{"id":2188,"date":"2024-12-23T09:33:51","date_gmt":"2024-12-23T09:33:51","guid":{"rendered":"https:\/?p=2188"},"modified":"2024-12-23T09:33:52","modified_gmt":"2024-12-23T09:33:52","slug":"mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/","title":{"rendered":"Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn1.katadata.co.id\/media\/images\/thumb\/2022\/12\/16\/Kerangka_Berpikir-2022_12_16-14_24_08_2f7bdf23df91a3687eac8463bbf134af_960x640_thumb.jpg\" alt=\"Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam dunia penelitian, istilah <strong>teori penelitian<\/strong> dan <strong>kerangka konseptual<\/strong> sering kali digunakan secara bergantian, meskipun keduanya memiliki peran dan pengertian yang berbeda. Memahami perbedaan antara keduanya adalah langkah penting bagi peneliti untuk menyusun landasan yang kokoh dalam penelitian mereka. Artikel ini akan membahas perbedaan mendasar antara teori penelitian dan kerangka konseptual, serta bagaimana keduanya saling melengkapi dalam proses penelitian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Teori Penelitian?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Teori penelitian adalah kerangka kerja yang terdiri dari konsep, proposisi, atau prinsip yang sudah teruji dan diakui dalam suatu bidang ilmu. Teori berfungsi sebagai panduan dalam memahami fenomena tertentu dan menjelaskan hubungan antara variabel dalam penelitian.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Teori Penelitian:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menjelaskan Fenomena:<\/strong> Teori memberikan penjelasan tentang mengapa suatu fenomena terjadi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memandu Penelitian:<\/strong> Teori membantu peneliti merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menyediakan Dasar untuk Analisis:<\/strong> Teori memberikan alat analisis untuk menginterpretasikan data.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Teori dalam Penelitian:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Teori Perilaku Konsumen (Consumer Behavior Theory)<\/strong> digunakan dalam penelitian pemasaran untuk memahami keputusan pembelian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Teori Konstruktivisme<\/strong> sering digunakan dalam penelitian pendidikan untuk menjelaskan bagaimana siswa membangun pengetahuan melalui pengalaman<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Kerangka Konseptual?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Kerangka konseptual adalah representasi visual atau naratif dari hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian. Kerangka ini biasanya dibangun berdasarkan teori yang relevan, tetapi lebih spesifik karena dirancang untuk menjawab pertanyaan penelitian tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi Kerangka Konseptual:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memfokuskan Penelitian:<\/strong> Kerangka konseptual membantu peneliti untuk memperjelas lingkup penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menyusun Variabel Penelitian:<\/strong> Kerangka ini menunjukkan hubungan antara variabel independen, dependen, dan mediator\/moderator.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memandu Analisis Data:<\/strong> Kerangka konseptual menjadi panduan untuk mengorganisasi dan menganalisis data.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Kerangka Konseptual:<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam penelitian tentang <strong>pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan<\/strong>, kerangka konseptual dapat menggambarkan bagaimana variabel motivasi (variabel independen) memengaruhi kinerja karyawan (variabel dependen) melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediator.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan Utama antara Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa perbedaan mendasar antara teori penelitian dan kerangka konseptual:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Aspek<\/strong><\/th><th><strong>Teori Penelitian<\/strong><\/th><th class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Kerangka Konseptual<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Definisi<\/strong><\/td><td>Kerangka kerja yang terdiri dari konsep dan prinsip yang teruji secara ilmiah.<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Gambaran hubungan antara variabel dalam penelitian tertentu.<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Fokus<\/strong><\/td><td>Generalisasi konsep yang berlaku secara luas.<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Spesifik pada penelitian yang sedang dilakukan.<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Fungsi<\/strong><\/td><td>Memberikan dasar teoretis untuk penelitian.<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Menyusun hubungan antara variabel untuk dianalisis.<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Sumber<\/strong><\/td><td>Diambil dari literatur yang sudah ada.<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Dibangun berdasarkan teori yang relevan.<\/td><\/tr><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><strong>Bentuk<\/strong><\/td><td>Biasanya berupa teks yang menjelaskan konsep dan hubungan.<\/td><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\">Bisa berupa diagram, tabel, atau narasi visual.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bagaimana Keduanya Saling Melengkapi?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun berbeda, teori penelitian dan kerangka konseptual saling melengkapi dalam proses penelitian. Berikut adalah cara keduanya bekerja bersama:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Teori sebagai Landasan:<\/strong> Peneliti memulai dengan memilih teori yang relevan untuk memberikan dasar penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kerangka untuk Spesifikasi:<\/strong> Berdasarkan teori tersebut, peneliti membangun kerangka konseptual yang spesifik untuk menjawab pertanyaan penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengujian Hipotesis:<\/strong> Kerangka konseptual digunakan untuk merancang hipotesis yang dapat diuji melalui data penelitian.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, dalam penelitian tentang efek stres kerja terhadap produktivitas karyawan, peneliti dapat menggunakan Teori Stres Lazarus sebagai landasan teoritis, kemudian mengembangkan kerangka konseptual yang mencakup variabel stres kerja, dukungan sosial, dan produktivitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pentingnya Memahami Perbedaan Ini<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memperkuat Landasan Penelitian:<\/strong> Dengan memahami perbedaan antara teori penelitian dan kerangka konseptual, peneliti dapat membangun landasan penelitian yang lebih solid.