{"id":1431,"date":"2024-05-07T06:53:32","date_gmt":"2024-05-07T06:53:32","guid":{"rendered":"https:\/?p=1431"},"modified":"2024-06-26T07:05:00","modified_gmt":"2024-06-26T07:05:00","slug":"gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/","title":{"rendered":"Gabungan Kata untuk Kepenulisan: Ini Penjelasan dan Contohnya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam penulisan karya ilmiah, tentunya wajib menggunakan gaya bahasa baku dan yang sesuai dengan PUEBI dan EYD. Hal tersebut karena gaya bahasa baku memberikan kejelasan dalam penyampaian sehingga mudah dipahami dan diterima secara luas oleh pembaca. Salah satu aspek penulisan yang masih sering ditermukan kesalahannya dalam karya ilmiah adalah gabungan kata. Meskipun sepele, namun kesalahan eja dapat mengurangi kualitas sebuah tulisan. Berikut ini penjelasan mengenainya beserta contohnya. Simak selengkapnya di bawah ini, Sobat Ebiz!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-1024x683.jpg\" alt=\"Gabungan kata adalah salah satu aspek kebahasaan yang penting diketahui dalam menulis karya ilmiah.\" class=\"wp-image-1432\" srcset=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-300x200.jpg 300w, https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-768x512.jpg 768w, https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Gabungan Kata<\/h2>\n\n\n\n<p>Rahma Barokah (2021) dalam Berpikir Cerdas dengan Bahasa Indonesia menerangkan bahwa gabungan kata adalah gabungan morfem dasar yang mana seluruhnya memiliki status sebagai kata dengan pola fonologis, gramatikal serta semantis yang khusus, sesuai kaidah bahasa yang bersangkutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut PUEBI, gabungan kata atau kata gabung dapat ditulis terpisah atau bersambung. Beberapa juga ditulis dengan tanda hubung agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dengan demikian, dapat diperoleh sebuah makna baru.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Unsur-unsur Gabungan Kata<\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut Kemendikbud, terdapat tiga unsur penting yang yang perlu diketahui seperti berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pembentuk Kata<\/h3>\n\n\n\n<p>Gabungan kata dapat membentuk kata baru. Berikut beberapa contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>pra + sejarah: prasejarah<\/li>\n\n\n\n<li>pasca + sarjana: pascasarjana<\/li>\n\n\n\n<li>se + orang: seorang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pembentuk Kata Majemuk<\/h3>\n\n\n\n<p>Kata majemuk adalah kata yang terdiri dari dua kata dan memiliki makna yang berbeda dengan kata dasarnya. Contohnya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Buku tulis.<\/li>\n\n\n\n<li>Ruman makan.<\/li>\n\n\n\n<li>Anak emas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pembentuk Frasa<\/h3>\n\n\n\n<p>Gabungan dua kata atau lebih dapat membentuk frasa yang memiliki sifat tidak predikatif. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Rumah mewah.<\/li>\n\n\n\n<li>Taman bersih.<\/li>\n\n\n\n<li>Rambut pendek.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Gabungan Kata<\/h2>\n\n\n\n<p>Ivan Lanin (2023) menerangkan bahwa gabungan kata terbagi menjadi empat kategori berdasarkan penerapannya. Berikut ini penjelasan dan contohnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Dengan Spasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Penulisan dengan spasi artinya kata tersebut dipisahkan secara penulisannya. Bagaimanapun, terdapat beberapa pengecualian dikarenakan kata tersebut dirangkai pada kamus-kamus terdahulu seperti <em>matahari <\/em>dan <em>olahraga<\/em>. Beberapa contohn penulisan dengan spasi adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>ibu kota<\/li>\n\n\n\n<li>orang tua<\/li>\n\n\n\n<li>garis bawah<\/li>\n\n\n\n<li>tanda tangan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kata-kata tersebut tetap ditulis terpisah kecuali mendapatkan imbuah kata depan dan belakang seperti, <em>menggarisbawahi <\/em>dan <em>menandatangani<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Dengan Tanda Hubung<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanda hubung dapat digunakan untuk mengurangi ambiguitas dalam sebuah teks. Sebagai contohnya adalah frasa di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>ibu-bapak kami (ibu dan bapak kami)<\/li>\n\n\n\n<li>ibu bapak-kami (nenek atau ibu dari bapak kami)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Bentuk Ulang<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam menulis bentuk ulang, kata yang diulang cukup unsur pertama dari sebuah kata gabung. Berikut contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>rak-rak buku (bukan rak buku-rak buku)<\/li>\n\n\n\n<li>kereta-kereta api (bukan kereta api-kereta api)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penulisannya sendiri dapat digantikan dengan menggunakan kata bermakna jamak seperti <em>beberapa rak buku <\/em>atau <em>sejumlah kereta api<\/em>. Lalu, terdapat juga kata ulang semu seperti kura-kura yang tidak perlu ditulis menjadi <em>kura-kura-kura-kura, <\/em>melainkan cukup dengan <em>banyak kura-kura<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Bentuk Terikat<\/h3>\n\n\n\n<p>Bentuk terikat artinya kata tersebut ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>non-: nonformal, nonpendidikan, nonteknis<\/li>\n\n\n\n<li>pasca-: pascakelahiran, pascasarjana, pascainsiden<\/li>\n\n\n\n<li>sub-: subdivisi, subbagian, subbab<\/li>\n\n\n\n<li>multi-: multilevel, multinasional, multijagat<\/li>\n\n\n\n<li>serba-: serbaguna, serbabisa, serbaada<\/li>\n\n\n\n<li>pro-: propemerintah, proaktif<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk kata yang diawali kata kapital dan dicetak miring, kata tersebut dapat diikuti tanda hubung seperti <em>non-TNI<\/em> dan <em>anti-<\/em><strong><em>mainstream<\/em><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut tadi penjelasan mengenai penulisan gabungan kata. Semoga dapat menjadi informasi yang berguna bagi Sobat Ebiz dalam penulisan karya ilmiah! Kunjungi <a href=\"https:\/\">Ebizmark Blog<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/ebizmark.id\/\">Instagram @<\/a> untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar penelitian dan penulisan!