{"id":4679,"date":"2026-04-14T06:22:56","date_gmt":"2026-04-14T06:22:56","guid":{"rendered":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?p=4679"},"modified":"2026-04-14T06:25:38","modified_gmt":"2026-04-14T06:25:38","slug":"tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/","title":{"rendered":"Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti"},"content":{"rendered":"<h1><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti<\/span><\/span><\/b><\/h1>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Ketika pertama kali mendengar tentang SINTA, banyak dosen dan peneliti muda langsung berpikir pada pertanyaan yang sama: apa bedanya SINTA 1 dengan SINTA 6? Kenapa ada yang susah payah mengejar SINTA 1, sementara yang lain merasa SINTA 4 sudah cukup?<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pertanyaan ini sangat wajar karena pemahaman tentang perbedaan jurnal SINTA 1 sampai 6 secara langsung mempengaruhi strategi publikasi, memberikan syarat jabatan fungsional, dan pengakuan karya ilmiah di lingkungan akademik Indonesia.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Artikel ini akan memandu kamu memahami sistem peringkat SINTA secara menyeluruh, termasuk kriteria masing-masing level dan bagaimana cara memilih target jurnal yang paling sesuai dengan kebutuhan akademikmu.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem pengindeksan jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Sistem ini menilai dan meranking jurnal ilmiah Indonesia berdasarkan standar kualitas yang diukur.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Baca juga: <\/span><\/span><a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/perbedaan-jurnal-terindeks-scopus-wos-dan-sinta\/\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Perbedaan Jurnal Terindeks Scopus, WoS, dan Sinta<\/span><\/span><\/a><\/b><\/p>\n<h2><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Apa Itu Sistem Peringkat SINTA?<\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA membagi jurnal ilmiah Indonesia ke dalam enam peringkat, dari SINTA 1 sebagai yang tertinggi hingga SINTA 6 sebagai yang terendah. Peringkat ini bukan sekadar label, melainkan cerminan dari kualitas pengelolaan jurnal, konsistensi publikasi, jangkauan indeksasi, dan dampak ilmiahnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Penilaian SINTA dilakukan secara berkala dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk indeksasi di basis data internasional seperti Scopus atau Web of Science, nilai akreditasi dari ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional), jumlah sitasi, dan konsistensi spesifikasi. Jurnal yang berhasil masuk ke peringkat lebih tinggi berarti telah memenuhi standar yang semakin ketat di setiap levelnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Perbedaan Jurnal SINTA 1 sampai 6\u00a0<\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Berikut adalah penjelasan masing-masing level SINTA beserta karakteristik utamanya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 1<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Level tertinggi dalam sistem SINTA Indonesia<\/span><\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Jurnal SINTA 1 adalah jurnal dengan kualitas tertinggi dalam ekosistem publikasi ilmiah Indonesia. Untuk masuk ke level ini, sebuah jurnal harus terindeks di basis data internasional bereputasi tinggi seperti Scopus atau Web of Science dengan kuartil Q1 atau Q2, atau memiliki akreditasi ARJUNA dengan nilai A (skor 85 ke atas). Jurnal di level ini memiliki standar peer review yang sangat ketat, dewan editorial internasional, dan dampak sitasi yang signifikan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 2<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tingkat tinggi dengan standar internasional yang kuat<\/span><\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 2 mencakup jurnal yang terindeks di Scopus atau Web of Science pada kuartil Q3 atau Q4, atau memiliki akreditasi ARJUNA dengan nilai B (skor 70 hingga 84). Jurnal di level ini sudah memiliki reputasi yang baik di komunitas akademik nasional dan mulai diakui secara internasional. Bagi dosen yang mengejar jabatan fungsional Lektor Kepala ke atas, publikasi di SINTA 2 umumnya menjadi persyaratan yang sering diminta.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 3<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tingkat menengah atas dengan akreditasi nasional yang solid<\/span><\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 3 adalah jurnal dengan akreditasi ARJUNA skor 60 hingga 69. Di level ini, standar pengelolaan jurnal sudah cukup baik dengan proses peer review yang terstruktur. Jurnal SINTA 3 umumnya menjadi target yang realistis bagi peneliti muda yang sedang membangun rekam jejak publikasi dan belum siap bersaing di level SINTA 1 atau 2.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 4<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tingkat menengah sebagai batu loncatan publikasi<\/span><\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Jurnal SINTA 4 memiliki akreditasi ARJUNA dengan skor 50 hingga 59. Pada level ini, jurnal telah melewati proses akreditasi nasional dan memenuhi standar minimum pengelolaan yang diakui. Bagi siswa yang mewajibkan publikasi sebelum lulus, atau dosen yang baru memulai karir akademiknya, SINTA 4 sering menjadi target awal yang wajar.