Memahami Perbedaan Surface Learning, Transfer Learning, dan Deep Learning untuk Pembelajaran yang Lebih Efektif
Memahami berbagai pendekatan belajar sangat penting untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan. Dalam konteks ini, transfer learning menjadi salah satu konsep kunci yang perlu dipahami bersama dengan dua pendekatan lain yang tidak kalah penting, yaitu surface learning dan deep learning dalam pendidikan. Ketiga konsep ini sebenarnya saling berkaitan, namun memiliki tujuan, karakteristik, serta hasil yang sangat berbeda. Ketika guru, dosen, atau peserta didik memahami ketiga pendekatan ini, proses belajar bisa menjadi jauh lebih efektif, bermakna, dan berkelanjutan.
Artikel ini akan membahas pengertian surface learning, deep learning, dan transfer learning serta pentingnya memahami semuanya dalam pendidikan modern.
Mengapa Penting Memahami Surface Learning, Deep Learning, dan Transfer Learning?
Dalam pendidikan, belajar tidak hanya tentang menghafal materi atau menjawab soal. Belajar adalah proses membangun pemahaman, mengubah pola pikir, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi baru. Sayangnya, masih banyak proses belajar yang hanya berfokus pada hafalan jangka pendek (surface learning), tanpa memastikan bahwa peserta didik benar-benar memahami konsep secara mendalam (deep learning) atau mampu menerapkannya kembali untuk menyelesaikan masalah lain (transfer learning).
Beberapa alasan mengapa pemahaman ketiganya penting:
- Guru dapat memilih strategi mengajar yang tepat sesuai tujuan pembelajaran
- Peserta didik bisa menyadari gaya belajarnya sendiri dan memperbaikinya
- Kurikulum dapat dirancang untuk mendorong pemahaman yang lebih dalam
- Evaluasi pembelajaran dapat lebih komprehensif, tidak hanya menilai hafalan
- Transfer learning membantu pembelajaran berkelanjutan seumur hidup
Dengan memahami perbedaan di antara ketiganya, proses pendidikan dapat diarahkan agar tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi pada pemahaman dan kemampuan aplikasi pengetahuan.
Surface Learning
Surface learning adalah pendekatan belajar yang fokus pada menghafal informasi tanpa memahami maknanya secara mendalam. Tujuannya biasanya untuk kebutuhan jangka pendek, seperti menghadapi ujian atau menyelesaikan tugas yang sifatnya mekanis.
Ciri-ciri surface learning:
- Menghafal fakta atau rumus
- Belajar untuk lulus, bukan untuk memahami
- Peserta didik cenderung lupa materi setelah ujian
- Tidak mampu menjelaskan konsep dengan kata-kata sendiri
- Tidak mampu menerapkan konsep dalam situasi baru
Surface learning tidak selalu buruk. Ada kalanya diperlukan misalnya saat peserta didik perlu menghafal definisi atau istilah dasar. Namun, jika surface learning menjadi satu-satunya pendekatan, maka pembelajaran tidak berkembang.
Deep Learning
Deep learning dalam konteks pendidikan adalah pendekatan belajar yang menekankan pemahaman mendalam. Peserta didik tidak sekadar menghafal, tetapi memahami hubungan antar konsep, dapat memberi contoh, dan bisa menerapkan dalam berbagai konteks.
Ciri-ciri deep learning:
- Memahami konsep, bukan sekadar menghafal
- Menghubungkan materi dengan pengalaman atau pengetahuan lain
- Mampu menjelaskan dengan kata-kata sendiri
- Lebih tahan lama dalam ingatan
- Peserta didik dapat menerapkan konsep dalam situasi yang berbeda
Deep learning menghasilkan pembelajaran yang bermakna, kritis, dan berkelanjutan.
Transfer Learning
Transfer learning adalah kemampuan peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, atau pemahaman dari satu situasi ke situasi lain yang berbeda. Ini merupakan hasil tertinggi dari proses belajar, karena menunjukkan bahwa peserta didik benar-benar memahami materi secara mendalam.
Contohnya:
- Siswa memahami konsep tekanan udara, lalu mampu menjelaskan fenomena sedotan atau pompa air
- Mahasiswa kebidanan belajar tanda infeksi, lalu mampu mengidentifikasi kasus berbeda yang memiliki gejala serupa
- Seorang pekerja belajar konsep komunikasi asertif, lalu menerapkannya saat negosiasi kerja
Transfer learning membutuhkan deep learning sebagai fondasi. Tanpa pemahaman mendalam, tidak ada yang bisa ditransfer.
Perbedaan Surface Learning, Deep Learning, dan Transfer Learning
| Aspek | Surface Learning | Deep Learning | Transfer Learning |
|---|---|---|---|
| Fokus | Menghafal fakta dan informasi permukaan | Memahami konsep secara mendalam | Menggunakan pengetahuan dari satu konteks ke konteks lain |
| Tujuan | Lulus ujian / menyelesaikan tugas cepat | Pemahaman jangka panjang | Efisiensi pembelajaran melalui reuse model |
| Karakteristik | Pasif, hanya menerima | Aktif, analitis, kritis | Adaptif, menggunakan model lama untuk masalah baru |
Kesimpulan
Surface learning, deep learning, dan transfer learning memiliki posisi penting dalam proses pendidikan. Surface learning membantu memahami dasar, deep learning mendalami konsep, dan transfer learning memastikan bahwa pengetahuan tersebut benar-benar bisa digunakan dalam kehidupan nyata.
Dengan memahami ketiganya, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih bermakna, peserta didik dapat belajar lebih efektif, dan pendidikan secara keseluruhan dapat bergerak menuju pembelajaran berkelanjutan.
Butuh Bantuan dalam Penulisan Karya Ilmiah?
Untuk mempermudah proses penulisan dan publikasi karya ilmiah, kini tersedia berbagai layanan digital seperti Ebizmark yang menyediakan platform MyData dan Ebizmark Press. Fitur tersebut membantu penulis dalam mengelola data, menyusun referensi, serta mempublikasikan karya ilmiah secara efisien dan terstandar.







