{"id":2413,"date":"2025-02-13T04:08:12","date_gmt":"2025-02-13T04:08:12","guid":{"rendered":"https:\/?p=2413"},"modified":"2025-02-13T04:08:16","modified_gmt":"2025-02-13T04:08:16","slug":"cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/","title":{"rendered":"Cara Menulis Metodologi dalam Jurnal Agar Diterima Reviewer"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/skripsiyuk.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Penelitian-19-scaled.jpg\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Bagian metodologi dalam jurnal ilmiah adalah salah satu bagian yang sangat penting. Metodologi penelitian menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan, dari desain penelitian hingga teknik analisis yang digunakan. Oleh karena itu, bagian ini harus ditulis dengan jelas, terperinci, dan sesuai dengan standar ilmiah yang berlaku agar tidak ditolak oleh reviewer jurnal. Penulisan metodologi yang kurang tepat atau tidak lengkap bisa menyebabkan artikel Anda tidak diterima untuk dipublikasikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Jelaskan Desain Penelitian dengan Jelas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Desain penelitian adalah fondasi dari metodologi Anda. Oleh karena itu, penting untuk menjelaskan desain penelitian dengan jelas. Sebelum menjelaskan teknik pengumpulan data, pastikan untuk menyebutkan apakah penelitian Anda bersifat <strong>kuantitatif, kualitatif<\/strong>, atau <strong>mixed methods<\/strong>. Setiap jenis desain penelitian memerlukan pendekatan dan teknik yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jika Anda melakukan penelitian <strong>kuantitatif<\/strong>, sebutkan apakah itu <strong>eksperimen<\/strong>, <strong>survey<\/strong>, atau <strong>studi korelasional<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika penelitian <strong>kualitatif<\/strong>, jelaskan apakah itu <strong>studi kasus<\/strong>, <strong>fenomenologi<\/strong>, atau <strong>etnografi<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebutkan juga apakah desain penelitian Anda <strong>longitudinal<\/strong> atau <strong>cross-sectional<\/strong>, jika relevan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan eksperimen untuk menguji pengaruh metode pengajaran baru terhadap hasil belajar siswa.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pilih Sampel dengan Tepat dan Jelaskan Secara Mendetail<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sampel yang Anda pilih harus sesuai dengan tujuan penelitian dan harus dijelaskan secara rinci agar reviewer bisa menilai validitas penelitian Anda. Jelaskan ukuran sampel, teknik pemilihan sampel (seperti <strong>random sampling<\/strong>, <strong>purposive sampling<\/strong>, atau <strong>snowball sampling<\/strong>), serta kriteria inklusi dan eksklusi jika ada.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jelaskan alasan pemilihan sampel<\/strong>: Misalnya, jika menggunakan <strong>random sampling<\/strong>, jelaskan mengapa metode ini dipilih dan bagaimana memastikan bahwa sampel yang diambil representatif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ukuran sampel yang tepat<\/strong>: Sertakan informasi tentang ukuran sampel yang cukup untuk menghasilkan hasil yang signifikan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Sampel penelitian ini terdiri dari 200 siswa dari lima sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik random sampling untuk memastikan keberagaman karakteristik.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Teknik Pengumpulan Data yang Jelas dan Terkini<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode pengumpulan data harus dijelaskan secara jelas. Jika Anda menggunakan <strong>wawancara<\/strong>, <strong>kuesioner<\/strong>, atau <strong>observasi<\/strong>, pastikan untuk menjelaskan bagaimana masing-masing teknik ini dilaksanakan. Sebutkan juga alat yang digunakan (misalnya, <strong>software analisis data<\/strong>, <strong>questionnaire design<\/strong>, <strong>survey tools<\/strong>) dan validitas instrumen yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jika Anda menggunakan <strong>survey atau kuesioner<\/strong>, jelaskan bagaimana pertanyaan disusun dan apakah sudah teruji validitas dan reliabilitasnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Anda menggunakan <strong>wawancara<\/strong>, beri informasi mengenai <strong>struktur wawancara<\/strong> yang digunakan (misalnya, terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Data dikumpulkan melalui survei online yang terdiri dari 25 pertanyaan tertutup, yang dikembangkan berdasarkan teori A. Validitas instrumen diuji menggunakan teknik validitas isi oleh tiga ahli di bidangnya.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Jelaskan Teknik Analisis Data yang Digunakan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian analisis data sangat penting untuk menunjukkan bagaimana hasil penelitian Anda diolah dan dianalisis. Dalam bagian ini, Anda harus menunjukkan apakah Anda menggunakan teknik analisis statistik seperti <strong>regresi linier<\/strong>, <strong>ANOVA<\/strong>, atau analisis kualitatif seperti <strong>analisis tematik<\/strong> atau <strong>coding<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jelaskan langkah-langkah analisis<\/strong> yang diambil dengan rinci. Jangan hanya menyebutkan teknik yang digunakan, tapi jelaskan juga bagaimana dan mengapa teknik tersebut relevan untuk penelitian Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk penelitian <strong>kuantitatif<\/strong>, jelaskan alat statistik yang digunakan dan bagaimana analisis dilakukan, apakah dengan bantuan software seperti <strong>SPSS<\/strong>, <strong>R<\/strong>, atau <strong>Excel<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk penelitian <strong>kualitatif<\/strong>, jelaskan bagaimana Anda mengkategorikan data dan melakukan <strong>coding<\/strong> serta teknik analisis tematik atau fenomenologis yang digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 24. Untuk data kualitatif, analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola dalam wawancara dengan menggunakan NVivo.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Validitas dan Reliabilitas Penelitian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk meyakinkan reviewer bahwa penelitian Anda sahih dan dapat dipercaya, Anda perlu menunjukkan bagaimana validitas dan reliabilitas data dan instrumen penelitian dijaga. Validitas mengukur sejauh mana instrumen penelitian mengukur apa yang dimaksudkan untuk diukur, sedangkan reliabilitas mengukur konsistensi hasil.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Untuk validitas <strong>kuesioner<\/strong>, sertakan informasi tentang bagaimana <strong>validitas isi<\/strong> dan <strong>validitas konstruk<\/strong> diuji.