{"id":2284,"date":"2025-01-13T06:47:53","date_gmt":"2025-01-13T06:47:53","guid":{"rendered":"https:\/?p=2284"},"modified":"2025-01-13T06:47:56","modified_gmt":"2025-01-13T06:47:56","slug":"langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/","title":{"rendered":"Langkah-Langkah Analisis Data dari Film untuk Penelitian"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdngnfi2.sgp1.digitaloceanspaces.com\/gnfi\/uploads\/articles\/film-307313e688a76033d7b89e7ba8588371.jpg\" alt=\"\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Film bukan hanya media hiburan, tetapi juga sumber data yang kaya untuk penelitian. Dalam berbagai bidang seperti komunikasi, sosiologi, dan studi budaya, film dapat digunakan untuk menggali tema, makna, dan representasi tertentu. Namun, menganalisis data dari film membutuhkan pendekatan yang terstruktur agar hasilnya relevan dan mendalam. Artikel ini akan membahas langkah-langkah menganalisis data dari film untuk penelitian Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Tentukan Tujuan Penelitian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama adalah menentukan tujuan penelitian Anda. Tujuan ini akan memandu seluruh proses analisis, termasuk pendekatan yang digunakan dan data yang dicari dari film.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Tujuan Penelitian:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengidentifikasi representasi gender dalam film.<\/li>\n\n\n\n<li>Menganalisis tema sosial yang diangkat dalam film.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengkaji teknik sinematik yang digunakan untuk membangun emosi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><br>Pastikan tujuan penelitian Anda spesifik dan terukur, sehingga mempermudah proses analisis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Pilih Film yang Relevan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemilihan film yang relevan dengan tujuan penelitian adalah langkah penting. Pilihlah film yang memiliki tema atau elemen yang sesuai dengan pertanyaan penelitian Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kriteria Pemilihan Film:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Relevansi Tema:<\/strong> Apakah film tersebut relevan dengan topik penelitian Anda?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konteks Budaya:<\/strong> Apakah film tersebut mencerminkan budaya atau nilai yang Anda teliti?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ketersediaan:<\/strong> Pastikan film mudah diakses untuk ditonton beberapa kali.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Tonton Film Secara Mendalam<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tonton film secara menyeluruh, dan jika memungkinkan, lakukan beberapa kali pemutaran untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips Menonton:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pada pemutaran pertama, fokus pada alur cerita dan elemen utama.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada pemutaran kedua dan seterusnya, perhatikan elemen spesifik seperti dialog, visual, musik, dan simbol.<\/li>\n\n\n\n<li>Catat poin-poin penting yang relevan dengan tujuan penelitian Anda.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Identifikasi Elemen yang Akan Dianalisis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah selanjutnya adalah menentukan elemen-elemen spesifik yang ingin Anda analisis. Elemen-elemen ini dapat bervariasi tergantung pada pendekatan penelitian Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Elemen yang Umum Dianalisis:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Narasi:<\/strong> Alur cerita, karakter, dan konflik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Visual:<\/strong> Warna, pencahayaan, sudut kamera, dan komposisi visual.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Audio:<\/strong> Musik latar, efek suara, dan dialog.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Simbol:<\/strong> Objek atau adegan yang memiliki makna tersirat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Representasi Sosial:<\/strong> Gender, ras, kelas sosial, atau budaya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Pilih Pendekatan Analisis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pendekatan analisis membantu Anda memproses data dengan cara yang sesuai dengan tujuan penelitian. Berikut beberapa pendekatan yang dapat digunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Analisis Naratif:<\/strong> Fokus pada struktur cerita dan karakter.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis Visual:<\/strong> Menelaah elemen visual seperti warna dan pencahayaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis Tematik:<\/strong> Mengidentifikasi tema utama yang muncul dalam film.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis Semiotik:<\/strong> Menggali makna simbolis dari elemen film.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Analisis Representasi:<\/strong> Mengkaji bagaimana kelompok sosial atau budaya tertentu digambarkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Lakukan Koding Data<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Koding adalah proses mengelompokkan data berdasarkan kategori tertentu. Dalam analisis film, koding dapat dilakukan pada elemen-elemen seperti tema, dialog, atau simbol.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cara Melakukan Koding:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tentukan kategori berdasarkan elemen yang ingin dianalisis.<\/li>\n\n\n\n<li>Tonton film sambil mencatat adegan atau elemen yang sesuai dengan kategori tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li>Buat tabel atau matriks untuk mencatat hasil koding Anda.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Kategori:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tema: Ketidakadilan sosial.<\/li>\n\n\n\n<li>Dialog: Kutipan yang relevan dengan tema.<\/li>\n\n\n\n<li>Visual: Pencahayaan redup untuk menunjukkan suasana sedih.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Hubungkan dengan Literatur atau Teori<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah data terkumpul, hubungkan temuan Anda dengan teori atau literatur yang relevan. Langkah ini penting untuk memberikan konteks akademik dan memperkuat argumen Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jika Anda menganalisis representasi gender, hubungkan dengan teori feminisme.<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk analisis narasi, gunakan teori struktural seperti yang dikembangkan oleh Tzvetan Todorov.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>8. Susun Hasil Analisis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah terakhir adalah menyusun hasil analisis dalam bentuk laporan atau artikel. Pastikan laporan Anda terstruktur dengan baik dan mencakup elemen berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pendahuluan:<\/strong> Jelaskan tujuan penelitian dan latar belakang film.