Jurnal Ilmiah Open Access vs Subscription, Mahasiswa Pilih Mana?

Jurnal ilmiah

Mengenal Jenis Jurnal Ilmiah di Dunia Akademik

Dalam dunia pendidikan tinggi, terutama bagi mahasiswa dan peneliti pemula, mengenal jenis jurnal ilmiah adalah langkah penting sebelum mempublikasikan hasil penelitian.
Dua jenis jurnal yang paling umum ditemukan adalah open access journal dan subscription journal. Keduanya sama-sama menjadi media publikasi ilmiah yang kredibel, namun memiliki sistem akses dan pendanaan yang berbeda. Mari bahas lebih dalam tren publikasi ini agar bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan penelitianmu.

Apa itu Jurnal Ilmiah Open Access?

Jurnal ilmiah open access adalah jurnal yang dapat diakses secara gratis oleh siapapun tanpa perlu berlangganan atau membayar biaya untuk membaca artikel di dalamnya. Dengan akses yang terbuka, hasil penelitian dapat dibaca, diunduh, dan disebarluaskan secara bebas, asalkan tetap mencantumkan sumbernya.

Beberapa kelebihan jurnal open access:

  • Dapat diakses luas oleh masyarakat tanpa batasan institusi.
  • Meningkatkan visibilitas dan sitasi peneliti.
  • Cocok untuk mahasiswa atau peneliti pemula yang ingin karya ilmiahnya cepat dikenal.

Namun, jurnal model ini juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya:

  • Sebagian jurnal open access membebankan biaya publikasi (Article Processing Charge/ APC) kepada penulis.
  • Adanya risiko munculnya jurnal predator, yaitu jurnal abal-abal yang hanya mencari keuntungan tanpa proses review yang valid.

Apa itu Jurnal Ilmiah Subscription?

Berbeda dengan open access, jurnal ilmiah subscription adalah jurnal yang hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki langganan, seperti universitas, lembaga riset, atau individu yang membayar biaya akses.

Kelebihan jurnal subscription:

  • Umumnya memiliki reputasi tinggi dengan proses seleksi dan peer review yang ketat.
  • Artikel yang terbit biasanya berasal dari peneliti dengan rekam jejak akademik yang kuat.
  • Terjamin kualitas dan integritas ilmiahnya.

Kekurangannya:

  • Tidak semua mahasiswa bisa mengaksesnya karena terkendala biaya langganan.
  • Karya yang dipublikasikan tidak dapat dibaca secara bebas oleh masyarakat umum.

Waspadai Jurnal Predator

Dalam semangat keterbukaan informasi, muncul pula jurnal predator yaitu penerbit yang mengaku open access namun tidak menjalankan proses editorial secara etis. Ciri-ciri jurnal predator antara lain:

  • Mengirim email massal mengundang publikasi.
  • Menjanjikan penerbitan cepat tanpa review yang jelas.
  • Situs web tampak tidak profesional atau meniru nama jurnal ternama.
  • Tidak tercantum dalam indeks bereputasi seperti Scopus, DOAJ, atau Sinta.

Mahasiswa perlu berhati-hati agar tidak tertipu dan mengeluarkan biaya publikasi sia-sia.

Baca juga: Tips Menghindari Jurnal Predator 

Tips Memilih Jurnal Ilmiah yang Tepat

Agar penelitian dapat diterbitkan di tempat yang tepat, pertimbangkan beberapa hal berikut:

1. Cek reputasi penerbit

Pastikan jurnal berada di bawah naungan penerbit bereputasi, misalnya yang terdaftar di Scopus, Sinta, atau DOAJ. Reputasi penerbit mencerminkan kualitas proses editorial serta keabsahan hasil publikasi.

Baca juga : Daftar Jurnal Scopus Open Access di Indonesia

2. Perhatikan proses review

Jurnal yang baik selalu memiliki sistem peer review yang jelas dan transparan. Proses ini memastikan artikel telah ditelaah oleh para ahli di bidangnya sebelum diterbitkan, sehingga menjaga kualitas ilmiah dan keaslian penelitian.

3. Lihat biaya publikasi dengan jelas

Jurnal open access boleh saja menetapkan biaya publikasi (Article Processing Charge), tapi pastikan nominal dan tujuannya dijelaskan secara resmi di situs jurnal. Hindari jurnal yang meminta pembayaran tanpa penjelasan atau proses review yang transparan.

Baca juga : Biaya Article Processing Charge

4. Cek indexing dan DOI

Jurnal ilmiah yang terpercaya biasanya terindeks di database bereputasi seperti Scopus, Sinta, DOAJ, atau Google Scholar. Selain itu, setiap artikelnya memiliki DOI (Digital Object Identifier) sebagai tanda bahwa jurnal tersebut resmi dan dapat dilacak secara digital.
Kalau jurnal tidak memiliki DOI atau tidak tercantum di indeks mana pun, sebaiknya perlu waspada karena bisa jadi jurnal tersebut belum kredibel.

5. Konsultasikan dengan Dosen Pembimbing

Sebelum mengirim naskah, ada baiknya diskusikan pilihan jurnal dengan dosen pembimbing. Dosen bisa membantu menilai apakah jurnal tersebut sesuai dengan bidang penelitianmu dan memiliki reputasi baik. Langkah sederhana ini bisa mencegah kamu terjebak pada jurnal predator atau jurnal yang tidak diakui secara akademik.

Baik open access maupun subscription journal memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk mahasiswa dan peneliti pemula, jurnal open access yang memiliki reputasi baik bisa menjadi pilihan tepat agar karya lebih mudah dikenal. Namun, selalu pastikan jurnal tersebut bukan predator dan memenuhi standar etika publikasi ilmiah. Ingat, kualitas penelitian tidak hanya dinilai dari hasilnya, melainkan juga dari tempat dimana kita mempublikasikannya

Tertarik dan mau terus belajar hal-hal seru seputar dunia pendidikan, penelitian, dan karier akademik, kunjungi laman Ebizmark.id dan dapatkan informasi lengkap seputar pelatihan, artikel, dan tips-tips menarik yang bisa membantu peneliti untuk terus mengembangkan karier akademik.

Related posts