{"id":4827,"date":"2026-06-23T02:45:16","date_gmt":"2026-06-23T02:45:16","guid":{"rendered":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?p=4827"},"modified":"2026-06-23T02:45:16","modified_gmt":"2026-06-23T02:45:16","slug":"cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/","title":{"rendered":"Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif"},"content":{"rendered":"<h1><b>Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menulis proposal hibah penelitian adalah salah satu keterampilan paling strategis yang perlu dikuasai oleh dosen dan peneliti di Indonesia. Bukan hanya karena hibah memberikan dana yang dibutuhkan untuk menjalankan penelitian, tapi karena rekam jejak perolehan hibah juga menjadi indikator kinerja penelitian yang sangat dihargai dalam penilaian jabatan fungsional dan reputasi institusional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun kenyataannya, tingkat keberhasilan proposal hibah, bahkan dari peneliti yang sudah berpengalaman, sering kali jauh di bawah ekspektasi. Banyak proposal yang secara konten sebenarnya sangat baik tapi gagal mendapatkan pendanaan karena kelemahan dalam penyajian, ketidakjelasan kontribusi, atau ketidaksesuaian dengan prioritas pemberi hibah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Artikel ini memandu kamu memahami bagaimana menulis <\/span><b>proposal hibah penelitian<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tapi benar-benar kompetitif dan meyakinkan di mata reviewer.<\/span><\/p>\n<p><b>Konteks: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Di Indonesia, sumber hibah penelitian utama untuk dosen dan peneliti mencakup skema hibah dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Kemendikbudristek melalui platform BIMA, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta berbagai hibah dari lembaga internasional. Setiap sumber memiliki format dan kriteria evaluasi yang berbeda, tapi prinsip dasar proposal yang kuat berlaku secara universal.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/riset-gagal-tembus-scopus-ini-kesalahan-yang-sering-terjadi\/\">Riset Gagal Tembus Scopus? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi<\/a><\/b><\/p>\n<h2><b>Mengapa Proposal Hibah yang Baik Bukan Sekadar Soal Ide<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu kesalahpahaman paling umum tentang hibah penelitian adalah bahwa penelitian dengan ide yang paling orisinal atau paling ambisius yang akan menang. Kenyataannya tidak selalu demikian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Reviewer hibah adalah para ahli yang membaca puluhan hingga ratusan proposal dalam waktu yang terbatas. Mereka mengevaluasi berdasarkan kriteria yang sangat spesifik, dan proposal yang tidak bisa mengomunikasikan kualitasnya dengan jelas dalam halaman-halaman pertama hampir pasti akan kalah dari proposal yang lebih baik dalam penyajiannya, meski idenya mungkin tidak semenarik milikmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menulis proposal hibah adalah keterampilan komunikasi ilmiah yang berbeda dari menulis artikel jurnal atau laporan penelitian. Ia membutuhkan kemampuan untuk meyakinkan, bukan hanya menjelaskan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Komponen Utama Proposal Hibah Penelitian yang Wajib Diperkuat<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Judul yang Informatif dan Menarik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Judul proposal hibah harus mencerminkan dengan tepat apa yang akan diteliti, mengandung kata kunci yang relevan dengan prioritas program hibah, dan cukup menarik untuk membuat reviewer ingin membaca lebih lanjut. Hindari judul yang terlalu generik atau terlalu teknis tanpa konteks yang jelas. Judul yang baik sudah mengandung indikasi tentang topik, pendekatan, dan konteks penelitian.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Latar Belakang dan Justifikasi yang Kuat<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagian ini harus menjawab satu pertanyaan mendasar dengan meyakinkan: mengapa penelitian ini penting dan mengapa sekarang? Mulai dengan gambaran masalah yang relevan dan signifikan, dukung dengan data atau fakta terkini yang memperkuat urgensinya, tunjukkan apa yang sudah diketahui dan apa yang masih menjadi gap, lalu jelaskan bagaimana penelitianmu akan berkontribusi pada penyelesaian masalah tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Rumusan Masalah dan Tujuan yang Terukur<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tujuan penelitian dalam proposal hibah harus SMART: Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound. Reviewer ingin melihat bahwa kamu tahu persis apa yang ingin dicapai dan bisa mengukur apakah itu tercapai di akhir periode hibah. Tujuan yang ambigu atau terlalu luas adalah sinyal bahwa peneliti belum cukup memfokuskan penelitiannya.<\/span><\/p>\n<p><b>Tips: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Setiap tujuan penelitian dalam proposal harus bisa dijawab dengan pertanyaan: bagaimana kita tahu kalau tujuan ini sudah tercapai? Jika tidak bisa dijawab, tujuan tersebut perlu dirumuskan ulang agar lebih terukur.