10 Kata yang Harus Dihindari dalam Penulisan Karya Ilmiah
Pernah mendapat catatan dari dosen pembimbing atau reviewer jurnal bahwa tulisanmu terasa ‘tidak akademis’ atau ‘kurang presisi’, tapi kamu tidak yakin bagian mana yang bermasalah? Seringkali, penjelasannya bukan pada struktur argumen atau kualitas data, melainkan pada pilihan kata yang digunakan.
Penulisan akademik memiliki konvensi tersendiri. Ada kata-kata yang terlihat aman dan lazim digunakan dalam tulisan sehari-hari, tapi justru memberikan kualitas artikel ilmiah ketika digunakan tanpa pertimbangan. Kata-kata ini bisa membuat klaimmu tampak lemah, ambigu, atau bahkan tidak ilmiah di mata reviewer yang berpengalaman.
Artikel ini mengulas 10 kata yang sebaiknya diganti dalam artikel ilmiah beserta alternatif yang lebih tepat dan contoh penggunaannya agar kualitas penulisanmu langsung meningkat.
Catatan: Beberapa kata di bawah ini tidak selalu salah digunakan, konteksnya sangat menentukan. Yang perlu dihindari adalah penggunaan yang berlebihan, tidak tepat, atau yang mencakup ketegasan klaim ilmiah yang seharusnya bisa disampaikan dengan lebih presisi.
Baca juga: 3 Struktur Kesimpulan Artikel Ilmiah yang Kuat dan Tepat Sasaran
Mengapa Pilihan Kata Sangat Penting dalam Penulisan Akademik?
Dalam penulisannya, setiap kata akademik memuat beban makna yang berat. Reviewer dan dosen penguji membaca dengan sangat kritis, dan pilihan kata yang tidak tepat dapat menciptakan kesan bahwa peneliti tidak cukup memahami topiknya, tidak cukup yakin dengan temuannya, atau tidak cukup memahami konvensi penulisan ilmiah.
Sebaliknya, penulisan akademik yang baik menggunakan kata-kata yang presisi, menghindari ambiguitas, dan membuat klaim yang proporsional dengan bukti yang tersedia. Menguasai hal ini adalah keterampilan yang membedakan naskah yang langsung melewati desk review dari yang dikembalikan dengan catatan revisi bahasa.
10 Kata yang Harus Dihindari dalam Artikel Ilmiah
1. Hindari: “Sangat”
Masalah: Kata ini bersifat subyektif dan tidak terukur. Mungkinkah ‘sangat’? Dalam penulisan akademis, setiap klaim harus didukung oleh data, bukan intensifier yang ambigu.
Ganti dengan: signifikan, substansial, tinggi (dengan angka), bermakna secara statistik
Kurang tepat: Hasil penelitian ini sangat penting bagi kebijakan pengembangan.
Lebih baik: Hasil penelitian ini memiliki makna yang signifikan bagi kebijakan pengembangan, terutama dalam hal X dan Y.
2. Hindari: “Banyak”
Masalah: Kata ini tidak terukur dan tidak memberikan informasi yang berguna bagi pembaca ilmiah. Berapa banyak? Persentase berapa? Responden yang mana?
Ganti dengan: sebagian besar (x%), sebagian besar, n dari N responden, proporsi signifikan
Kurang tepat: Banyak penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa…
Lebih baik: Sebagian besar penelitian terdahulu (lebih dari 70%) menunjukkan bahwa…
3. Hindari: “Jelas”
Masalah: Apa yang terasa jelas bagi penulis tentu belum jelas bagi pembaca. Kata ini juga bisa terkesan meremehkan pembaca atau menganggap berlebihan tentang pemahaman mereka.
Ganti dengan: terbukti, teridentifikasi, terverifikasi, ditemukan, menunjukkan
Kurang tepat: Jelas bahwa penggunaan media sosial berdampak pada produktivitas kerja.
Lebih baik: Analisis data menunjukkan adanya hubungan negatif antara intensitas penggunaan media sosial dan produktivitas kerja (r = -0.43, p < 0.05).
