Masih Salah Menulis “et al.”? Yuk Pahami Penggunaannya!

Gravatar Image
menulis et al

Menulis et al yang Benar dalam Sitasi dan Daftar Pustaka Karya Ilmiah

Karya ilmiah seperti artikel jurnal, skripsi, tesis, atau buku referensi tentu tidak lepas dengan penggunaan istilah et al yang sering muncul pada sitasi maupun daftar pustaka. Meskipun terlihat sederhana, penulisan et al yang benar masih kerap membingungkan, terutama bagi akademisi yang baru mulai menulis karya ilmiah. Kesalahan kecil dalam penggunaan et al bisa berdampak pada kerapian sitasi dan kesesuaian dengan gaya selingkung yang digunakan.

Agar tidak keliru, penting memahami pengertian, fungsi, serta aturan penulisan et al sesuai kaidah akademik.

Read More

Pengertian et al dan Fungsinya

Et al adalah singkatan yang digunakan dalam sitasi untuk mewakili lebih dari satu penulis. Istilah ini dipakai ketika sebuah sumber ditulis oleh banyak penulis dan tidak semuanya dicantumkan dalam sitasi di dalam teks.

Fungsi utama et al adalah menyederhanakan penulisan sitasi agar tidak terlalu panjang, sekaligus menjaga keterbacaan teks. Ketika menulis et al, penulis tetap dapat memberikan kredit kepada sumber tanpa mengganggu alur pembahasan.

Asal Istilah et al

Istilah et al berasal dari bahasa Latin, yaitu et alia atau et alii, yang berarti “dan yang lainnya” atau “dan kawan-kawan”. Dalam konteks bahasa Indonesia, maknanya sering disamakan dengan singkatan “dkk.”.

Meskipun memiliki arti serupa, et al lebih umum digunakan dalam penulisan karya ilmiah, terutama yang mengikuti gaya sitasi internasional.

Aturan Penulisan et al dalam Sitasi

Penulisan et al tidak bisa digunakan sembarangan. Ada beberapa aturan dasar yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  • et al digunakan jika jumlah penulis lebih dari dua orang. Jika sumber ditulis oleh dua penulis, maka kedua nama tetap harus dituliskan tanpa menggunakan et al.
  • Pada penulisan sitasi, yang ditulis hanya nama belakang penulis pertama, kemudian diikuti et al dan tahun terbit.
  • et al ditulis dengan huruf miring jika mengikuti kaidah bahasa Latin, meskipun dalam beberapa gaya selingkung jurnal, penulisan miring tidak selalu diwajibkan.

Contoh penulisan et al dalam sitasi:

• Santoso et al (2015) menyatakan bahwa belajar membutuhkan kesungguhan.
• Proses belajar membutuhkan kesungguhan (Santoso et al, 2020).

Penulisan et al pada Daftar Pustaka

Berbeda dengan sitasi di dalam teks, penulisan et al pada daftar pustaka memiliki aturan yang lebih rinci dan bergantung pada gaya sitasi yang digunakan.

Pada sebagian gaya sitasi, semua nama penulis tetap dicantumkan di daftar pustaka meskipun di dalam teks menggunakan et al. Namun, pada gaya tertentu, et al juga digunakan di daftar pustaka jika jumlah penulis sangat banyak. Oleh karena itu, penulis perlu memastikan aturan gaya sitasi yang dipakai sebelum menyusun daftar pustaka.

Perbedaan Penggunaan et al pada APA, Vancouver, dan Chicago Style

Setiap gaya sitasi memiliki aturan yang sedikit berbeda dalam penggunaan et al sebagai berikut:

  • Pada APA Style 7 th, et al digunakan dalam sitasi untuk sumber dengan tiga penulis atau lebih. Namun, di daftar pustaka, hingga 20 penulis tetap dituliskan lengkap. Apabila lebih dari 20, baru gunakan “et al.” setelah penulis ke-19.
  • Pada Vancouver Style, et al digunakan baik dalam sitasi maupun daftar pustaka jika jumlah penulis lebih dari enam orang. Nama penulis pertama ditulis, diikuti et al.
  • Pada Chicago Style, et al sering digunakan dalam catatan kaki dan sitasi singkat, sedangkan dalam daftar pustaka hanya digunakan apabila jumlah penulis melebihi batas yang ditentukan (umumnya maksimal 10 penulis).

Karena perbedaan ini, penting bagi penulis untuk konsisten menggunakan satu gaya sitasi dari awal hingga akhir.

Kesalahan Umum dalam Penulisan et al

Masih banyak kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan et al, di antaranya:

  • Menggunakan et al untuk sumber dengan dua penulis
  • Menuliskan nama lengkap penulis, bukan nama belakang
  • Tidak konsisten antara penggunaan et al dan dkk
  • Menggunakan et al di sitasi tetapi salah format di daftar pustaka
  • Mencantumkan nama penerjemah dalam sitasi, padahal seharusnya hanya ditulis di daftar pustaka

Kesalahan-kesalahan ini memang terlihat sepele, tetapi bisa memengaruhi kualitas dan kredibilitas karya ilmiah.

Kesimpulan

Penulisan et al yang benar merupakan bagian penting dari sitasi dan daftar pustaka dalam karya ilmiah. Et al membantu menyederhanakan penulisan sumber tanpa menghilangkan unsur akademik dan etika penulisan. Dengan memahami asal istilah, aturan penggunaan, serta perbedaan antar gaya sitasi, penulis dapat menyusun karya ilmiah yang lebih rapi, konsisten, dan profesional.

Butuh Bantuan dalam Riset dan Penulisan Karya Ilmiah?

Untuk mempermudah proses penulisan dan publikasi karya ilmiah, kini tersedia berbagai layanan digital seperti Ebizmark yang menyediakan platform MyData dan Ebizmark Press. Fitur yang disediakan oleh produk Ebizmark dapat membantu penulis dalam mengelola data, menyusun referensi, serta mempublikasikan karya ilmiah secara efisien dan terstandar.

Related posts