Panduan Mengecek Jurnal Scopus agar Tidak Salah Submit
Istilah jurnal scopus kini terdengar sangat familiar di kalangan akademisi, dosen, mahasiswa pascasarjana, hingga peneliti pemula. Publikasi di jurnal scopus sering dianggap sebagai pencapaian besar karena berpengaruh pada karier akademik, kelulusan, hingga kenaikan jabatan. Sayangnya, tingginya minat ini dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan menghadirkan jurnal scopus palsu. Tidak sedikit penulis yang akhirnya tertipu, kehilangan uang, waktu, bahkan reputasi akademik. Karena itu, memahami cara cek jurnal scopus yang asli menjadi hal yang sangat penting.
Kenapa Banyak Pemulis Tertipu Jurnal Scopus?
Beberapa alasan mengapa banyak penulis masih tetripu jurnal scopus palsu antara lain:
- Kurangnya pemahaman mengenai sistem indeksasi scopus sehingga penulis mudah percaya hanya karena adanya logo scopus di website jurnal.
- Tekanan akademik dan tuntutan publikasi yang tinggi membuat penulis mencari proses yang cepat tanpa pengecekan mendalam.
- Tawaran proses review yang sangat singkat dan janji terbit cepat yang terlihat menguntungkan.
- Tampilan website dan komunikasi yang terkesan profesional, sehingga menyakinkan penulis yang belum berpengalaman.
Risiko Submit ke Jurnal Palsu
Submit artikel ke jurnal scopus palsu bukan sekedar soal uang APC yang hilang, namun lebih parah dari itu, artikel yang kita submit tidak dapat diakui secara akademik. Publikasi tersebut tidak bisa digunakan untuk syarat kelulusan, kenaikan pangkat, atau pelaporan BKD dosen. Selain itu, artikel bisa hilang tanpa kejelasan, atau justru dipublikasikan di website yang tidak kredibel. Pada beberapa kasus, nama penulis bahkan bisa tercatat dalam daftar praktik publikasi bermasalah yang tentunya akan merugikan reputasi jangka panjang.
Kenapa Jurnal Scopus Palsu Bisa Menjebak
Jurnal palsu biasanya sangat pandai meniru tampilan jurnal resmi. Mereka menggunakan nama yang mirip dengan jurnal terindeks scopus, menampilkan ISSN, bahkan mencantumkan nomor indeks palsu. Ada juga yang mengklaim “Scopus Indexed Soon” atau “Scopus Submission Partner”, padahal klaim tersebut tidak diakui secara resmi. Website dibuat rapi, lengap dengan dewan editor fiktif atau mencantumkan nama akademisi terkenal tanpa izin. Inilah yang membuat banyak penulis lengah.
Cara Paling Aman Mengecek Jurnal Scopus
Cara paling aman untuk memastikan jurnal Scopus asli adalah dengan melakukan pengecekan langsung melalui sumber resmi. Berikut langkah-langkah cek jurnal scopus yang bisa dilakukan oleh penulis sebelum submit artikel.
