{"id":3893,"date":"2025-08-28T07:49:22","date_gmt":"2025-08-28T07:49:22","guid":{"rendered":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?p=3893"},"modified":"2025-08-28T08:03:16","modified_gmt":"2025-08-28T08:03:16","slug":"apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p>Memastikan data agar memenuhi asumsi tertentu menjadi langkah penting sebelum melakukan analisis statistik. Salah satu asumsi yang kerap diperiksa adalah homogenitas varians yang mengukur kesamaan variasi antar kelompok data.<\/p>\n<h2><b>Apa Itu Uji Homogenitas?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uji Homogenitas adalah prosedur statistik yang digunakan untuk menilai apakah dua atau lebih kelompok data memiliki varians yang sama atau homogen. Homogenitas varians merupakan asumsi penting dalam banyak uji statistik parametrik seperti uji t, ANOVA, dan MANOVA. Jika asumsi ini tidak terpenuhi, maka hasil analisis bisa menjadi bias dan kesimpulannya tidak valid. Dengan melakukan Uji Homogenitas, peneliti dapat memastikan bahwa perbedaan yang ditemukan antar kelompok memang disebabkan oleh variabel penelitian, bukan oleh perbedaan varians.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tujuan Uji Homogenitas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan utama Uji Homogenitas adalah memastikan kesamaan varians antar kelompok sebelum melakukan analisis parametrik. Dalam penelitian kuantitatif, asumsi varians yang setara diperlukan agar uji statistik dapat memberikan hasil yang akurat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, uji ini membantu peneliti memutuskan apakah perlu menggunakan teknik alternatif, misalnya uji nonparametrik, jika varians antar kelompok tidak homogen. Dengan demikian, Uji Homogenitas menjadi langkah penting untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-Jenis Uji Homogenitas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa metode umum yang digunakan untuk menguji homogenitas varians meliputi:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Uji Levene<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengujian yang bernama Levene ini adalah metode yang paling sering digunakan karena tidak sensitif terhadap pelanggaran asumsi normalitas. Uji ini menguji kesamaan varians antar kelompok dengan melihat selisih nilai data terhadap median atau mean. Hasilnya diinterpretasikan dengan p-value; jika p &gt; 0,05, varians dianggap homogen.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Uji Bartlett<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uji Bartlett efektif untuk data yang berdistribusi normal. Pengujian ini sangat sensitif terhadap pelanggaran normalitas sehingga lebih cocok jika asumsi distribusi normal terpenuhi. Sama seperti uji Levene, jika p-value lebih dari 0,05, maka varians dianggap homogen.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Uji Brown-Forsythe<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uji ini merupakan variasi dari Levene Test dengan penekanan pada median, sehingga lebih tahan terhadap data yang mengandung outlier atau tidak normal. Brown-Forsythe sering dipilih sebagai alternatif Levene jika terdapat indikasi ketidaknormalan distribusi data.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Uji Hartley (F-Max)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uji Hartley digunakan untuk membandingkan varians dari dua atau lebih kelompok dengan rasio varians terbesar terhadap varians terkecil. Metode ini sederhana, namun memiliki keterbatasan karena sangat sensitif terhadap pelanggaran asumsi normalitas.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-normalitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/\">Apa Itu Uji Normalitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya<\/a><\/p>\n<h2><b>Penerapan Uji Homogenitas pada Berbagai Analisis Statistik<\/b><\/h2>\n<p data-start=\"171\" data-end=\"470\">Homogenitas varians adalah kondisi di mana varians dari dua kelompok atau lebih dianggap sama. Asumsi ini menjadi syarat penting dalam berbagai metode analisis statistik karena ketidakpatuhan terhadap asumsi homogenitas dapat menyebabkan kesimpulan yang menyesatkan. Berikut beberapa penerapannya:<\/p>\n<h3 data-start=\"477\" data-end=\"527\"><strong data-start=\"481\" data-end=\"525\">1. Uji t Dua Sampel (Independent t-test)<\/strong><\/h3>\n<ul data-start=\"528\" data-end=\"1043\">\n<li data-start=\"528\" data-end=\"725\">\n<p data-start=\"530\" data-end=\"725\">Sebelum melakukan uji t untuk membandingkan rata-rata dua kelompok independen, peneliti harus memastikan varians kedua kelompok sama melalui uji homogenitas, misalnya Levene\u2019s Test atau F-Test.