{"id":4817,"date":"2026-06-17T02:47:19","date_gmt":"2026-06-17T02:47:19","guid":{"rendered":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?p=4817"},"modified":"2026-06-17T02:47:19","modified_gmt":"2026-06-17T02:47:19","slug":"cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/","title":{"rendered":"Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah"},"content":{"rendered":"<h1><b>Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah<\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada satu masalah yang hampir selalu muncul di pertemuan pertama antara mahasiswa dan dosen pembimbing: judulnya terlalu luas. Bukan karena mahasiswanya tidak pintar atau tidak serius, tapi karena tidak ada yang pernah mengajarkan secara eksplisit bagaimana sebuah judul penelitian yang baik seharusnya terlihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Akibatnya, mahasiswa mengajukan judul seperti &#8216;Pengaruh Media Sosial terhadap Remaja&#8217; atau &#8216;Analisis Kinerja Karyawan di Era Digital&#8217;, lalu bingung ketika dosen meminta judul yang lebih spesifik. Apa artinya spesifik? Seberapa sempit? Di mana batasnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Artikel ini memandu kamu memahami <\/span><b>cara menentukan dan memilih judul penelitian<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> yang spesifik dan terarah secara sistematis, dengan contoh konkret dari berbagai bidang ilmu yang langsung bisa kamu jadikan referensi.<\/span><\/p>\n<p><b>Mengapa judul penting: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Judul penelitian bukan sekadar nama. Ia adalah pernyataan singkat yang merangkum seluruh desain penelitianmu: apa yang diteliti, bagaimana hubungannya, siapa atau apa yang menjadi subjek, dan dalam konteks apa. Judul yang lemah hampir selalu menghasilkan proposal yang lemah karena arah penelitiannya tidak jelas sejak awal.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-skripsi-yang-tepat-dan-mudah-diteliti\/\">Cara Menentukan Judul Skripsi yang Tepat dan Mudah Diteliti<\/a><\/b><\/p>\n<h2><b>Apa yang Membuat Judul Penelitian Menjadi Terlalu Luas?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memahami akar masalahnya akan mempermudah proses perbaikannya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Tidak Ada Batasan Variabel yang Jelas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Judul yang baik menyebutkan variabel atau konsep yang diteliti secara spesifik. Ketika judul hanya menyebutkan tema besar seperti &#8216;media sosial&#8217;, &#8216;kinerja&#8217;, atau &#8216;pendidikan&#8217; tanpa batasan lebih lanjut, peneliti tidak tahu harus mulai dari mana dan di mana harus berhenti.<\/span><\/p>\n<h3><b>Tidak Ada Populasi atau Konteks yang Ditentukan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penelitian selalu dilakukan pada subjek atau konteks tertentu. Ketika judul tidak menyebutkan siapa atau apa yang diteliti, cakupan penelitian bisa meluas tak terbatas. &#8216;Remaja&#8217;, &#8216;karyawan&#8217;, atau &#8216;mahasiswa&#8217; masih terlalu luas tanpa spesifikasi lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<h3><b>Hubungan Antarvariabel Tidak Terdefisikan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Apakah penelitian ini menguji pengaruh, hubungan, perbedaan, atau deskripsi? Masing-masing kata kerja ini mengimplikasikan desain metodologi yang berbeda. Judul yang tidak menyebutkan jenis hubungan yang dikaji membuat arah penelitian menjadi ambigu.<\/span><\/p>\n<p><b>Dampak judul yang terlalu luas: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Judul yang tidak spesifik memaksa peneliti untuk membuat batasan di tengah jalan, yang sering kali menghasilkan inkonsistensi antara judul, rumusan masalah, dan metodologi. Ini adalah salah satu penyebab utama mengapa mahasiswa harus merevisi bab satu berkali-kali.<\/span><\/p>\n<h2><b>Komponen yang Membuat Judul Penelitian Spesifik<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Judul penelitian yang spesifik dan terarah umumnya mengandung beberapa komponen kunci yang bekerja bersama untuk mendefinisikan ruang lingkup penelitian secara tepat.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Variabel atau Konsep yang Jelas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebutkan variabel independen dan dependen (untuk penelitian kuantitatif) atau konsep utama yang dieksplorasi (untuk penelitian kualitatif) secara eksplisit. Hindari kata-kata yang terlalu generik dan gantilah dengan yang lebih spesifik dan terukur.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Jenis Hubungan atau Pendekatan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kata kerja dalam judul menentukan desain penelitian. Pengaruh mengimplikasikan hubungan kausal yang membutuhkan uji regresi atau eksperimen. Hubungan mengimplikasikan korelasi. Perbedaan mengimplikasikan komparasi. Implementasi atau persepsi mengimplikasikan pendekatan deskriptif atau kualitatif. Pilih kata kerja yang tepat sesuai dengan apa yang benar-benar ingin kamu jawab.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Populasi atau Objek yang Spesifik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tentukan siapa atau apa yang menjadi fokus penelitianmu. Bukan sekadar &#8216;karyawan&#8217; atau &#8216;mahasiswa&#8217;, tapi karyawan di industri apa, di perusahaan seperti apa, atau mahasiswa di program studi apa dan di universitas mana. Semakin spesifik populasimu, semakin terfokus pengumpulan datamu.