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam penulisan karya ilmiah, tentunya wajib menggunakan gaya bahasa baku dan yang sesuai dengan PUEBI&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1431","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-menulis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gabungan Kata untuk Kepenulisan: Ini Penjelasan dan Contohnya! - Ebizmark Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bahasa baku adalah aspek penting dalam karya ilmiah. Kesalahan tulisan yang masih sering ditemukan adalah gabungan kata. Pelajari di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gabungan Kata untuk Kepenulisan: Ini Penjelasan dan Contohnya! - Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bahasa baku adalah aspek penting dalam karya ilmiah. Kesalahan tulisan yang masih sering ditemukan adalah gabungan kata. Pelajari di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ebizmark Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-07T06:53:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-26T07:05:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-1024x683.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Moch. Ricky Novarismansyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Moch. Ricky Novarismansyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gabungan Kata untuk Kepenulisan: Ini Penjelasan dan Contohnya! - Ebizmark Blog","description":"Bahasa baku adalah aspek penting dalam karya ilmiah. Kesalahan tulisan yang masih sering ditemukan adalah gabungan kata. Pelajari di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gabungan Kata untuk Kepenulisan: Ini Penjelasan dan Contohnya! - Ebizmark Blog","og_description":"Bahasa baku adalah aspek penting dalam karya ilmiah. Kesalahan tulisan yang masih sering ditemukan adalah gabungan kata. Pelajari di sini!","og_url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/","og_site_name":"Ebizmark Blog","article_published_time":"2024-05-07T06:53:32+00:00","article_modified_time":"2024-06-26T07:05:00+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-1024x683.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"Moch. Ricky Novarismansyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Moch. Ricky Novarismansyah","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/"},"author":{"name":"Moch. Ricky Novarismansyah","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/a261c9ef3afcaa39172bedf28dd3928a"},"headline":"Gabungan Kata untuk Kepenulisan: Ini Penjelasan dan Contohnya!","datePublished":"2024-05-07T06:53:32+00:00","dateModified":"2024-06-26T07:05:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/"},"wordCount":513,"publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-1024x683.jpg","articleSection":["Menulis"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/","name":"Gabungan Kata untuk Kepenulisan: Ini Penjelasan dan Contohnya! - Ebizmark Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-1024x683.jpg","datePublished":"2024-05-07T06:53:32+00:00","dateModified":"2024-06-26T07:05:00+00:00","description":"Bahasa baku adalah aspek penting dalam karya ilmiah. Kesalahan tulisan yang masih sering ditemukan adalah gabungan kata. Pelajari di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-scaled.jpg","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/daniel-thomas-6_NXEMZbUq0-unsplash-scaled.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/gabungan-kata-untuk-kepenulisan-ini-penjelasan-dan-contohnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gabungan Kata untuk Kepenulisan: Ini Penjelasan dan Contohnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#website","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","name":"Ebizmark Blog","description":"Kumpulan informasi mengenai penelitian, olah data, dosen, mahasiswa","publisher":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#organization","name":"Ebizmark","alternateName":"PT Ebiz Prima Nusa","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","contentUrl":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/cropped-cropped-Logo-Baru-Ebizmark-e1749526996722.png","width":200,"height":67,"caption":"Ebizmark"},"image":{"@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/#\/schema\/person\/a261c9ef3afcaa39172bedf28dd3928a","name":"Moch. Ricky Novarismansyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cfc0d1defae95e0e6ce2841d51f621aee5138ff23f330abc20f9089ee19cf65e?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cfc0d1defae95e0e6ce2841d51f621aee5138ff23f330abc20f9089ee19cf65e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cfc0d1defae95e0e6ce2841d51f621aee5138ff23f330abc20f9089ee19cf65e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Moch. Ricky Novarismansyah"},"url":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/author\/mohricky\/"}]}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1431"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1431\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1433,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1431\/revisions\/1433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1431"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/ebizmark.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}