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Metodologi yang Detail dan Realistis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Metodologi adalah bagian yang paling sering dilemahkan dalam proposal hibah. Reviewer ingin melihat bahwa kamu memiliki rencana yang konkret dan realistis untuk melaksanakan penelitian. Jelaskan desain penelitian, teknik pengumpulan data, metode analisis, dan bagaimana kamu akan mengatasi potensi tantangan yang mungkin muncul. Sertakan timeline yang realistis yang menunjukkan bahwa rencana penelitian bisa diselesaikan dalam periode hibah yang tersedia.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Luaran dan Dampak yang Jelas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemberi hibah tidak hanya mendanai penelitian, mereka berinvestasi pada dampak. Jelaskan secara spesifik apa yang akan dihasilkan: berapa artikel ilmiah yang akan dipublikasikan, di jurnal seperti apa, apakah ada paten atau produk yang akan dihasilkan, dan bagaimana temuan penelitian akan diaplikasikan atau disebarluaskan. Semakin konkret luaran yang kamu janjikan, semakin mudah reviewer mengevaluasi nilai investasi yang mereka berikan.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-state-of-the-art-dalam-penelitian\/\">Apa Itu State of the Art dalam Penelitian?<\/a><\/b><\/p>\n<h2><b>Kesalahan Umum yang Membuat Proposal Hibah Ditolak<\/b><\/h2>\n<h3><b>Tidak Sesuai dengan Prioritas Program Hibah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap program hibah memiliki prioritas tematik, metodologis, atau dampak yang sangat spesifik. Mengirim proposal tanpa mempelajari dengan seksama apa yang benar-benar dicari oleh pemberi hibah adalah kesalahan yang sering terjadi. Sebelum menulis satu kata pun, baca dengan teliti panduan program, contoh proposal yang berhasil jika tersedia, dan laporan tahunan pemberi hibah untuk memahami apa yang mereka prioritaskan.<\/span><\/p>\n<h3><b>State of the Art yang Lemah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Reviewer yang berpengalaman akan langsung mendeteksi jika peneliti tidak benar-benar menguasai literatur di bidangnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">State of the art<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang hanya berisi daftar penelitian terdahulu tanpa analisis tentang gap dan positioning penelitian baru adalah kelemahan yang sangat umum dan sangat merugikan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Anggaran yang Tidak Terjustifikasi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap item anggaran dalam proposal hibah harus bisa dipertanggungjawabkan. Anggaran yang terlalu tinggi tanpa justifikasi yang jelas, atau anggaran yang tidak konsisten dengan metodologi yang diusulkan, akan langsung menimbulkan pertanyaan tentang kapasitas manajerial peneliti. Sebaliknya, anggaran yang terlalu rendah mungkin terlihat tidak realistis untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.<\/span><\/p>\n<p><b>Perhatian: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Jangan menyalin format proposal dari tahun sebelumnya tanpa menyesuaikan dengan panduan terbaru. Program hibah sering kali memperbarui kriteria, format, dan prioritas dari satu periode ke periode berikutnya, dan proposal yang tidak mencerminkan pemahaman tentang pembaruan tersebut akan langsung terlihat usang di mata reviewer.<\/span><\/p>\n<h2><b>Strategi Mempersiapkan Proposal Hibah yang Lebih Kompetitif<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di luar konten proposal itu sendiri, ada beberapa strategi yang bisa meningkatkan peluang keberhasilanmu secara signifikan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Mulai Jauh Sebelum Deadline<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Proposal hibah yang ditulis terburu-buru hampir selalu lebih lemah dari yang dipersiapkan dengan waktu yang cukup. Mulai proses persiapan minimal tiga bulan sebelum deadline, gunakan waktu tersebut untuk mematangkan ide, melakukan literature review yang mendalam, mendiskusikan dengan rekan, dan melakukan revisi berulang.<\/span><\/p>\n<h3><b>Minta Feedback dari Reviewer Internal<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum mengirimkan proposal, minta kolega atau mentor yang berpengalaman untuk membacanya dengan kritis. Perspektif orang luar sangat berharga untuk mengidentifikasi bagian yang tidak jelas, argumen yang lemah, atau inkonsistensi yang mungkin tidak terlihat oleh kamu yang sudah terlalu dekat dengan materinya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Bangun Rekam Jejak Sebelum Melamar Hibah Besar<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk hibah kompetitif dengan nilai besar, rekam jejak peneliti adalah faktor yang sangat dipertimbangkan. Publikasi di jurnal bereputasi, hibah yang berhasil diperoleh sebelumnya, dan kolaborasi dengan peneliti terkemuka semuanya berkontribusi pada kredibilitas proposal. Bangun rekam jejak ini secara bertahap sebelum menargetkan hibah-hibah besar.<\/span><\/p>\n<p><b>Tips: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Simpan semua dokumen pendukung proposal hibahmu secara terorganisir: CV terbaru dengan daftar publikasi, sertifikat pelatihan yang relevan, surat dukungan dari institusi, dan laporan hibah sebelumnya jika ada. Dokumen-dokumen ini sering dibutuhkan dalam proses aplikasi dan harus selalu siap diperbarui.