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Konteks, Lokasi, atau Periode Waktu<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menambahkan konteks atau periode waktu tidak hanya mempersempit cakupan, tapi juga memperkuat novelty penelitian. Fenomena yang sama bisa menghasilkan temuan yang berbeda di konteks yang berbeda, dan itulah yang menjadi justifikasi penelitianmu.<\/span><\/p>\n<p><b>Tips: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Formula sederhana untuk judul kuantitatif: [Jenis hubungan] [Variabel X] terhadap [Variabel Y] pada [Populasi spesifik] di [Lokasi\/Konteks]. Formula untuk kualitatif: [Fenomena spesifik] pada [Subjek\/Konteks tertentu]: [Pendekatan analitis].<\/span><\/p>\n<h2><b>Teknik Mempersempit Judul yang Terlalu Luas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika kamu sudah memiliki ide topik tapi judulnya masih terlalu luas, gunakan teknik-teknik berikut untuk mempersempitnya secara sistematis.<\/span><\/p>\n<h3><b>Teknik 1: Tambahkan Satu Layer Spesifisitas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ambil judulmu yang masih luas dan tambahkan satu elemen pembatas yang paling relevan. Lakukan ini secara bertahap hingga cakupannya terasa tepat, tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit untuk diselesaikan dalam waktu yang tersedia.<\/span><\/p>\n<h4><b>Bidang Manajemen:<\/b><\/h4>\n<p><b>Terlalu luas: <\/b><i><span style=\"font-weight: 400\">Pengaruh Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Lebih spesifik: <\/b><i><span style=\"font-weight: 400\">Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z di Perusahaan Startup Teknologi Jakarta<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Mengapa lebih baik: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Versi kedua menentukan jenis kepemimpinan yang spesifik, populasi yang terdefinisi (Generasi Z), sektor industri yang jelas (startup teknologi), dan lokasi yang terukur (Jakarta).<\/span><\/p>\n<h4><b>Bidang Kesehatan:<\/b><\/h4>\n<p><b>Terlalu luas: <\/b><i><span style=\"font-weight: 400\">Hubungan Media Sosial dengan Kesehatan Mental Remaja<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Lebih spesifik: <\/b><i><span style=\"font-weight: 400\">Hubungan Intensitas Penggunaan Instagram dengan Tingkat Kecemasan Sosial pada Remaja Perempuan Usia 15-18 Tahun di Kota Bandung<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Mengapa lebih baik: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Versi kedua menentukan platform spesifik (Instagram), dimensi kesehatan mental yang terukur (kecemasan sosial), segmen populasi yang jelas (remaja perempuan 15-18 tahun), dan lokasi yang terdefinisi.<\/span><\/p>\n<h4><b>Bidang Pendidikan:<\/b><\/h4>\n<p><b>Terlalu luas: <\/b><i><span style=\"font-weight: 400\">Analisis Pembelajaran Daring di Indonesia<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Lebih spesifik: <\/b><i><span style=\"font-weight: 400\">Persepsi Guru terhadap Efektivitas Pembelajaran Berbasis Video Interaktif dalam Mata Pelajaran Matematika di SMP Negeri Kota Surabaya Tahun 2026<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Mengapa lebih baik: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Versi kedua menentukan subjek yang spesifik (guru, bukan siswa), metode yang konkret (video interaktif), mata pelajaran tertentu, jenjang pendidikan, dan konteks geografis yang jelas.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengapa-research-gap-penting-dalam-skripsi-ini-penjelasannya\/\">Mengapa Research Gap Penting dalam Skripsi? Ini Penjelasannya<\/a><\/b><\/p>\n<h3><b>Teknik 2: Mulai dari Pertanyaan Penelitian<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Cara lain untuk menemukan judul yang spesifik adalah dengan membalikkan prosesnya: mulai bukan dari topik, tapi dari pertanyaan yang ingin kamu jawab. Pertanyaan yang spesifik secara alami akan menghasilkan judul yang spesifik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, jika pertanyaanmu adalah &#8216;Apakah program pelatihan digital marketing meningkatkan penjualan UMKM kuliner di Yogyakarta pada 2025?&#8217;, judulnya hampir menulis dirinya sendiri: &#8216;Pengaruh Pelatihan Digital Marketing terhadap Peningkatan Penjualan UMKM Kuliner di Yogyakarta Tahun 2025&#8217;.<\/span><\/p>\n<p><b>Tips: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">Tuliskan pertanyaan penelitianmu dalam bahasa yang paling natural dulu. Lalu konversikan pertanyaan tersebut menjadi pernyataan yang mengikuti struktur judul penelitian. Hasilnya hampir selalu lebih spesifik dan terarah dibandingkan jika kamu langsung mencoba membuat judul dari awal.<\/span><\/p>\n<h3><b>Teknik 3: Cek dengan Lima Pertanyaan Kunci<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah membuat judul, uji dengan lima pertanyaan berikut. Pertama, apa yang diteliti secara spesifik? Kedua, siapa atau apa yang menjadi populasi atau objeknya? Ketiga, apa jenis hubungan atau pendekatan yang digunakan? Keempat, di mana atau dalam konteks apa penelitian ini dilakukan? Kelima, bisa kamu kumpulkan datanya dengan sumber daya yang kamu miliki? Jika kelima pertanyaan ini bisa dijawab dengan jelas hanya dari membaca judulnya, judulmu sudah cukup spesifik.