{"id":4843,"date":"2026-06-29T04:36:04","date_gmt":"2026-06-29T04:36:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?p=4843"},"modified":"2026-06-29T04:36:04","modified_gmt":"2026-06-29T04:36:04","slug":"bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/","title":{"rendered":"Bingung Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah? Ini Panduannya!"},"content":{"rendered":"<h1><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah yang Efektif dan Kuat<\/span><\/span><\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Di antara semua bagian artikel ilmiah, pendahuluan adalah yang paling sering menanggung beban terberat. Ia harus meyakinkan editor bahwa artikelmu layak dikirim ke reviewer. Ia harus meyakinkan reviewer bahwa penelitianmu memiliki kontribusi yang nyata. Dan ia harus meyakinkan pembaca bahwa waktu yang mereka investasikan untuk membaca artikel ini akan sebanding.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Semua itu harus dicapai hanya dalam beberapa paragraf pertama.<\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tidak mengherankan jika pendahuluan yang lemah menjadi salah satu alasan paling umum mengapa artikel ditolak di tahap desk review, bahkan sebelum masuk ke proses peer review yang sebenarnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Artikel ini memandumu memahami cara membuat <\/span><\/span><\/span><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">pendahuluan artikel ilmiah <\/span><\/span><\/b><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">yang tidak hanya memenuhi konvensi akademik, namun benar-benar efektif dalam membangun argumentasi yang meyakinkan dari kalimat pertama.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-struktur-kesimpulan-artikel-ilmiah-yang-kuat-dan-tepat-sasaran\/\">3 Struktur Kesimpulan Artikel Ilmiah yang Kuat dan Tepat Sasaran<\/a><\/span><\/span><\/b><\/p>\n<h2><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Fungsi Pendahuluan yang Sering Disalahpahami<\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Banyak peneliti yang menganggap pendahuluan hanya sebagai formalitas pembuka yang berisi definisi umum dan ringkasan latar belakang. Pemahaman ini yang membuat pendahuluan menjadi bagian yang paling banyak menghasilkan catatan revisi.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pendahuluan artikel ilmiah memiliki fungsi yang jauh lebih strategis dari itu.<\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Ia harus membangun argumen yang koheren dalam empat langkah yang saling berkaitan: membangun relevansi topik, memetakan kondisi pengetahuan saat ini, mengidentifikasi celah yang belum terisi, dan menegaskan bagaimana penelitian ini mengisi celah tersebut.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Keempat langkah ini harus hadir dalam setiap pendahuluan artikel ilmiah yang efektif, dan urutan serta proporsinya sangat menentukan kekuatan keseluruhan argumentasi yang dibangun.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Struktur Pendahuluan yang Terbukti Efektif: Model CARS<\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Salah satu kerangka yang paling banyak digunakan dalam pengajaran penulisan akademik internasional adalah model <\/span><\/span><\/span><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">CARS (Create a Research Space) <\/span><\/span><\/b><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">yang dikembangkan oleh John Swales. Model ini membagi pendahuluan menjadi tiga gerakan atau gerakan yang secara bersama-sama membangun justifikasi untuk penelitian yang dilaporkan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Langkah 1: Membangun Wilayah (Membentuk Wilayah)<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Bagian pendahuluan pertama berjanji meyakinkan pembaca bahwa topik yang kamu teliti penting dan relevan. <\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Hal ini dilakukan dengan tiga cara yang dapat dikombinasikan: mengklaim topik tersebut penting atau menarik secara umum, memberikan gambaran umum tentang penelitian yang sudah ada di bidang tersebut, atau mendefinisikan konsep kunci yang akan digunakan sepanjang artikel.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pembuka yang baik secara langsung menggunakan data konkret untuk membangun relevansi dan langsung mengarahkan ke bidang penelitian yang spesifik, bukan pernyataan umum yang tidak memberikan informasi baru.\u00a0<\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Dua hingga tiga paragraf yang padat sudah cukup untuk membangun relevansi topik sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kurang efektif: <\/span><\/span><\/b><i><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Media sosial adalah fenomena yang sangat penting di era modern. Banyak penelitian telah dilakukan tentang topik ini. Media sosial mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia.<\/span><\/span><\/span><\/i><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Lebih efektif: <\/span><\/span><\/b><i><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pertumbuhan pengguna media sosial di Indonesia yang mencapai 167 juta pengguna aktif pada tahun 2024 (We Are Social, 2024) telah berubah secara mendasar cara individu berinteraksi, mengonsumsi informasi, dan membentuk identitas sosial mereka. <\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Penelitian tentang dampak penggunaan media sosial terhadap kesejahteraan psikologis telah berkembang pesat sejak dekade terakhir, dengan perhatian khusus pada populasi remaja dan dewasa muda.<\/span><\/span><\/span><\/i><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Langkah 2: Mengidentifikasi Celah (Membangun Niche)<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Ini adalah gerakan yang paling krusial dan paling sering dilakukan dengan lemah. Di sini kamu menunjukkan bahwa meskipun sudah banyak penelitian di bidang tersebut, masih ada sesuatu yang belum terisi. Celah ini bisa berupa gap pengetahuan, gap metodologis, gap kontekstual, atau fosilisasi dalam temuan penelitian yang ada.