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"726\" data-end=\"893\">\n<p data-start=\"728\" data-end=\"893\">Jika varians tidak homogen, hasil uji t standar bisa bias, sehingga diperlukan uji t dengan koreksi (misal, Welch\u2019s t-test) untuk memperoleh kesimpulan yang valid.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"894\" data-end=\"1043\">\n<p data-start=\"896\" data-end=\"1043\">Uji homogenitas membantu memastikan bahwa perbedaan rata-rata yang ditemukan memang signifikan dan bukan karena perbedaan varians antar kelompok.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"1050\" data-end=\"1087\"><strong data-start=\"1054\" data-end=\"1085\">2. Analisis Varians (ANOVA)<\/strong><\/h3>\n<ul data-start=\"1088\" data-end=\"1604\">\n<li data-start=\"1088\" data-end=\"1262\">\n<p data-start=\"1090\" data-end=\"1262\">ANOVA digunakan untuk membandingkan rata-rata lebih dari dua kelompok. Homogenitas varians adalah salah satu asumsi dasar agar uji F dapat diinterpretasikan dengan benar.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1263\" data-end=\"1369\">\n<p data-start=\"1265\" data-end=\"1369\">Untuk mengecek homogenitas varians, biasanya digunakan <strong data-start=\"1320\" data-end=\"1337\">Levene\u2019s Test<\/strong> atau <strong data-start=\"1343\" data-end=\"1366\">Brown-Forsythe Test<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1370\" data-end=\"1514\">\n<p data-start=\"1372\" data-end=\"1514\">Jika varians antar kelompok tidak sama, peneliti dapat menggunakan <strong data-start=\"1439\" data-end=\"1454\">Welch ANOVA<\/strong> atau transformasi data untuk memenuhi asumsi homogenitas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1515\" data-end=\"1604\">\n<p data-start=\"1517\" data-end=\"1604\">Pemenuhan asumsi ini memastikan bahwa probabilitas kesalahan tipe I tetap terkendali.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"1611\" data-end=\"1638\"><strong data-start=\"1615\" data-end=\"1636\">3. Regresi Linear<\/strong><\/h3>\n<ul data-start=\"1639\" data-end=\"2178\">\n<li data-start=\"1639\" data-end=\"1812\">\n<p data-start=\"1641\" data-end=\"1812\">Dalam regresi linear, konsep homogenitas varians dikenal dengan istilah <strong data-start=\"1713\" data-end=\"1734\">homoskedastisitas<\/strong>, yang menandakan bahwa varians residual konstan di seluruh nilai prediktor.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1813\" data-end=\"1976\">\n<p data-start=\"1815\" data-end=\"1976\">Jika homoskedastisitas tidak terpenuhi (heteroskedastisitas), estimasi parameter menjadi tidak efisien dan uji t atau F bisa memberikan hasil yang menyesatkan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1977\" data-end=\"2079\">\n<p data-start=\"1979\" data-end=\"2079\">Homoskedastisitas dapat diuji dengan grafik residual, <strong data-start=\"2033\" data-end=\"2055\">Breusch-Pagan Test<\/strong>, atau <strong data-start=\"2062\" data-end=\"2076\">White Test<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2080\" data-end=\"2178\">\n<p data-start=\"2082\" data-end=\"2178\">Perbaikan dapat dilakukan dengan transformasi variabel atau menggunakan metode regresi robust.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"2185\" data-end=\"2240\"><strong data-start=\"2189\" data-end=\"2238\">4. Multivariate Analysis of Variance (MANOVA)<\/strong><\/h3>\n<ul data-start=\"2241\" data-end=\"2859\">\n<li data-start=\"2241\" data-end=\"2328\">\n<p data-start=\"2243\" data-end=\"2328\">MANOVA membandingkan rata-rata beberapa variabel dependen sekaligus antar kelompok.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2329\" data-end=\"2482\">\n<p data-start=\"2331\" data-end=\"2482\">Asumsi homogenitas di sini berupa <strong data-start=\"2365\" data-end=\"2406\">homogenitas matriks varians-kovarians<\/strong>, yang artinya struktur varians dan kovarians antar kelompok harus serupa.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2483\" data-end=\"2605\">\n<p data-start=\"2485\" data-end=\"2605\">Uji ini penting agar perbandingan multivariat dapat diinterpretasikan dengan benar dan hasil uji statistik tidak bias.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2606\" data-end=\"2693\">\n<p data-start=\"2608\" data-end=\"2693\">Untuk memeriksa homogenitas varians-kovarians, biasanya digunakan <strong data-start=\"2674\" data-end=\"2690\">Box\u2019s M Test<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2694\" data-end=\"2859\">\n<p data-start=\"2696\" data-end=\"2859\">Jika asumsi ini dilanggar, hasil MANOVA bisa tidak valid, dan peneliti dapat mempertimbangkan transformasi data atau metode alternatif seperti <strong data-start=\"2839\" data-end=\"2856\">robust MANOVA<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Uji Homogenitas merupakan langkah penting untuk memastikan asumsi kesamaan varians antar kelompok dalam analisis statistik parametrik. Dengan memilih metode uji yang tepat seperti Levene, Bartlett, Brown-Forsythe, atau Hartley, peneliti dapat meningkatkan keakuratan hasil analisis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan uji ini relevan di berbagai teknik analisis seperti uji t, ANOVA, regresi, dan MANOVA. Memahami dan melakukan uji ini dengan benar akan membantu peneliti menghindari kesimpulan yang bias dan meningkatkan validitas penelitian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapatkan lebih banyak artikel, tips penelitian, dan informasi menarik lainnya di Instagram <\/span><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">@ebizmark.