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 5<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tingkat dasar dengan akreditasi nasional terendah<\/span><\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 5 mencakup jurnal dengan akreditasi ARJUNA skor 40 hingga 49. Meski sudah terakreditasi, jurnal di level ini masih perlu perbaikan di beberapa aspek pengelolaan. Publikasi di SINTA 5 masih diakui secara akademik, namun kontribusinya terhadap pemenuhan syarat jabatan fungsional dosen relatif lebih terbatas dibandingkan tingkat di atasnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 6<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tingkat dasar dalam ekosistem SINTA<\/span><\/span><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">SINTA 6 adalah peringkat terendah dalam sistem SINTA, mencakup jurnal dengan akreditasi ARJUNA skor 30 hingga 39. Jurnal di level ini sudah terdaftar dan diakui secara nasional, namun standar pengelolaannya masih dalam tahap pengembangan. Publikasi di SINTA 6 tetap memiliki nilai akademik, terutama sebagai langkah awal bagi peneliti yang baru memulai perjalanan publikasinya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/waspada-predatory-journal-kenali-ciri-dan-cara-menghindarinya\/\">Waspada Predatory Journal! Kenali Ciri dan Cara Menghindarinya<\/a><\/span><\/span><\/b><\/p>\n<h2><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Mengapa Peringkat SINTA Penting bagi Dosen dan Peneliti?<\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pemahaman tentang perbedaan jurnal SINTA 1 sampai 6 bukan sekedar pengetahuan akademis, melainkan kebutuhan praktis yang berdampak langsung pada karier.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">1. Syarat Jabatan Fungsional Dosen<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Peraturan jabatan fungsional dosen di Indonesia mensyaratkan publikasi di jurnal dengan peringkat SINTA tertentu untuk kenaikan pangkat. Semakin tinggi jabatan fungsional yang dituju, semakin tinggi peringkat SINTA yang dipersyaratkan. Dosen yang ingin naik ke jenjang Guru Besar, misalnya, umumnya wajib memiliki publikasi di jurnal terindeks Scopus atau setara SINTA 1.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">2. Pemenuhan Syarat Kelulusan Pascasarjana<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Banyak program studi S2 dan S3 di Indonesia mewajibkan mahasiswanya untuk mempublikasikan artikel di jurnal dengan peringkat SINTA tertentu sebagai syarat kelulusan. Mengetahui target peringkat yang diminta programmu sejak awal akan membantu perencanaan publikasi yang lebih strategis.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h3><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">3. Penilaian Kinerja Institusi Penelitian<\/span><\/span><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kualitas dan kuantitas publikasi dosen di jurnal SINTA juga mempengaruhi penilaian kinerja institusi penelitian secara keseluruhan. Hal ini berdampak pada alokasi dana penelitian, peringkat institusi, dan berbagai insentif akademik lainnya.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Cara Memilih Target Jurnal SINTA yang Tepat<\/span><\/span><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Setelah memahami perbedaan tiap levelnya, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menentukan target jurnal yang paling realistis dan strategis.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Pertama, sesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Jika kamu sedang mencapai persyaratan kelulusan S2, SINTA 3 atau 4 biasanya sudah memenuhi persyaratan di sebagian besar program studi. Jika kamu mengejar kenaikan jabatan fungsional, pelajari regulasi terbaru dari institusimu untuk mengetahui peringkat SINTA minimum yang dipersyaratkan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kedua, kesiapan naskahmu. Semakin tinggi target SINTA, semakin ketat standar yang harus dipenuhi, mulai dari kualitas metodologi, kekuatan argumen, hingga relevansi dengan tren penelitian terkini. Pengiriman naskah yang belum siap ke jurnal SINTA 1 hanya akan berakhir dengan persetujuan yang membuang waktu berharga.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Ketiga, pelajari jurnal fisika target. Setiap jurnal memiliki fokus tematik, gaya penulisan, dan format yang spesifik. Pastikan penelitianmu relevan dengan lingkup jurnal yang kamu tuju sebelum memulai proses penulisan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tips: <\/span><\/span><\/b><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Gunakan situs resmi di sinta.kemdikbud.go.id untuk mencari jurnal berdasarkan bidang ilmu dan peringkat. Kamu juga bisa melihat rekam jejak jurnal, termasuk konsistensi publikasi dan perkembangan peringkatnya dari waktu ke waktu.