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Metode:<\/strong> Sebutkan pendekatan dan teknik yang digunakan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hasil:<\/strong> Paparkan temuan Anda berdasarkan koding dan analisis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Diskusi:<\/strong> Hubungkan temuan dengan teori dan literatur.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesimpulan:<\/strong> Sampaikan poin utama dari hasil analisis Anda.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Penerapan Analisis Film<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Film:<\/strong> <em>Parasite<\/em><br><strong>Tujuan:<\/strong> Menganalisis representasi kesenjangan sosial.<br><strong>Pendekatan:<\/strong> Analisis visual dan tematik.<br><strong>Hasil:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Visual rumah keluarga kaya dan miskin mencerminkan perbedaan status sosial.<\/li>\n\n\n\n<li>Tema ketidakadilan sosial ditekankan melalui simbol seperti tangga dan hujan deras.<\/li>\n\n\n\n<li>Teknik pencahayaan digunakan untuk menyoroti kontras kehidupan kedua keluarga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p>Menganalisis data dari film adalah proses yang membutuhkan ketelitian, struktur, dan pemahaman terhadap elemen-elemen film. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menggali data yang relevan dan menghasilkan temuan yang bermakna untuk penelitian Anda. Film adalah sumber data yang kaya, dan dengan analisis yang tepat, Anda dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam studi media, budaya, atau komunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sudah siap untuk memulai analisis film Anda?<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan Anda menggunakan pendekatan yang sesuai dan menikmati proses eksplorasi ini! Jika Anda membutuhkan bantuan dengan pakarnya konsultasikan dengan \u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/konsultasi\/\">layanan konsultasi<\/a>\u00a0yang ditangani langsung oleh pakarnya. Temukan konten menarik lainnya, kunjungi \u00a0<a href=\"https:\/\">Ebizmark Blog<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id\/\">Instagram @<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Film bukan hanya media hiburan, tetapi juga sumber data yang kaya untuk penelitian. Dalam berbagai&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[46,58],"newstopic":[],"class_list":["post-2284","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-data","tag-data","tag-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Langkah-Langkah Analisis Data dari Film untuk Penelitian - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Analisis data dari film adalah proses yang membutuhkan ketelitian, struktur, dan pemahaman terhadap elemen-elemen film.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Langkah-Langkah Analisis Data dari Film untuk Penelitian - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Analisis data dari film adalah proses yang membutuhkan ketelitian, struktur, dan pemahaman terhadap elemen-elemen film.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-13T06:47:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-13T06:47:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdngnfi2.sgp1.digitaloceanspaces.com\/gnfi\/uploads\/articles\/film-307313e688a76033d7b89e7ba8588371.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"siti shalwa aulia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"siti shalwa aulia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Langkah-Langkah Analisis Data dari Film untuk Penelitian - Ebizmark Blog","description":"Analisis data dari film adalah proses yang membutuhkan ketelitian, struktur, dan pemahaman terhadap elemen-elemen film.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Langkah-Langkah Analisis Data dari Film untuk Penelitian - Ebizmark Blog","og_description":"Analisis data dari film adalah proses yang membutuhkan ketelitian, struktur, dan pemahaman terhadap elemen-elemen film.","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2025-01-13T06:47:53+00:00","article_modified_time":"2025-01-13T06:47:56+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/cdngnfi2.sgp1.digitaloceanspaces.com\/gnfi\/uploads\/articles\/film-307313e688a76033d7b89e7ba8588371.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"siti shalwa aulia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"siti shalwa aulia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/"},"author":{"name":"siti shalwa aulia","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/b635020b4bd768d422d87240a5331e5b"},"headline":"Langkah-Langkah Analisis Data dari Film untuk Penelitian","datePublished":"2025-01-13T06:47:53+00:00","dateModified":"2025-01-13T06:47:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/"},"wordCount":705,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdngnfi2.sgp1.digitaloceanspaces.com\/gnfi\/uploads\/articles\/film-307313e688a76033d7b89e7ba8588371.jpg","keywords":["data","penelitian"],"articleSection":["Data"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/","name":"Langkah-Langkah Analisis Data dari Film untuk Penelitian - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdngnfi2.sgp1.digitaloceanspaces.com\/gnfi\/uploads\/articles\/film-307313e688a76033d7b89e7ba8588371.jpg","datePublished":"2025-01-13T06:47:53+00:00","dateModified":"2025-01-13T06:47:56+00:00","description":"Analisis data dari film adalah proses yang membutuhkan ketelitian, struktur, dan pemahaman terhadap elemen-elemen film.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/#primaryimage","url":"https:\/\/cdngnfi2.sgp1.digitaloceanspaces.com\/gnfi\/uploads\/articles\/film-307313e688a76033d7b89e7ba8588371.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdngnfi2.sgp1.digitaloceanspaces.com\/gnfi\/uploads\/articles\/film-307313e688a76033d7b89e7ba8588371.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/langkah-langkah-analisis-data-dari-film-untuk-penelitian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Langkah-Langkah Analisis Data dari Film untuk Penelitian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/b635020b4bd768d422d87240a5331e5b","name":"siti shalwa aulia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","caption":"siti shalwa aulia"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/sitishalwaaulia\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2284"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2285,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2284\/revisions\/2285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2284"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}