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Jangan lewatkan pula berbagai <\/span><a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/kelasgratis\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelas Gratis<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mengenai penelitian yang bisa diikuti hanya di <\/span><a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ebizmark.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memastikan data agar memenuhi asumsi tertentu menjadi langkah penting sebelum melakukan analisis statistik. Salah satu&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":3895,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7,8],"tags":[1184,1183,1182,1181],"newstopic":[],"class_list":["post-3893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penelitian","category-statistik","tag-homogenitas","tag-pengujian","tag-uji","tag-uji-homogenitas"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memastikan data agar memenuhi asumsi tertentu menjadi langkah penting sebelum melakukan analisis statistik. Salah satu&nbsp;[&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-28T07:49:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-28T08:03:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Ebiz-Main-Image-36.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hilmi Aziz Rakhmatullah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hilmi Aziz Rakhmatullah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya - Ebizmark Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya - Ebizmark Blog","og_description":"Memastikan data agar memenuhi asumsi tertentu menjadi langkah penting sebelum melakukan analisis statistik. Salah satu&nbsp;[&hellip;]","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2025-08-28T07:49:22+00:00","article_modified_time":"2025-08-28T08:03:16+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Ebiz-Main-Image-36.png","type":"image\/png"}],"author":"Hilmi Aziz Rakhmatullah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Hilmi Aziz Rakhmatullah","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/"},"author":{"name":"Hilmi Aziz Rakhmatullah","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/5a8513cd57a0b9494ecc5f4059354109"},"headline":"Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya","datePublished":"2025-08-28T07:49:22+00:00","dateModified":"2025-08-28T08:03:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/"},"wordCount":784,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Ebiz-Main-Image-36.png","keywords":["Homogenitas","Pengujian","Uji","Uji Homogenitas"],"articleSection":["Penelitian","Statistik"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/","name":"Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Ebiz-Main-Image-36.png","datePublished":"2025-08-28T07:49:22+00:00","dateModified":"2025-08-28T08:03:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Ebiz-Main-Image-36.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Ebiz-Main-Image-36.png","width":1200,"height":675,"caption":"Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/apa-itu-uji-homogenitas-pengertian-tujuan-dan-contohnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Uji Homogenitas? Pengertian, Tujuan, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/5a8513cd57a0b9494ecc5f4059354109","name":"Hilmi Aziz Rakhmatullah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de7757ebf7ffac2a64c7b020937f1ac2fddbb3b842059f730170b8a378fac9e7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de7757ebf7ffac2a64c7b020937f1ac2fddbb3b842059f730170b8a378fac9e7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de7757ebf7ffac2a64c7b020937f1ac2fddbb3b842059f730170b8a378fac9e7?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hilmi Aziz Rakhmatullah"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/hilmiaziz\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3893"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3906,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3893\/revisions\/3906"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3893"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}