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Langkah 2 biasanya dimulai dengan kata-kata transisi yang menandai perubahan dari apa yang sudah ada ke apa yang belum ada: &#8216;Meskipun demikian&#8230;&#8217;, &#8216;Namun, penelitian yang ada masih&#8230;&#8217;, &#8216;Studi-studi sebelumnya belum mengkaji&#8230;&#8217;, atau &#8216;Temuan yang saling berdebat tentang&#8230; menunjukkan perlunya&#8230;&#8217;.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kesalahan umum: <\/span><\/span><\/b><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Menyebutkan bahwa &#8216;penelitian tentang X di Indonesia masih sangat terbatas&#8217; tanpa memberikan bukti yang meyakinkan. <\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Reviewer yang berpengalaman akan skeptis terhadap klaim ini jika tidak didukung oleh visi literatur yang menunjukkan bahwa Anda benar-benar sudah memeriksa apa yang ada dan apa yang tidak.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/ketentuan-pertanyaan-yang-baik-dalam-wawancara-penelitian\/\">Ketentuan Pertanyaan yang Baik dalam Wawancara Penelitian<\/a><\/span><\/span><\/b><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Langkah 3: Menepati Celah (Menempati Niche)<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Langkah terakhir adalah di mana kamu secara eksplisit menyatakan apa yang akan dilakukan penelitianmu untuk mengisi celah yang sudah diidentifikasi. Ini mencakup pernyataan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, atau hipotesis yang akan diuji, serta gambaran singkat tentang pendekatan yang digunakan. <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Langkah ini juga memuat pernyataan tentang kontribusi penelitian, yaitu apa yang akan berubah atau bertambah dalam pemahaman ilmiah setelah penelitian ini selesai. <\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Ini adalah pernyataan nilai yang langsung menjawab pertanyaan editor: mengapa artikel ini layak diterbitkan?<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kurang efektif: <\/span><\/span><\/b><i><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara media sosial dan kesejahteraan psikologis.<\/span><\/span><\/span><\/i><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Lebih efektif: <\/span><\/span><\/b><i><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Penelitian ini bertujuan mengisi celah tersebut dengan mengkaji hubungan antara intensitas penggunaan Instagram dan tingkat kecemasan sosial pada pelajar perempuan Indonesia usia 18-24 tahun, dengan mempertimbangkan peran moderasi harga diri sebagai variabel yang belum dieksplorasi dalam konteks Indonesia. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi empiris pada literatur tentang dampak media sosial dalam konteks budaya kolektif Asia Tenggara.<\/span><\/span><\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Versi kedua menyebutkan variabel yang spesifik, populasi yang terdefinisi, variabel moderasi yang menjadi kebaruan, dan kontribusi yang jelas terhadap literatur yang lebih luas.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kesalahan Pendahuluan yang Paling Sering Menyebabkan Penolakan<\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Terlalu Panjang dan Bertele-tele<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pendahuluan yang efektif umumnya tidak lebih dari 15 hingga 20 persen dari total panjang artikel. <\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pendahuluan yang terlalu panjang biasanya memuat terlalu banyak ringkasan literatur yang seharusnya masuk ke bagian tinjauan pustaka atau terlalu banyak konteks umum yang tidak langsung berkontribusi pada argumen pembangunan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Research Gap yang Diklaim namun Tidak Dibuktikan<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Menyatakan bahwa sebuah topik tanpa menunjukkan buktinya adalah salah satu hal yang paling cepat mengurangi kepercayaan reviewer terhadap kualitas penelitianmu. <\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Klaim kesenjangan harus didukung oleh pengamatan literatur yang sistematis, bukan sekadar pernyataan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tujuan Penelitian yang Tidak Muncul di Akhir Pendahuluan<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Banyak pendahuluan yang membangun latar belakang dengan baik tapi lupa atau terlambat menyatakan tujuan penelitian secara eksplisit. Pernyataan tujuan harus muncul di paragraf terakhir pendahuluan dan harus bisa ditelusuri langsung ke gap yang sudah diidentifikasi sebelumnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tips: <\/span><\/span><\/b><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Setelah menyelesaikan draf pendahuluan, coba baca hanya kalimat pertama dan kalimat terakhir dari setiap paragraf. Jika alurnya koheren dan menunjukkan pergerakan logistik dari relevansi topik ke identifikasi gap ke pernyataan tujuan, struktur pendahuluanmu sudah solid.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Cara Praktis Memulai Menulis Pendahuluan<\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Bagi banyak peneliti, halaman kosong di awal penulisan pendahuluan adalah hambatan yang paling nyata. Beberapa strategi berikut dapat membantu memecah kebuntuan tersebut.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pertama, tulis tujuan penelitianmu terlebih dahulu, bahkan sebelum menulis kalimat pertama pendahuluan. Ketika kamu tahu dengan jelas ke mana pendahuluanmu harus berakhir, proses pembangunan menjadi jauh lebih mudah. Kedua, kumpulkan tiga hingga lima data atau fakta terkini yang paling meyakinkan tentang relevansi topik Anda. Data konkret adalah cara paling efektif untuk membuka pendahuluan karena langsung menunjukkan bahwa Anda sudah melakukan penelitian literatur yang memadai. Ketiga, tulis draft pendahuluan tanpa terlalu banyak mengedit di putaran pertama.