{"id":468,"date":"2023-08-04T06:26:22","date_gmt":"2023-08-04T06:26:22","guid":{"rendered":"https:\/?p=468"},"modified":"2023-08-04T06:27:15","modified_gmt":"2023-08-04T06:27:15","slug":"disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/","title":{"rendered":"Disertasi, Pengertian dan Perbedaannya dengan Skripsi serta Tesis"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu disertasi?<\/strong>&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Pasti semua teman-teman sudah sering mendengar istilah disertasi. Apalagi jika teman-teman berada di lingkungan akademik perguruan tinggi. Jika kita mengacu pada arti katanya berdasarkan KBBI V (2022), disertasi berarti karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor. Jadi, kalau teman-teman ingin mendapat gelar doktor melalui pendidikan tinggi S3, maka harus bisa menyelesaikan karya tulis ilmiah disertasi. Disertasi harus ditulis dengan sangat komprehensif, analitis, dan tentunya harus menemukan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada sebelumnya pada bidang ilmu yang digeluti. Metodologi penelitian, teknik pengolahan data, serta penyajian hasil penelitian yang ditulis pada disertasi semua berada pada level lanjutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari menulis disertasi tidak lain adalah untuk melatih dan mempersiapkan mahasiswa S3 untuk menjadi tenaga profesional tentunya dalam bidang ilmu masing-masing yang mereka tekuni. Selain itu, menulis disertasi juga dapat menjadi indikator bahwa mahasiswa doktoral telah mampu menentukan permasalahan, pertanyaan, merangkum literatur yang ada, menerapkan metode yang tepat, menghimpun data valid, menganalisis, mengulas bukti, membahas temuan penelitian, hingga akhirnya mampu berpikir dan menulis secara kritis. Dengan penelitian yang belum ada sebelumnya, mahasiswa doktoral juga akan mendapat gelar berdasarkan keunggulan dan kejujurannya dalam menulis karya akademisnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ini perbedaan disertasi dengan skripsi dan tesis<\/strong>&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Di antara kita mungkin masih banyak yang bertanya-tanya, bukankah skripsi dan tesis juga harus ditulis berdasarkan penelitian yang sedemikian rupa dirancang sesuai kaidah. Lantas, apa perbedaan di antara ketiganya?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dia beberapa ciri yang bisa kita ingat untuk membedakan ketiga karya tulis ilmiah syarat kelulusan pendidikan tinggi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Jenjang pendidikan<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Tentu ini yang paling jelas beda, yakni jenjang pendidikan S1 menghasilkan <strong>skripsi<\/strong>, pendidikan S2 menghasilkan <strong>tesis<\/strong>, dan pendidikan S3 menghasilkan <strong>disertasi<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Permasalahan<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Permasalahan yang harus diangkat pada <strong>skripsi<\/strong> adalah dari <strong><em>pengalaman empiris<\/em><\/strong>, boleh mendalam boleh jadi tidak mendalam. Sementara <strong>tesis<\/strong>, sama-sama dari pengalaman empiris, namun harus <strong><em>mendalam<\/em><\/strong>, dan sudah <em>teoretis<\/em>. Nah, ini dia bedanya dengan <strong>disertasi<\/strong> yang harus diambil <strong><em>dari kajian teoretis<\/em><\/strong> dan didukung <strong><em>fakta empiris<\/em><\/strong> dan harus <strong><em>lebih mendalam<\/em><\/strong><strong> <\/strong>dari skripsi serta tesis, alias harus sangat spesifik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Proses penulisan<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika teman-teman dibantu dosen pembimbing sebanyak <strong><em>40%<\/em><\/strong> pada saat menulis <strong>skripsi<\/strong>, maka pada saat menulis <strong>tesis<\/strong> hanya boleh dibantu maksimal dengan proporsi <strong><em>20%<\/em><\/strong> oleh dosen pembimbing. Sementara itu, untuk menyelesaikan <strong>disertasi<\/strong>, teman-teman hanya boleh dibantu maksimal <strong><em>10%<\/em><\/strong> dari keseluruhan penelitian dan penulisan disertasi, oleh dosen pembimbing teman-teman. Sudah mulai terbayang kan, perbedaannya?