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/ingin-jadi-asisten-dosen-ini-yang-harus-disiapkan-dari-sekarang\/\">Ingin Jadi Asisten Dosen? Ini yang Harus Disiapkan dari Sekarang!<\/a><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menulis proposal hibah penelitian yang kompetitif adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan terus diasah. Dari judul yang informatif, latar belakang yang meyakinkan, metodologi yang detail dan realistis, hingga luaran yang terukur, setiap komponen proposal berkontribusi pada kesan keseluruhan yang ditinggalkan kepada reviewer. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Kesalahan yang paling umum bukan terletak pada kualitas ide penelitian, melainkan pada kemampuan mengomunikasikannya dengan cara yang meyakinkan, sesuai dengan prioritas pemberi hibah, dan didukung oleh rekam jejak yang membangun kepercayaan. Semua ini bisa diperbaiki dengan persiapan yang tepat dan strategi yang terencana.<\/span><\/p>\n<p><b>Ingin mempersiapkan proposal hibah penelitian yang lebih kuat dan kompetitif? <a href=\"http:\/\/ebizmark.id\">Ebizmark<\/a> hadir dengan program pendampingan penelitian yang membantumu dari penguatan state of the art, penyusunan metodologi, hingga strategi luaran publikasi yang sesuai dengan tuntutan pemberi hibah. Kunjungi <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id?igsh=dWV2cnEzdWl0MDNk\">@ebizmark.id<\/a> dan mulai konsultasimu sekarang!<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif Menulis proposal hibah penelitian adalah salah&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":4828,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[1353],"newstopic":[1354],"class_list":["post-4827","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian","tag-proposal-hibah-penelitian","newstopic-proposal-hibah-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari komponen wajib, kesalahan umum, dan strategi menulis proposal hibah penelitian yang meningkatkan peluang lolosmu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari komponen wajib, kesalahan umum, dan strategi menulis proposal hibah penelitian yang meningkatkan peluang lolosmu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-23T02:45:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/download-28.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Zahrannisa Ulva\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Zahrannisa Ulva\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif - Ebizmark Blog","description":"Pelajari komponen wajib, kesalahan umum, dan strategi menulis proposal hibah penelitian yang meningkatkan peluang lolosmu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif - Ebizmark Blog","og_description":"Pelajari komponen wajib, kesalahan umum, dan strategi menulis proposal hibah penelitian yang meningkatkan peluang lolosmu.","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2026-06-23T02:45:16+00:00","og_image":[{"width":650,"height":350,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/download-28.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Zahrannisa Ulva","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Zahrannisa Ulva","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/"},"author":{"name":"Zahrannisa Ulva","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/3818b2958dbdc3ef2127b7ba2869b786"},"headline":"Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif","datePublished":"2026-06-23T02:45:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/"},"wordCount":1215,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/download-28.jpg","keywords":["proposal hibah penelitian"],"articleSection":["Penelitian"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/","name":"Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/download-28.jpg","datePublished":"2026-06-23T02:45:16+00:00","description":"Pelajari komponen wajib, kesalahan umum, dan strategi menulis proposal hibah penelitian yang meningkatkan peluang lolosmu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/download-28.jpg","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/download-28.jpg","width":650,"height":350,"caption":"proposal hibah penelitian"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-proposal-hibah-penelitian-yang-kuat-dan-kompetitif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menulis Proposal Hibah Penelitian yang Kuat dan Kompetitif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/3818b2958dbdc3ef2127b7ba2869b786","name":"Zahrannisa Ulva","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","caption":"Zahrannisa Ulva"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/zahranisa\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4827","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4827"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4829,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4827\/revisions\/4829"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4827"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}