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/topik-skripsi-yang-relevan-di-tahun-2026\/\">Topik Skripsi yang Relevan di Tahun 2026<\/a><\/b><\/p>\n<h2><b>Batasan Spesifisitas: Jangan Terlalu Sempit<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meski spesifisitas adalah tujuan, ada batas di mana judul menjadi terlalu sempit hingga sulit mendapatkan literatur pendukung yang cukup atau populasi yang memadai. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Tanda bahwa judulmu mungkin sudah terlalu sempit: kamu kesulitan menemukan lebih dari 5 referensi yang relevan di Google Scholar, populasimu sangat kecil hingga sampling menjadi tidak bermakna secara statistik, atau topiknya sangat spesifik hingga nilai kontribusinya dipertanyakan. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Keseimbangan yang ideal adalah judul yang cukup spesifik untuk bisa dikerjakan secara mendalam dalam waktu yang tersedia, tapi cukup luas untuk memiliki implikasi yang relevan bagi bidang ilmu yang lebih besar.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-daftar-pustaka-otomatis-dengan-mendeley\/\">Cara Menulis Daftar Pustaka Otomatis dengan Mendeley<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gunakan teknik-teknik yang sudah dibahas, mulai dari menambahkan layer spesifisitas secara bertahap, membalikkan proses dengan memulai dari pertanyaan penelitian, hingga menguji judul dengan lima pertanyaan kunci. Dan ingat: judul yang direvisi oleh dosen bukan kegagalan, melainkan bagian normal dari proses yang memang membutuhkan iterasi. <\/span><b>Sudah punya topik tapi masih kesulitan menemukan judul yang tepat dan spesifik? Ebizmark hadir dengan program pendampingan penelitian yang membantumu dari penentuan judul, penyusunan rumusan masalah, hingga penyelesaian skripsi atau artikel ilmiah yang siap dipertahankan. Kunjungi <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id?igsh=dWV2cnEzdWl0MDNk\">@ebizmark.id<\/a> dan mulai konsultasimu sekarang!<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah Ada satu masalah yang hampir selalu muncul&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":4793,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[1348],"newstopic":[1349],"class_list":["post-4817","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian","tag-cara-menentukan-judul-penelitian","newstopic-cara-menentukan-judul-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari cara menentukan judul penelitian yang spesifik dan terarah agar penelitianmu lebih fokus dan mudah dikerjakan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari cara menentukan judul penelitian yang spesifik dan terarah agar penelitianmu lebih fokus dan mudah dikerjakan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-17T02:47:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260602-WA00271.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"736\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"490\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Zahrannisa Ulva\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Zahrannisa Ulva\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah - Ebizmark Blog","description":"Pelajari cara menentukan judul penelitian yang spesifik dan terarah agar penelitianmu lebih fokus dan mudah dikerjakan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah - Ebizmark Blog","og_description":"Pelajari cara menentukan judul penelitian yang spesifik dan terarah agar penelitianmu lebih fokus dan mudah dikerjakan.","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2026-06-17T02:47:19+00:00","og_image":[{"width":736,"height":490,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260602-WA00271.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Zahrannisa Ulva","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Zahrannisa Ulva","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/"},"author":{"name":"Zahrannisa Ulva","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/3818b2958dbdc3ef2127b7ba2869b786"},"headline":"Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah","datePublished":"2026-06-17T02:47:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/"},"wordCount":1198,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260602-WA00271.jpg","keywords":["cara menentukan judul penelitian"],"articleSection":["Penelitian"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/","name":"Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260602-WA00271.jpg","datePublished":"2026-06-17T02:47:19+00:00","description":"Pelajari cara menentukan judul penelitian yang spesifik dan terarah agar penelitianmu lebih fokus dan mudah dikerjakan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260602-WA00271.jpg","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260602-WA00271.jpg","width":736,"height":490,"caption":"cara menentukan judul skripsi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menentukan-judul-penelitian-yang-spesifik-dan-terarah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menentukan Judul Penelitian yang Spesifik dan Terarah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/3818b2958dbdc3ef2127b7ba2869b786","name":"Zahrannisa Ulva","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","caption":"Zahrannisa Ulva"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/zahranisa\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4817"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4818,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4817\/revisions\/4818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4817"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}