Systematic Literature Review: Pengertian, Tahapan, dan Cara Melakukannya
Bayangkan kamu ditugaskan menjawab satu pertanyaan penelitian yang spesifik, tapi jawabannya tersebar di ratusan jurnal dari berbagai negara, ditulis dalam berbagai bahasa, dengan metodologi yang beragam, dan diterbitkan selama belasan tahun. Bagaimana cara mengumpulkan, menyaring, dan mensintesisnya secara adil dan dapat direplikasi oleh peneliti lain?
Jawabannya adalah Systematic Literature Review atau SLR, sebuah metode penelitian yang dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan penelitian secara komprehensif dan terstandar melalui tinjauan literatur yang dilakukan secara sistematis, transparan, dan dapat direproduksi.
SLR bukan sekadar literature review yang lebih panjang. Ini adalah metodologi penelitian yang berbeda secara fundamental, dengan protokol dan standar pelaporan yang ketat. Artikel ini menjelaskan apa itu SLR, kapan sebaiknya digunakan, dan bagaimana cara melakukannya langkah demi langkah.
Data: Menurut database Cochrane dan Campbell Collaboration, jumlah systematic review yang diterbitkan secara global meningkat lebih dari 10 kali lipat dalam dua dekade terakhir. Ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan dunia ilmiah terhadap sintesis bukti yang terstandar sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti.
Baca juga: Apa Itu Literature Review? Pengertian, Tujuan, dan Fungsinya dalam Penelitian
Apa Bedanya SLR dengan Literature Review Biasa?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan penting untuk dipahami sebelum memutuskan metode mana yang tepat untuk penelitianmu.
Literature review konvensional bersifat naratif: peneliti memilih dan meringkas literatur yang relevan berdasarkan penilaian subjektifnya. Tidak ada protokol pencarian yang terstandar, tidak ada kriteria inklusi dan eksklusi yang eksplisit, dan tidak ada proses seleksi yang dapat direplikasi oleh peneliti lain.
SLR sebaliknya didesain untuk meminimalkan bias. Setiap langkah dalam prosesnya, dari kata kunci pencarian, database yang digunakan, kriteria seleksi, hingga cara mengekstrak dan mensintesis data, semua didokumentasikan secara eksplisit sehingga peneliti lain bisa mereplikasi atau memverifikasi prosesnya.
Catatan penting: SLR bukan metode yang cocok untuk semua jenis penelitian. Ia paling tepat digunakan ketika pertanyaan penelitianmu membutuhkan sintesis bukti dari banyak studi yang sudah ada, bukan ketika kamu ingin mengumpulkan data primer dari lapangan.
Kapan SLR Adalah Pilihan yang Tepat?
SLR paling tepat digunakan dalam situasi-situasi berikut:
- Kamu ingin memetakan perkembangan penelitian di suatu bidang secara komprehensif dalam kurun waktu tertentu
- Kamu ingin menjawab pertanyaan tentang efektivitas suatu intervensi, metode, atau pendekatan berdasarkan akumulasi bukti dari banyak studi
- Kamu ingin mengidentifikasi research gap yang masih ada dalam suatu bidang secara sistematis
- Penelitianmu berada di bidang yang literaturnya sudah cukup matang sehingga ada cukup banyak studi yang bisa disintesis
Langkah-Langkah Melakukan Systematic Literature Review
1. Rumuskan Pertanyaan Penelitian yang Spesifik
Semua SLR diawali dari satu pertanyaan penelitian yang jelas dan terfokus. Salah satu framework yang paling banyak digunakan untuk merumuskan pertanyaan SLR adalah PICO untuk bidang kesehatan atau PICOC untuk bidang ilmu komputer dan sosial:
- P (Population/Problem): siapa populasi yang menjadi fokus atau masalah apa yang ingin dijawab
- I (Intervention/Concept): intervensi, metode, atau konsep apa yang sedang diteliti
- C (Comparison): dibandingkan dengan apa, jika ada
- O (Outcome): hasil atau luaran apa yang ingin diketahui
- C (Context): dalam konteks atau setting seperti apa
2. Tentukan Protokol Pencarian
Sebelum memulai pencarian, dokumentasikan protokolmu secara tertulis. Protokol ini mencakup:
- Database yang akan digunakan, misalnya Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, PubMed, atau Google Scholar
- Kata kunci pencarian beserta operator Boolean yang akan digunakan seperti AND, OR, dan NOT
- Rentang tahun publikasi yang akan disertakan
- Bahasa publikasi yang akan diterima
- Kriteria inklusi: ciri-ciri studi yang akan disertakan dalam review
- Kriteria eksklusi: ciri-ciri studi yang akan dikeluarkan dari review
Tips: Pertimbangkan mendaftarkan protokol SLR-mu di PROSPERO sebelum memulai pencarian. Ini adalah registry internasional untuk systematic review yang meningkatkan kredibilitas penelitianmu dan mencegah duplikasi dengan SLR lain yang sedang berjalan.
