{"id":2992,"date":"2025-05-14T03:27:46","date_gmt":"2025-05-14T03:27:46","guid":{"rendered":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?p=2992"},"modified":"2025-05-14T03:27:47","modified_gmt":"2025-05-14T03:27:47","slug":"3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/","title":{"rendered":"3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif"},"content":{"rendered":"\n<p>Struktur kalimat aktif dan pasif merupakan aspek penting dalam penulisan akademik karena keduanya memiliki fungsi berbeda tergantung pada fokus yang ingin ditonjolkan. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif merupakan keterampilan dasar yang penting dalam penulisan, terutama dalam konteks akademik dan formal. Kalimat pasif sering digunakan untuk menekankan objek atau hasil tindakan, bukan pelakunya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Kalimat aktif adalah struktur kalimat yang menempatkan subjek sebagai pelaku tindakan terhadap objek. Contohnya, <em>&#8220;Dosen memberikan tugas kepada mahasiswa.&#8221;<\/em> Kalimat ini secara jelas menunjukkan siapa yang melakukan tindakan (dosen) dan kepada siapa tindakan tersebut ditujukan (mahasiswa).<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, kalimat pasif menempatkan objek dari tindakan sebagai fokus utama. Dengan kata lain, subjek dalam kalimat pasif menerima tindakan. Contohnya adalah <em>&#8220;Tugas diberikan kepada mahasiswa oleh dosen.&#8221;<\/em> Pada penulisan akademik, kalimat pasif sering digunakan untuk menekankan hasil atau proses, bukan pelaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan kalimat pasif sering dianjurkan saat subjek tindakan tidak terlalu penting, atau ketika penulis ingin menonjolkan objek atau peristiwa. Kalimat pasif juga umum digunakan pada laporan penelitian karena memberikan kesan objektif dan formal, misalnya, <em>&#8220;Data dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika Anda hendak mengubah kalimat aktif menjadi pasif, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengubahnya. Berikut beberapa tips tersebut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Identifikasi Subjek, Predikat, dan Objek<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama mengubah kalimat aktif menjadi pasif adalah mengenali struktur dasar kalimat aktif. Pastikan Anda mengidentifikasi subjek (pelaku), predikat (kata kerja), dan objek (penerima tindakan).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, pada kalimat <em>&#8220;Peneliti mengumpulkan data lapangan,&#8221;<\/em> subjeknya adalah <em>peneliti<\/em>, predikatnya adalah <em>mengumpulkan<\/em>, dan objeknya adalah <em>data lapangan<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah struktur dikenali, objek dalam kalimat aktif akan menjadi subjek dalam kalimat pasif. Dengan demikian, kalimat pasifnya adalah <em>&#8220;Data lapangan dikumpulkan oleh peneliti.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Ubah Bentuk Kata Kerja<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah selanjutnya adalah mengubah bentuk kata kerja agar sesuai dengan struktur pasif. Biasanya, kalimat pasif menggunakan kata kerja yang ditambahkan imbuhan <em>&#8220;di-&#8220;<\/em> dalam bahasa Indonesia. Singkatnya, <em>&#8220;di-&#8221; <\/em>+ kata kerja merupakan salah satu cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh lain: Kalimat aktif <em>&#8220;Mahasiswa membaca artikel tersebut&#8221;<\/em> diubah menjadi kalimat pasif <em>&#8220;Artikel tersebut dibaca oleh mahasiswa.&#8221;<\/em> Perubahan ini tidak hanya mempertahankan makna, tetapi juga menyesuaikan struktur gramatikal dengan bentuk pasif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tambahkan Keterangan \u201cOleh\u201d Jika Perlu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada bahasa Indonesia, penggunaan kata <em>&#8220;oleh&#8221;<\/em> berfungsi untuk menunjukkan pelaku tindakan dalam kalimat pasif. Namun, tidak semua kalimat pasif perlu mencantumkan pelaku, terutama jika pelaku tidak penting atau sudah diketahui dari konteks.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, kalimat <em>&#8220;Laporan telah dikirimkan&#8221;<\/em> sudah dianggap cukup jelas tanpa harus menambahkan pelaku. Namun jika penting untuk menyebutkan pelaku, bisa ditambahkan: <em>&#8220;Laporan telah dikirimkan oleh sekretaris program studi.&#8221;<\/em> Kehadiran atau ketidakhadiran <em>&#8220;oleh + pelaku&#8221;<\/em> sangat bergantung pada tujuan penulisan dan informasi yang ingin ditekankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda memiliki keinginan menulis buku atau mempunyai draft buku yang ingin diterbitkan, <a href=\"https:\/\/press.ebizmark.