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Bobot ilmiah<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Apa sih, bobot ilmiah itu? Bobot ilmiah itu jika kita sederhanakan bahasanya adalah tingkat kesulitan serta nilai manfaat dari sebuah karya tulis. Bobot ilmiah ini dapat dilihat dari kebaruan informasi pada karya tulis; kedalaman dan luas tidaknya substansi karya tulis; terdapat makna praktis, operasional, dan kebijakan; kaidah penulisan ilmiah terpenuhi atau tidak; serta pada inti dan fokus masalah yang diangkat. Nah, biasanya bobot ilmiah ini dibagi menjadi tiga kategori, dari <em>rendah-sedang<\/em>, <em>sedang-tinggi<\/em>, <em>tinggi dengan teori baru<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk <strong>skripsi<\/strong> biasanya ada pada kategori <strong><em>rendah-sedang<\/em><\/strong>. Pada <strong>tesis<\/strong> kategori yang harus dipenuhi adalah <strong><em>sedang-tinggi<\/em><\/strong> artinya harus lebih komprehensif dari skripsi tentunya. Lalu terakhir, <strong>disertasi<\/strong> berada di level <strong><em>tinggi<\/em><\/strong> dan harus menemukan sesuatu yang baru, dengan kata lain, menemukan <strong><em>teori baru<\/em><\/strong> di bidang keilmuannya. Singkatnya, tingkat kesulitan pemenuhan kaidah ilmiah karya tulis akan semakin tinggi,&nbsp; dan bertambah kompleks seiring dengan level pendidikan yang ditempuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Penyajian hasil penelitian<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Hasil penelitian tentu harus dilaporkan dan ditulis dengan kaidah sains yang berlaku. Dengan kaidah tersebut pula, mahasiswa harus menulisnya dengan format baku dan terstruktur. Tentu sejak jenjang pendidikan sarjana, pada saat menulis skripsi, hal ini sudah diterapkan. Namun jika kita telaah ternyata tetap terdapat perbedaan yang kentara antara memaparkan hasil penelitian pada skripsi, tesis, dan disertasi. <strong>Skripsi<\/strong> pemaparannya masih bersifat <strong><em>deskriptif<\/em><\/strong>. Tesis dipaparkan masih dengan sifat <strong><em>deskriptif<\/em><\/strong> serta <strong><em>analitis<\/em><\/strong>, artinya lebih detail dari skripsi. Sementara <strong>disertasi<\/strong>, sudah <strong><em>dominan analitis<\/em><\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Model analisis&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Maksud dari model analisis ini mirip dengan bobot ilmiah karena dibagi dengan tiga kategori. Kategori pertama untuk <strong>skripsi<\/strong> adalah <strong><em>rendah-sedang<\/em><\/strong>, pada <strong>tesis<\/strong> sudah pasti harus <strong><em>sedang-tinggi<\/em><\/strong>, dan tentu untuk <strong>disertasi<\/strong> wajib level analisis <strong><em>tinggi<\/em><\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Metode statistik<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode statistik tentu ada beragam, dan yang digunakan pada <strong>disertasi<\/strong> adalah uji regresi ganda atau kualitatif lanjut, multivariat dan multivariat lanjutan, dan tentu intinya harus <strong><em>kompleks<\/em><\/strong> dan <strong><em>berbobot<\/em><\/strong>. Sementara untuk <strong>skripsi<\/strong> metode statistik yang sering digunakan masih bersifat <strong><em>deskriptif<\/em><\/strong>, dan pada <strong>tesis<\/strong> biasanya sudah masuk ke <strong><em>path analysis<\/em><\/strong> dan <strong><em>SEM<\/em><\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Keaslian<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Skripsi<\/strong>, masih bisa mereplika penelitian yang lain dengan catatan kasusnya harus berbeda. <strong>Tesis<\/strong>, harus mengutamakan keaslian dan peneliti belum pernah menulis penelitian tersebut sebelumnya. Sementara <strong>disertasi<\/strong>, harus merupakan karya asli dan tidak boleh plagiat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>9. Daftar pustaka<\/strong>&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Daftar pustaka juga menjadi pembeda yang sangat kentara. Jika pada saat menulis <strong>skripsi<\/strong> minimal dengan <strong><em>20<\/em><\/strong> daftar pustaka sudah oke, maka pada saat <strong>tesis<\/strong> jumlahnya harus ditingkatkan menjadi minimal <strong><em>40<\/em><\/strong> daftar pustaka. Tentu jumlah tersebut terus ditingkatkan pada mahasiswa <strong>doktoral<\/strong>, minimal daftar pustaka yang digunakan adalah <strong><em>60<\/em><\/strong> daftar pustaka. Tujuannya adalah agar dapat dipublikasikan bukan hanya secara nasional tapi juga pada level internasional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Itu dia ciri serta perbedaan antara disertasi dengan skripsi dan tesis. Jika teman-teman merasa disertasi sangat <em>challenging<\/em>, tenang saja! Teman-teman tidak sendirian! Mari temui teman yang lain, kita bersama-sama tingkatkan kemampuan penelitian kita di <a href=\"http:\/\/ebizmark.id\">Ebizmark<\/a>. Agar tak ketinggalan informasi menarik lainnya segera follow <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id\/?hl=id\">@<\/a> di Instagram, ya! Semoga bermanfaat!