3. Lakukan Pencarian dan Seleksi Studi
Jalankan pencarian di semua database yang sudah ditentukan dan catat jumlah hasil dari setiap database. Proses seleksi kemudian dilakukan dalam beberapa tahap:
- Hapus duplikat dari hasil pencarian di berbagai database
- Seleksi berdasarkan judul dan abstrak menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditetapkan
- Seleksi berdasarkan full-text untuk studi yang lolos tahap sebelumnya
- Catat alasan penolakan untuk setiap studi yang dieksklusi
Seluruh proses seleksi ini kemudian divisualisasikan menggunakan diagram PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), yang merupakan standar pelaporan yang paling banyak diterima oleh jurnal internasional.
4. Ekstraksi Data dari Studi Terpilih
Untuk setiap studi yang lolos seleksi, ekstrak informasi yang relevan dengan pertanyaan penelitianmu secara sistematis menggunakan formulir ekstraksi data yang sudah disiapkan sebelumnya. Informasi yang umumnya diekstrak meliputi:
- Informasi bibliografis: penulis, tahun, judul, jurnal
- Karakteristik studi: desain penelitian, populasi, setting, dan metodologi
- Temuan utama yang relevan dengan pertanyaan penelitianmu
- Kualitas dan risiko bias dari setiap studi
5. Sintesis dan Pelaporan Hasil
Tahap terakhir adalah mensintesis temuan dari semua studi terpilih untuk menjawab pertanyaan penelitianmu. Ada dua pendekatan sintesis yang paling umum:
- Sintesis naratif: merangkum dan menginterpretasikan temuan secara kualitatif, cocok ketika studi-studi yang disintesis terlalu heterogen untuk digabungkan secara statistik
- Meta-analisis: menggabungkan hasil statistik dari beberapa studi untuk menghasilkan estimasi efek yang lebih presisi, membutuhkan homogenitas metodologi antar studi yang cukup tinggi
Tips: Gunakan checklist PRISMA 2020 sebagai panduan saat menulis laporan SLR-mu. Checklist ini berisi 27 item yang harus dilaporkan dalam sebuah systematic review dan secara luas diakui sebagai standar emas pelaporan SLR oleh jurnal-jurnal internasional terkemuka.
Baca juga: Tools AI untuk Literature Review yang Efektif
Tools yang Bisa Membantu Proses SLR
Proses SLR yang melibatkan ratusan hingga ribuan studi akan jauh lebih efisien dengan bantuan tools yang tepat:
- Rayyan: Platform kolaboratif khusus untuk screening studi dalam systematic review, tersedia gratis untuk peneliti akademik
- Covidence: Tools manajemen SLR yang terintegrasi dengan database besar, memudahkan proses seleksi dan ekstraksi data secara kolaboratif
- Mendeley atau Zotero: Untuk manajemen referensi dan deduplikasi setelah pencarian di berbagai database
- PRISMA Flow Diagram Generator: Tools online gratis untuk membuat diagram PRISMA yang menggambarkan alur seleksi studi
Baca Juga: Revisi Major dari Reviewer Jurnal? Ini Cara Meresponsnya!
Melakukan SLR dengan benar memang membutuhkan waktu dan ketelitian yang lebih besar dibanding literature review biasa. Tapi hasilnya adalah sebuah kontribusi ilmiah yang jauh lebih solid, dapat diverifikasi, dan bernilai tinggi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di bidangmu.
Ingin melakukan Systematic Literature Review tapi bingung harus mulai dari mana atau bagaimana mengikuti standar PRISMA dengan benar? Ebizmark hadir dengan layanan pendampingan riset yang membantu peneliti dan mahasiswa merancang protokol SLR, melakukan seleksi studi, hingga menyusun laporan yang memenuhi standar jurnal internasional. Kunjungi @ebizmark.id dan mulai konsultasi sekarang!







