Kesalahan Mahasiswa Saat Mencari dan Menggunakan Jurnal Ilmiah
Dalam dunia perkuliahan, jurnal ilmiah mahasiswa bukan lagi sekadar pelengkap tugas, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun argumen yang kuat dan akademik. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang belum memahami cara mencari dan menggunakan jurnal ilmiah dengan tepat. Akibatnya, kajian pustaka terasa dangkal, referensi kurang relevan, bahkan kualitas skripsi menurun.
Padahal, kemampuan memahami dan mengelola jurnal ilmiah sejak awal kuliah akan sangat membantu mahasiswa dalam menyusun tugas, makalah, hingga penelitian akhir. Artikel ini akan membahas kesalahan umum yang sering terjadi serta strategi agar penggunaan jurnal menjadi lebih efektif.
Mengapa Literasi Jurnal Penting Sejak Awal Kuliah?
Literasi jurnal adalah kemampuan untuk mencari, membaca, memahami, dan mengevaluasi jurnal ilmiah secara kritis. Bagi mahasiswa, kemampuan ini penting karena:
- Jurnal ilmiah membantu membangun pola pikir kritis. Mahasiswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga membandingkan hasil penelitian, metode, dan temuan dari berbagai sumber.
- Jurnal ilmiah mahasiswa menjadi dasar dalam menyusun argumen akademik yang kuat. Tugas kuliah berbasis referensi akan lebih kredibel dibandingkan opini tanpa sumber jelas.
- Kebiasaan membaca jurnal sejak semester awal akan mempermudah proses penyusunan skripsi. Mahasiswa tidak lagi merasa “asing” dengan struktur penelitian karena sudah terbiasa membaca abstrak, metodologi, hasil, dan pembahasan.
Proses Ideal Mencari Jurnal Ilmiah
Mencari jurnal ilmiah tidak bisa dilakukan secara asal. Ada proses yang seharusnya dilakukan agar hasil pencarian relevan dan berkualitas.
- Langkah pertama adalah menentukan kata kunci yang spesifik sesuai topik penelitian. Hindari kata yang terlalu umum karena akan menghasilkan ribuan artikel yang tidak fokus.
- Langkah kedua adalah menggunakan lebih dari satu platform pencarian. Mahasiswa bisa memanfaatkan Google Scholar, SINTA, atau DOAJ untuk memperluas referensi.
- Langkah ketiga adalah menyaring hasil pencarian berdasarkan tahun terbit, relevansi judul, serta kesesuaian abstrak dengan topik yang dibahas.
Dengan proses yang terstruktur, pencarian jurnal ilmiah mahasiswa akan lebih terarah dan efisien.
Cara Menilai Kualitas dan Kredibilitas Jurnal
Tidak semua jurnal ilmiah memiliki kualitas yang sama. Karena itu, mahasiswa perlu memahami cara menilai kredibilitas jurnal sebelum menggunakannya sebagai referensi.
- Periksa indeks jurnal. Apakah jurnal tersebut terdaftar di SINTA, DOAJ, atau bahkan Scopus? Indeks menunjukkan tingkat pengakuan dan kualitas pengelolaan jurnal.
- Perhatikan proses peer review. Jurnal yang kredibel biasanya mencantumkan informasi tentang proses peninjauan oleh reviewer.
- Cek reputasi penerbit dan konsistensi publikasi. Jurnal yang terbit secara rutin dan memiliki struktur artikel yang jelas umumnya lebih dapat dipercaya.
- Lihat jumlah sitasi artikel tersebut. Semakin sering dirujuk, biasanya semakin relevan dan berpengaruh dalam bidangnya.
Kesalahan Umum Mahasiswa Saat Menggunakan Jurnal Ilmiah
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penggunaan jurnal ilmiah mahasiswa. Banyak mahasiswa hanya mengandalkan satu platform pencarian tanpa mengeksplor sumber lain. Hal ini membuat referensi menjadi terbatas. Selain itu, mahasiswa sering tidak mengecek tahun terbit jurnal. Menggunakan referensi yang sudah terlalu lama bisa membuat penelitian kurang relevan dengan kondisi terkini. Kesalahan lainnya adalah mengambil jurnal tanpa membaca keseluruhan konteks penelitian. Hanya membaca abstrak tanpa memahami metode dan hasil dapat menyebabkan salah interpretasi. Tidak jarang juga terjadi copy-paste tanpa parafrase dan sitasi yang benar. Ini bukan hanya menurunkan kualitas akademik, tetapi juga berisiko pada plagiarisme.
Dampak Penggunaan Jurnal yang Kurang Tepat
Penggunaan jurnal ilmiah yang kurang tepat dapat berdampak serius pada kualitas tugas dan skripsi. Kajian pustaka menjadi lemah karena tidak didukung referensi yang kuat. Argumen penelitian juga menjadi kurang meyakinkan. Dosen pembimbing dapat dengan mudah menilai apakah sumber yang digunakan kredibel atau tidak. Dalam jangka panjang, kebiasaan menggunakan jurnal secara asal dapat menghambat kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Padahal, kemampuan inilah yang menjadi salah satu tujuan utama pendidikan tinggi.
Strategi Sederhana agar Penggunaan Jurnal Lebih Efektif
Agar penggunaan jurnal ilmiah mahasiswa lebih optimal, ada beberapa strategi sederhana yang bisa diterapkan.
- Biasakan membaca struktur jurnal secara lengkap, mulai dari abstrak hingga kesimpulan.
- Buat catatan ringkas dari setiap jurnal yang dibaca. Tuliskan tujuan penelitian, metode, hasil, dan relevansinya dengan topik yang sedang dibahas.
- Gunakan aplikasi manajemen referensi agar sitasi lebih rapi dan terhindar dari kesalahan penulisan daftar pustaka.
- Mulai membangun kebiasaan membaca jurnal secara rutin, bukan hanya saat mendapat tugas.
Dengan literasi yang baik, jurnal ilmiah tidak lagi terasa sulit atau membingungkan. Sebaliknya, jurnal akan menjadi alat yang membantu mahasiswa menulis lebih runtut, kritis, dan akademik. Pada akhirnya, kemampuan mengelola jurnal ilmiah sejak awal kuliah akan sangat menentukan kualitas tugas, penelitian, dan skripsi yang dihasilkan.
Langkah Strategis Mahasiswa Menuju Produktivitas Berkelanjutan
Menjadi mahasiswa produktif juga tidak bisa dibangun secara instan. Selain semangat dan motivasi, mahasiswa perlu membentuk kebiasaan belajar, manajemen waktu, dan pencatatan aktivitas akademik sejak awal kuliah. Mulai dari menyusun target semester, mendokumentasikan sertifikat dan pengalaman organisasi, hingga mengelola tugas dan proyek secara rapi, semuanya akan terasa lebih ringan jika dilakukan secara sistematis. Dukungan platform seperti MyData dan Ebizmark Press dari Ebizmark dapat menjadi mitra strategis bagi mahasiswa yang ingin lebih terarah dalam mengelola portofolio, publikasi, maupun pengembangan akademik.