\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tips: <\/span><\/span><\/b><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Banyak peneliti berpengalaman menyarankan untuk menulis pendahuluan dua kali: sekali di awal untuk memandu arah penulisan, dan sekali lagi setelah seluruh artikel selesai. Pendahuluan versi kedua hampir selalu jauh lebih kuat karena kamu sudah mengetahui dengan pasti apa yang perlu dibangun justifikasinya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/\">Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah<\/a><\/span><\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Model CARS memberikan kerangka yang terbukti efektif untuk mencapai ini, namun kerangka hanyalah alat. <\/span><\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Investasikan waktu yang cukup untuk pendahuluan. B<\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">ukan karena ia adalah bagian pertama yang dibaca, tetapi karena ia adalah bagian yang paling menentukan apakah pembaca, baik editor, reviewer, maupun pembaca umum, akan terus membaca sampai akhir. <\/span><\/span><\/span><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Apakah menyusun pendahuluan artikel ilmiah yang kuat dan lolos desk review? <\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><a href=\"http:\/\/ebizmark.id\">Ebizmark<\/a> hadir dengan program pendampingan penulisan akademik yang memuat dari struktur pendahuluan, penguatan celah penelitian, hingga naskah yang siap dikirim ke jurnal. <\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kunjungi <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id?igsh=dWV2cnEzdWl0MDNk\">@ebizmark.id<\/a> dan mulai konsultasimu sekarang!<\/span><\/span><\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah yang Efektif dan Kuat Di antara semua bagian artikel ilmiah,&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":4847,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7,1],"tags":[1360],"newstopic":[1361],"class_list":["post-4843","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian","category-uncategorized","tag-cara-membuat-pendahuluan-artikel","newstopic-cara-membuat-pendahuluan-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bingung Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah? Ini Panduannya! - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari cara membuat pendahuluan artikel ilmiah yang efektif, terstruktur, dan meyakinkan reviewer sejak kalimat pertama.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bingung Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah? Ini Panduannya! - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari cara membuat pendahuluan artikel ilmiah yang efektif, terstruktur, dan meyakinkan reviewer sejak kalimat pertama.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-29T04:36:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/School-test-Photos-Download-Free-High-Quality-Pictures-_-Magnific-formerly-Freepik.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"626\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"352\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Zahrannisa Ulva\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Zahrannisa Ulva\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bingung Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah? Ini Panduannya! - Ebizmark Blog","description":"Pelajari cara membuat pendahuluan artikel ilmiah yang efektif, terstruktur, dan meyakinkan reviewer sejak kalimat pertama.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bingung Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah? Ini Panduannya! - Ebizmark Blog","og_description":"Pelajari cara membuat pendahuluan artikel ilmiah yang efektif, terstruktur, dan meyakinkan reviewer sejak kalimat pertama.","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2026-06-29T04:36:04+00:00","og_image":[{"width":626,"height":352,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/School-test-Photos-Download-Free-High-Quality-Pictures-_-Magnific-formerly-Freepik.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Zahrannisa Ulva","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Zahrannisa Ulva","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/"},"author":{"name":"Zahrannisa Ulva","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/3818b2958dbdc3ef2127b7ba2869b786"},"headline":"Bingung Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah? Ini Panduannya!","datePublished":"2026-06-29T04:36:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/"},"wordCount":1210,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/School-test-Photos-Download-Free-High-Quality-Pictures-_-Magnific-formerly-Freepik.jpg","keywords":["cara membuat pendahuluan artikel"],"articleSection":["Penelitian"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/","name":"Bingung Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah? Ini Panduannya! - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/School-test-Photos-Download-Free-High-Quality-Pictures-_-Magnific-formerly-Freepik.jpg","datePublished":"2026-06-29T04:36:04+00:00","description":"Pelajari cara membuat pendahuluan artikel ilmiah yang efektif, terstruktur, dan meyakinkan reviewer sejak kalimat pertama.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/School-test-Photos-Download-Free-High-Quality-Pictures-_-Magnific-formerly-Freepik.jpg","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/School-test-Photos-Download-Free-High-Quality-Pictures-_-Magnific-formerly-Freepik.jpg","width":626,"height":352,"caption":"cara membuat pendahuluan artikel ilmiah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/bingung-cara-membuat-pendahuluan-artikel-ilmiah-ini-panduannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bingung Cara Membuat Pendahuluan Artikel Ilmiah? Ini Panduannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/3818b2958dbdc3ef2127b7ba2869b786","name":"Zahrannisa Ulva","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","caption":"Zahrannisa Ulva"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/zahranisa\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4843"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4846,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4843\/revisions\/4846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4843"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}