikit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Panduan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan metode seperti apa yang akan cocok dalam penelitianmu. Sehingga kamu dapat mempertanggungjawabkan alur metode penelitianmu secara mantap di hadapan dosesn pembimbing maupun penguji.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/data-penelitian-kualitatif-tidak-lengkap-ini-dia-solusinya\/\">Data Penelitian Kualitatif Tidak Lengkap? Ini Dia Solusinya!<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kamu sudah tahu perbedaan antara kedua metode tersebut, sehingga jangan sampai salah dalam memilih di antara metode fenomenologi dan deskriptif. Untuk memperdalam penelitianmu, kamu bisa menggunakan <\/span><a href=\"http:\/\/ebizmark.id\/jasaolahdata\"><span style=\"font-weight: 400\">jasa konsultasi (bimbingan) di MyData<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> bersama dengan para ahli agar penelitian kamu tetap berjalan dengan lancar.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Follow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> akun <\/span><a href=\"http:\/\/instagram.com\/ebizmark.id\"><span style=\"font-weight: 400\">Instagram<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><a href=\"http:\/\/tiktok.com\/@ebizmark.id\"><span style=\"font-weight: 400\">TikTok<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> MyData. Lalu ayo ikut bergabung ke dalam program-program dari <\/span><a href=\"http:\/\/ebizmark.id\"><span style=\"font-weight: 400\">Ebizmark<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> terkait dengan pelatihan penelitian yang dapat kamu akses secara terjangkau. Jangan sampai kelewatan kesempatannya ya! Daftar sekarang juga!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian menggunakan metode deskriptif maupun fenomenologi masuk ke dalam rumpun penelitian kualitatif berupa data naratif.&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":5120,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"footnotes":""},"categories":[11,1256,7,5],"tags":[649,1464,1465,583,283],"newstopic":[1468,1466,1467,1285,1403],"class_list":["post-5119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jurnal","category-mahasiswa","category-penelitian","category-skripsi","tag-fenomena","tag-fenomenologi","tag-kualitatif-deskriptif","tag-metode-penelitian","tag-penelitian-kualitatif","newstopic-deskriptif","newstopic-fenomenologi","newstopic-kualitatif-deskriptif","newstopic-metode-penelitian","newstopic-penelitian-kualitatif"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketahui perbedaan kualitatif deskriptif dan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Pelajari cara memilih metode yang tepat di artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketahui perbedaan kualitatif deskriptif dan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Pelajari cara memilih metode yang tepat di artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-05T14:11:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Kualitatif-Deskriptif-dan-Fenomenologi-scaled.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Syifa Anten Hening Gumati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Syifa Anten Hening Gumati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi - Ebizmark Blog","description":"Ketahui perbedaan kualitatif deskriptif dan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Pelajari cara memilih metode yang tepat di artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi - Ebizmark Blog","og_description":"Ketahui perbedaan kualitatif deskriptif dan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Pelajari cara memilih metode yang tepat di artikel ini!","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2026-10-05T14:11:04+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Kualitatif-Deskriptif-dan-Fenomenologi-scaled.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Syifa Anten Hening Gumati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Syifa Anten Hening Gumati","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/"},"author":{"name":"Syifa Anten Hening Gumati","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/69f4733cf6d31fb2d7d7c6e4d1a1006c"},"headline":"Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi","datePublished":"2026-10-05T14:11:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/"},"wordCount":716,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Kualitatif-Deskriptif-dan-Fenomenologi-scaled.jpg","keywords":["Fenomena","Fenomenologi","Kualitatif Deskriptif","Metode penelitian","penelitian kualitatif"],"articleSection":["Jurnal","Mahasiswa","Penelitian","Skripsi"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/","name":"Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Kualitatif-Deskriptif-dan-Fenomenologi-scaled.jpg","datePublished":"2026-10-05T14:11:04+00:00","description":"Ketahui perbedaan kualitatif deskriptif dan fenomenologi dalam penelitian kualitatif. Pelajari cara memilih metode yang tepat di artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Kualitatif-Deskriptif-dan-Fenomenologi-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Kualitatif-Deskriptif-dan-Fenomenologi-scaled.jpg","width":2560,"height":1707,"caption":"Ilustrasi Poster Artikel Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/jangan-sampai-salah-ini-perbedaan-kualitatif-deskriptif-dan-fenomenologi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jangan Sampai Salah! Ini Perbedaan Kualitatif Deskriptif dan Fenomenologi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/69f4733cf6d31fb2d7d7c6e4d1a1006c","name":"Syifa Anten Hening Gumati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dc01efc4c401c8e4b67bed175b4cb4b2e21c853d3fc21d0a7054a8b99dc8b7fa?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dc01efc4c401c8e4b67bed175b4cb4b2e21c853d3fc21d0a7054a8b99dc8b7fa?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/dc01efc4c401c8e4b67bed175b4cb4b2e21c853d3fc21d0a7054a8b99dc8b7fa?s=96&d=mm&r=g","caption":"Syifa Anten Hening Gumati"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/syifa\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5119"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5121,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5119\/revisions\/5121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5119"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}