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghindari Kesalahan Penelitian:<\/strong> Banyak peneliti pemula sering kali salah memahami atau mencampuradukkan kedua konsep ini, yang dapat mengurangi validitas penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan Kualitas Penelitian:<\/strong> Penelitian dengan teori yang relevan dan kerangka konseptual yang jelas lebih mungkin menghasilkan temuan yang signifikan dan dapat diterapkan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p>Teori penelitian dan kerangka konseptual adalah dua elemen penting yang saling melengkapi dalam proses penelitian ilmiah. Teori memberikan dasar yang luas dan teruji untuk memahami fenomena, sementara kerangka konseptual memfokuskan penelitian pada hubungan variabel tertentu. Memahami perbedaan antara keduanya akan membantu peneliti menyusun penelitian yang lebih terarah, valid, dan berkualitas tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memanfaatkan teori yang relevan dan membangun kerangka konseptual yang spesifik, peneliti dapat memastikan penelitian mereka tidak hanya memiliki dasar yang kuat, tetapi juga menjawab pertanyaan penelitian dengan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bingung menentukan teori penelitian dalam skripsi?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pelajari dan simak berbagai tips seputar teori penelitian dalam skripsi di <a href=\"https:\/\">Ebizmark Blog<\/a>\u00a0dan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id\/\">Instagram @<\/a>. Anda juga dapat mengikuti\u00a0kelas ekslusif seputar skripsi. Jika Anda masih kebingungan, jangan khawatir\u00a0Anda juga dapat menikmati\u00a0<a href=\"https:\/\/ebizmark.id\/konsultasi\/\">layanan konsultasi<\/a>\u00a0yang ditangani langsung oleh pakarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia penelitian, istilah teori penelitian dan kerangka konseptual sering kali digunakan secara bergantian, meskipun&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[7,5],"tags":[58,43],"newstopic":[],"class_list":["post-2188","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-penelitian","category-skripsi","tag-penelitian","tag-skripsi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenali fungsi dan perbedaan dari teori penelitian dan kerangka konseptual, serta bagaimana keduanya saling melengkapi dalam studi ilmiah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenali fungsi dan perbedaan dari teori penelitian dan kerangka konseptual, serta bagaimana keduanya saling melengkapi dalam studi ilmiah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-23T09:33:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-23T09:33:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/cdn1.katadata.co.id\/media\/images\/thumb\/2022\/12\/16\/Kerangka_Berpikir-2022_12_16-14_24_08_2f7bdf23df91a3687eac8463bbf134af_960x640_thumb.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"siti shalwa aulia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"siti shalwa aulia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual - Ebizmark Blog","description":"Kenali fungsi dan perbedaan dari teori penelitian dan kerangka konseptual, serta bagaimana keduanya saling melengkapi dalam studi ilmiah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual - Ebizmark Blog","og_description":"Kenali fungsi dan perbedaan dari teori penelitian dan kerangka konseptual, serta bagaimana keduanya saling melengkapi dalam studi ilmiah.","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2024-12-23T09:33:51+00:00","article_modified_time":"2024-12-23T09:33:52+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/cdn1.katadata.co.id\/media\/images\/thumb\/2022\/12\/16\/Kerangka_Berpikir-2022_12_16-14_24_08_2f7bdf23df91a3687eac8463bbf134af_960x640_thumb.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"siti shalwa aulia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"siti shalwa aulia","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/"},"author":{"name":"siti shalwa aulia","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/b635020b4bd768d422d87240a5331e5b"},"headline":"Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual","datePublished":"2024-12-23T09:33:51+00:00","dateModified":"2024-12-23T09:33:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/"},"wordCount":666,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn1.katadata.co.id\/media\/images\/thumb\/2022\/12\/16\/Kerangka_Berpikir-2022_12_16-14_24_08_2f7bdf23df91a3687eac8463bbf134af_960x640_thumb.jpg","keywords":["penelitian","skripsi"],"articleSection":["Penelitian","Skripsi"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/","name":"Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn1.katadata.co.id\/media\/images\/thumb\/2022\/12\/16\/Kerangka_Berpikir-2022_12_16-14_24_08_2f7bdf23df91a3687eac8463bbf134af_960x640_thumb.jpg","datePublished":"2024-12-23T09:33:51+00:00","dateModified":"2024-12-23T09:33:52+00:00","description":"Kenali fungsi dan perbedaan dari teori penelitian dan kerangka konseptual, serta bagaimana keduanya saling melengkapi dalam studi ilmiah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/#primaryimage","url":"https:\/\/cdn1.katadata.co.id\/media\/images\/thumb\/2022\/12\/16\/Kerangka_Berpikir-2022_12_16-14_24_08_2f7bdf23df91a3687eac8463bbf134af_960x640_thumb.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn1.katadata.co.id\/media\/images\/thumb\/2022\/12\/16\/Kerangka_Berpikir-2022_12_16-14_24_08_2f7bdf23df91a3687eac8463bbf134af_960x640_thumb.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/mengenal-perbedaan-teori-penelitian-dan-kerangka-konseptual\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Perbedaan Teori Penelitian dan Kerangka Konseptual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/b635020b4bd768d422d87240a5331e5b","name":"siti shalwa aulia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f0674d61693d7373755789aa6adb9549b240d80fd57431b526c29ae1fd29975f?s=96&d=mm&r=g","caption":"siti shalwa aulia"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/sitishalwaaulia\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2188","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2188"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2188\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2190,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2188\/revisions\/2190"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2188"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}