<\/li>\n\n\n\n<li>Jelaskan apakah instrumen yang Anda gunakan memiliki tingkat <strong>reliabilitas<\/strong> yang tinggi. Anda bisa menyebutkan <strong>koefisien Cronbach\u2019s Alpha<\/strong> atau teknik lainnya jika relevan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>&#8220;Instrumen penelitian diuji validitasnya oleh lima ahli di bidangnya, dan reliabilitas kuesioner dihitung menggunakan Cronbach\u2019s Alpha, yang menunjukkan nilai 0,85, menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Hindari Terlalu Banyak Detil yang Tidak Relevan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun detail itu penting, jangan terlalu mendalam dalam menjelaskan aspek metodologi yang tidak relevan dengan penelitian Anda. Hal ini dapat membuat bagian metodologi menjadi terlalu panjang dan membingungkan bagi pembaca atau reviewer.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tips:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Fokuskan penjelasan hanya pada aspek metodologi yang relevan dengan pertanyaan penelitian dan tujuan penelitian Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Hindari memasukkan informasi yang terlalu teknis atau tidak penting bagi pemahaman pembaca tentang bagaimana penelitian dilakukan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p>Menulis bagian metodologi dalam jurnal ilmiah membutuhkan ketelitian dan kejelasan. Pastikan Anda mengikuti langkah-langkah yang sudah terbukti efektif, yaitu dengan menjelaskan desain penelitian, teknik pengumpulan data, metode analisis, serta validitas dan reliabilitas secara rinci dan sistematis. Dengan demikian, bagian metodologi Anda akan mudah dipahami oleh reviewer dan dapat memenuhi kriteria jurnal ilmiah yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jurnal Anda perlu direview?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Konsultasikan naskah Anda dengan \u00a0<a href=\"https:\/\/press.ebizmark.id\/\">Minpress<\/a>\u00a0untuk mempercepat proses review dan memastikan kualitas jurnal yang optimal hingga tembus publikasi! Kunjungi \u00a0<a href=\"https:\/\">Ebizmark Blog<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id\/\">Instagram @<\/a>\u00a0temukan konten menarik lainnya!<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagian metodologi dalam jurnal ilmiah adalah salah satu bagian yang sangat penting. Metodologi penelitian menjelaskan&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[11,7],"tags":[35,650,58],"newstopic":[],"class_list":["post-2413","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jurnal","category-penelitian","tag-jurnal","tag-metodologi","tag-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menulis Metodologi dalam Jurnal Agar Diterima Reviewer - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara menulis bagian metodologi dalam jurnal ilmiah agar diterima oleh reviewer dengan tips dan trik yang efektif\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menulis Metodologi dalam Jurnal Agar Diterima Reviewer - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara menulis bagian metodologi dalam jurnal ilmiah agar diterima oleh reviewer dengan tips dan trik yang efektif\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-13T04:08:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-13T04:08:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/skripsiyuk.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Penelitian-19-scaled.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"siti shalwa aulia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"siti shalwa aulia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menulis Metodologi dalam Jurnal Agar Diterima Reviewer - Ebizmark Blog","description":"Cara menulis bagian metodologi dalam jurnal ilmiah agar diterima oleh reviewer dengan tips dan trik yang efektif","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Menulis Metodologi dalam Jurnal Agar Diterima Reviewer - Ebizmark Blog","og_description":"Cara menulis bagian metodologi dalam jurnal ilmiah agar diterima oleh reviewer dengan tips dan trik yang efektif","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2025-02-13T04:08:12+00:00","article_modified_time":"2025-02-13T04:08:16+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/skripsiyuk.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Penelitian-19-scaled.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"siti shalwa aulia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"siti shalwa aulia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/"},"author":{"name":"siti shalwa aulia","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/b635020b4bd768d422d87240a5331e5b"},"headline":"Cara Menulis Metodologi dalam Jurnal Agar Diterima Reviewer","datePublished":"2025-02-13T04:08:12+00:00","dateModified":"2025-02-13T04:08:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/"},"wordCount":797,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skripsiyuk.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Penelitian-19-scaled.jpg","keywords":["Jurnal","Metodologi","penelitian"],"articleSection":["Jurnal","Penelitian"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/","name":"Cara Menulis Metodologi dalam Jurnal Agar Diterima Reviewer - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/skripsiyuk.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Penelitian-19-scaled.jpg","datePublished":"2025-02-13T04:08:12+00:00","dateModified":"2025-02-13T04:08:16+00:00","description":"Cara menulis bagian metodologi dalam jurnal ilmiah agar diterima oleh reviewer dengan tips dan trik yang efektif","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/#primaryimage","url":"https:\/\/skripsiyuk.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Penelitian-19-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/skripsiyuk.com\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Penelitian-19-scaled.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/cara-menulis-metodologi-dalam-jurnal-agar-diterima-reviewer\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menulis Metodologi dalam Jurnal Agar Diterima Reviewer"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/b635020b4bd768d422d87240a5331e5b","name":"siti shalwa aulia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","caption":"siti shalwa aulia"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/sitishalwaaulia\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2413","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2413"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2413\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2414,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2413\/revisions\/2414"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2413"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2413"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2413"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2413"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}