&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu disertasi?&nbsp; Pasti semua teman-teman sudah sering mendengar istilah disertasi. Apalagi jika teman-teman berada&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":469,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[13,7],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-468","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","category-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Disertasi, Pengertian dan Perbedaannya dengan Skripsi serta Tesis - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Disertasi berarti karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor. Lantas, apa perbedaannya dengan tesis dan skripsi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Disertasi, Pengertian dan Perbedaannya dengan Skripsi serta Tesis - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Disertasi berarti karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor. Lantas, apa perbedaannya dengan tesis dan skripsi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-04T06:26:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-04T06:27:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/disertasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1352\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"779\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Husnun Nasriah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Husnun Nasriah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Disertasi, Pengertian dan Perbedaannya dengan Skripsi serta Tesis - Ebizmark Blog","description":"Disertasi berarti karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor. Lantas, apa perbedaannya dengan tesis dan skripsi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Disertasi, Pengertian dan Perbedaannya dengan Skripsi serta Tesis - Ebizmark Blog","og_description":"Disertasi berarti karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor. Lantas, apa perbedaannya dengan tesis dan skripsi","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2023-08-04T06:26:22+00:00","article_modified_time":"2023-08-04T06:27:15+00:00","og_image":[{"width":1352,"height":779,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/disertasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Husnun Nasriah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Husnun Nasriah","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/"},"author":{"name":"Husnun Nasriah","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/a9dad59b0f15f73091e38716826f6028"},"headline":"Disertasi, Pengertian dan Perbedaannya dengan Skripsi serta Tesis","datePublished":"2023-08-04T06:26:22+00:00","dateModified":"2023-08-04T06:27:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/"},"wordCount":863,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/disertasi.jpg","articleSection":["Pendidikan","Penelitian"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/","name":"Disertasi, Pengertian dan Perbedaannya dengan Skripsi serta Tesis - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/disertasi.jpg","datePublished":"2023-08-04T06:26:22+00:00","dateModified":"2023-08-04T06:27:15+00:00","description":"Disertasi berarti karangan ilmiah yang ditulis untuk memperoleh gelar doktor. Lantas, apa perbedaannya dengan tesis dan skripsi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/disertasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/disertasi.jpg","width":1352,"height":779,"caption":"disertasi doktor"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/disertasi-pengertian-dan-perbedaannya-dengan-skripsi-serta-tesis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Disertasi, Pengertian dan Perbedaannya dengan Skripsi serta Tesis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/a9dad59b0f15f73091e38716826f6028","name":"Husnun Nasriah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cac13e5e79d96c08cdc18e6dacb05a5bc1f1a283e281f0dba6203c3cfdf8992a?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cac13e5e79d96c08cdc18e6dacb05a5bc1f1a283e281f0dba6203c3cfdf8992a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cac13e5e79d96c08cdc18e6dacb05a5bc1f1a283e281f0dba6203c3cfdf8992a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Husnun Nasriah"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/husnun\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=468"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":471,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468\/revisions\/471"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=468"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}