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><b><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Baca juga: <\/span><\/span><\/b><a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/kesalahan-saat-mencari-dan-menggunakan-jurnal-ilmiah\/\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kesalahan Umum Mahasiswa dalam Mencari Jurnal Ilmiah<\/span><\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Perbedaan jurnal SINTA 1 sampai 6 mencerminkan hierarki kualitas pengelolaan dan dampak ilmiah yang terukur dalam ekosistem publikasi akademik Indonesia. SINTA 1 berada di puncak dengan standar internasional yang ketat, sementara SINTA 6 menjadi titik masuk bagi jurnal-jurnal yang masih dalam tahap pengembangan.<\/span><\/span><\/span><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"> Ingin publikasi di jurnal SINTA yang tepat tapi bingung harus mulai dari mana? <\/span><\/span><a href=\"http:\/\/ebizmark.id\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Ebizmark<\/span><\/span><\/a><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><span dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"> hadir dengan program pendampingan publikasi ilmiah yang membantu kamu dari pemilihan target jurnal hingga persiapan naskah yang siap submit. Kunjungi ebizmark.id dan mulai konsultasi sekarang!<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti Ketika pertama kali mendengar tentang&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":4681,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[25,1299],"newstopic":[1300],"class_list":["post-4679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jurnal","tag-jurnal-sinta","tag-tingkatan-jurnal-sinta","newstopic-jurnal-sinta"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Belum paham tingkatan jurnal SINTA 1 sampai 6? Pelajari kriteria, kualitas, dan cara memilih jurnal SINTA yang tepat untuk publikasimu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Belum paham tingkatan jurnal SINTA 1 sampai 6? Pelajari kriteria, kualitas, dan cara memilih jurnal SINTA yang tepat untuk publikasimu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-14T06:22:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-14T06:25:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1bcd6d68995beae5d62aa8ca3dc524ed.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"490\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Zahrannisa Ulva\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Zahrannisa Ulva\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti - Ebizmark Blog","description":"Belum paham tingkatan jurnal SINTA 1 sampai 6? Pelajari kriteria, kualitas, dan cara memilih jurnal SINTA yang tepat untuk publikasimu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti - Ebizmark Blog","og_description":"Belum paham tingkatan jurnal SINTA 1 sampai 6? Pelajari kriteria, kualitas, dan cara memilih jurnal SINTA yang tepat untuk publikasimu.","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2026-04-14T06:22:56+00:00","article_modified_time":"2026-04-14T06:25:38+00:00","og_image":[{"width":735,"height":490,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1bcd6d68995beae5d62aa8ca3dc524ed.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Zahrannisa Ulva","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Zahrannisa Ulva","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/"},"author":{"name":"Zahrannisa Ulva","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/3818b2958dbdc3ef2127b7ba2869b786"},"headline":"Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti","datePublished":"2026-04-14T06:22:56+00:00","dateModified":"2026-04-14T06:25:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/"},"wordCount":1040,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1bcd6d68995beae5d62aa8ca3dc524ed.jpg","keywords":["Jurnal Sinta","tingkatan jurnal sinta"],"articleSection":["Jurnal"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/","name":"Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1bcd6d68995beae5d62aa8ca3dc524ed.jpg","datePublished":"2026-04-14T06:22:56+00:00","dateModified":"2026-04-14T06:25:38+00:00","description":"Belum paham tingkatan jurnal SINTA 1 sampai 6? Pelajari kriteria, kualitas, dan cara memilih jurnal SINTA yang tepat untuk publikasimu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1bcd6d68995beae5d62aa8ca3dc524ed.jpg","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/1bcd6d68995beae5d62aa8ca3dc524ed.jpg","width":735,"height":490,"caption":"jurnal sinta"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/tingkatan-jurnal-sinta-1-sampai-6-yang-wajib-diketahui-peneliti\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tingkatan Jurnal SINTA 1 sampai 6 yang Wajib Diketahui Peneliti"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/3818b2958dbdc3ef2127b7ba2869b786","name":"Zahrannisa Ulva","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eece0ddd984e13df9aa8433316076b3d6604ee0a83a0215d3afb75e86c067397?s=96&d=mm&r=g","caption":"Zahrannisa Ulva"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/zahranisa\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4679"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4684,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4679\/revisions\/4684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4679"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}