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ebizmark Press<\/a> siap mendampingi Anda dengan proses penerbitan yang profesional dan kredibel. Dengan proses penerbitan yang profesional dan pendampingan yang komprehensif, Ebizmark bisa membantu mewujudkan ide dan penelitian Anda menjadi buku.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Struktur kalimat aktif dan pasif merupakan aspek penting dalam penulisan akademik karena keduanya memiliki fungsi&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":3004,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[927,925,926],"newstopic":[],"class_list":["post-2992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-menulis","tag-cara-mengubah-kalimat-aktif","tag-kalimat-aktif","tag-kalimat-pasif"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada beberapa kondisi, penulis perlu mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Nah untuk melakukannya, simak tips-tipsnya berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada beberapa kondisi, penulis perlu mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Nah untuk melakukannya, simak tips-tipsnya berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-14T03:27:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-14T03:27:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Ebiz-Main-Image.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hilmi Aziz Rakhmatullah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hilmi Aziz Rakhmatullah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif - Ebizmark Blog","description":"Pada beberapa kondisi, penulis perlu mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Nah untuk melakukannya, simak tips-tipsnya berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif - Ebizmark Blog","og_description":"Pada beberapa kondisi, penulis perlu mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Nah untuk melakukannya, simak tips-tipsnya berikut ini!","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2025-05-14T03:27:46+00:00","article_modified_time":"2025-05-14T03:27:47+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Ebiz-Main-Image.png","type":"image\/png"}],"author":"Hilmi Aziz Rakhmatullah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Hilmi Aziz Rakhmatullah","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/"},"author":{"name":"Hilmi Aziz Rakhmatullah","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/5a8513cd57a0b9494ecc5f4059354109"},"headline":"3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif","datePublished":"2025-05-14T03:27:46+00:00","dateModified":"2025-05-14T03:27:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/"},"wordCount":477,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Ebiz-Main-Image.png","keywords":["Cara Mengubah Kalimat Aktif","Kalimat Aktif","Kalimat Pasif"],"articleSection":["Menulis"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/","name":"3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Ebiz-Main-Image.png","datePublished":"2025-05-14T03:27:46+00:00","dateModified":"2025-05-14T03:27:47+00:00","description":"Pada beberapa kondisi, penulis perlu mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Nah untuk melakukannya, simak tips-tipsnya berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Ebiz-Main-Image.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Ebiz-Main-Image.png","width":1200,"height":675,"caption":"3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/3-tips-mengubah-kalimat-aktif-menjadi-pasif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"3 Tips Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/5a8513cd57a0b9494ecc5f4059354109","name":"Hilmi Aziz Rakhmatullah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de7757ebf7ffac2a64c7b020937f1ac2fddbb3b842059f730170b8a378fac9e7?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de7757ebf7ffac2a64c7b020937f1ac2fddbb3b842059f730170b8a378fac9e7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de7757ebf7ffac2a64c7b020937f1ac2fddbb3b842059f730170b8a378fac9e7?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hilmi Aziz Rakhmatullah"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/hilmiaziz\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2992"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2995,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2992\/revisions\/2995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2992"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}