- Cek langsung melalui Scopus Source List
Langkah pertama adalah membuka situs resmi daftar jurnal Scopus, yaitu Scopus Source List atau melalui SCImago. Masukkan nama jurnal atau nomor ISSN pada kolom pencarian. Jika jurnal tersebut benar-benar terindeks Scopus, maka akan muncul informasi lengkap seperti nama jurnal, penerbit (publisher), bidang keilmuan (subject area), serta status indeksasinya. - Cocokkan nama jurnal dan ISSN
Setelah jurnal ditemukan di Scopus, bandingkan data tersebut dengan informasi yang tertera di website jurnal. Pastikan nama jurnal, ISSN (print maupun online), dan e-ISSN sama persis. Perbedaan kecil sekalipun, terutama pada ISSN atau nama jurnal, bisa menjadi indikasi jurnal tiruan. - Periksa nama dan reputasi penerbit
Jurnal Scopus asli biasanya diterbitkan oleh penerbit yang jelas dan memiliki reputasi, seperti universitas, lembaga riset, atau publisher internasional yang dikenal. Jika nama penerbit terdengar asing dan sulit dilacak rekam jejaknya, sebaiknya lebih berhati-hati. - Cek profil jurnal di SCImago Journal Rank (SJR)
Langkah berikutnya adalah mengecek jurnal melalui SCImago Journal Rank. Penulis dapat melihat peringkat jurnal, kuartil (Q1–Q4), cakupan bidang, serta histori performa jurnal. Jurnal yang benar-benar terindeks Scopus umumnya memiliki profil yang konsisten dan dapat ditelusuri. - Bandingkan scope dan artikel yang dipublikasikan
Pastikan scope jurnal di website sesuai dengan scope yang tercantum di Scopus atau SCImago. Selain itu, baca beberapa artikel terbaru yang dipublikasikan untuk menilai kualitas dan relevansinya. Jurnal Scopus asli biasanya memiliki fokus bidang yang jelas dan konsisten. - Waspadai klaim yang tidak resmi
Hindari jurnal yang hanya mengklaim “Scopus indexed soon”, “Scopus candidate”, atau menampilkan logo Scopus tanpa bukti indeksasi di sumber resmi. Klaim seperti ini tidak dapat dijadikan acuan dan sering digunakan oleh jurnal palsu untuk menjebak penulis.
Tanda-Tanda Jurnal yang Perlu Diwaspadai
Selain mengetahui cara mengecek jurnal scopus, penulis juga perlu mengetahui beberapa tanda jurnal yang perlu diwaspadai, diantaranya:
- Proses review yang terlalu cepat, misalnya hanya dalam hitungan hari sudah dinyatakan accepted
- Email undangan submit dikirim secara massal, bernada mendesak, atau menjanjikan terbit cepat.
- Biaya publikasi tidak dijelaskan secara transparan atau diminta dibayar sebelum proses review
- Scope jurnal sangat luas dan tidak fokus pada bidang keilmuan tertentu.
- Dewan editor tidak relevan dengan bidang jurnal atau afiliasinya sulit dilacak.
Baca juga: Tips Menghindari Jurnal Predator
Langkah Aman Sebelum Submit Artikel
Sebelum mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah, penulis perlu memastikan bahwa jurnal tujuan benar-benar aman dan kredibel. Langkah pencegahan sejak awal sangat penting untuk menghindari risiko terjebak jurnal Scopus palsu atau jurnal bermasalah. Berikut beberapa langkah aman yang dapat dilakukan sebelum submit artikel:
- Menentukan jurnal target sejak awal dan melakukan pengecekan indeksasi secara mandiri melalui sumber resmi seperti Scopus Source List atau SCImago, tanpa hanya mengandalkan klaim di website jurnal.
- Berdiskusi dengan dosen pembimbing atau rekan yang lebih berpengalaman untuk mendapatkan masukan dan perspektif tambahan sebelum mengambil keputusan submit.
- Menyimpan bukti hasil pengecekan indeksasi seperti tangkapan layar atau tautan resmi, tujuannya adalah sebagai arsip pribadi jika sewaktu-waktu diperlukan.
- Menghindari sikap terburu-buru dalam memilih jurnal karena publikasi yang aman, valid, dan bereputasi jauh lebih bernilai dibandingkan proses cepat namun berisiko.
Baca juga: Daftar Jurnal Scopus Indonesia
Butuh Bantuan dalam Riset dan Penulisan Karya Ilmiah?
Untuk mempermudah proses penulisan dan publikasi karya ilmiah, kini tersedia berbagai layanan digital seperti Ebizmark yang menyediakan platform MyData dan Ebizmark Press. Fitur yang disediakan oleh produk Ebizmark dapat membantu penulis dalam mengelola data, menyusun referensi, serta mempublikasikan karya ilmiah secara efisien dan terstandar.