Baca juga: Cara Tepat Mengutip Jurnal Ilmiah dengan APA Style
4. Hindari: “Baik”
Masalah: Kata ini terlalu umum dan tidak memberikan gambaran spesifik tentang kualitas yang dimaksud. Baik dalam hal apa? Menurut kriteria apa?
Ganti dengan: efektif, efisien, optimal, akurat, valid, reliabel (sesuai konteks)
Kurang tepat: Metode yang digunakan dalam penelitian ini baik untuk menganalisis data.
Lebih baik: Metode analisis regresi berganda dipilih karena efektif untuk menguji hubungan antara beberapa variabel prediktor dan satu variabel dependen dalam penelitian ini.
5. Hindari: “Dll. atau Dan lain-lain”
Masalah: Singkatan ini dalam tulisan ilmiah mencerminkan kemalasan dalam menyelesaikan argumen. Jika ada contoh atau elemen lain yang relevan, sebutkan. Jika tidak relevan, tidak perlu disebutkan sama sekali.
Ganti dengan: refleksi semua elemen yang relevan, atau gunakan ‘antara lain’ jika memang tidak perlu disebutkan semua
Kurang tepat: Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan meliputi motivasi, kepuasan, dll.
Lebih baik: Faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dalam penelitian ini meliputi motivasi intrinsik, penyelesaian finansial, dan dukungan supervisor.
6. Hindari: “Mungkin atau kemungkinan”
Masalah: Penggunaan kata ini secara berlebihan menambah ketegasan klaim yang seharusnya bisa disampaikan berdasarkan data. Tentu saja ada tempat untuk bahasa lindung nilai, tetapi harus proporsional dengan tingkat kepastian yang benar-benar tersedia.
Ganti dengan: menunjukkan, menunjukkan, terdapat kecenderungan, data mengisyaratkan
Kurang tepat: Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor lingkungan kerja yang tidak kondusif.
Lebih baik: Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang tidak mendukung berperan dalam menurunkan produktivitas, meskipun penelitian lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi hubungan kausal ini.
7. Hindari: “Sangat Penting”
Masalah: Sama dengan ‘sangat’, kombinasi ini tidak terukur. Penting menurut siapa? Menurut kriteria apa? Dalam konteks apa? Klaim kepentingan harus dibuktikan, bukan sekadar dinyatakan.
Ganti dengan: krusial untuk, memiliki kredensial signifikan terhadap, merupakan prasyarat bagi, menentukan keberhasilan
Kurang tepat: Penelitian ini sangat penting untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Lebih baik: Penelitian ini berkontribusi pada pengisian ruang penelitian tentang X dalam konteks Y, yang selama ini menjadi keterbatasan dalam pengambilan keputusan berdasarkan bukti di bidang Z.
8. Hindari: “Dan Seterusnya (dst.)”
Masalah: Mirip dengan ‘dll.’, singkatan ini meninggalkan pembaca dengan ketidakjelasan tentang apa yang dimaksud. Dalam tulisan ilmiah, ketidaklengkapan deskripsi adalah kelemahan metodologis.
Ganti dengan: refleksi semua elemen secara eksplisit, atau batasi dan jelaskan mengapa tidak semua tersebut
Kurang tepat: Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dst.
Lebih baik: Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 12 informan kunci, observasi partisipatif selama tiga bulan, dan analisis dokumen kebijakan terkait.
9. Hindari: “Sudah Terbukti”
Masalah: Klaim ini membutuhkan referensi yang sangat kuat. Dalam sains, hampir tidak ada yang ‘sudah terbukti’ secara absolut karena pengetahuan ilmiah selalu berkembang. Kata ini juga rentan menimbulkan pertanyaan: dibuktikan oleh siapa, kapan, dan dengan metode apa?
Ganti dengan: penelitian X menunjukkan, meta-analisis Y mengkonfirmasi, konteks ilmiah saat ini mendukung
Kurang tepat: Sudah terbukti bahwa stres kerja berdampak negatif pada kesehatan.
Lebih baik: Meta-analisis yang dilakukan oleh Johnson et al. (2023) yang mencakup 47 penelitian dari 15 negara mengkonfirmasi adanya hubungan negatif yang konsisten antara stres kerja kronis dan berbagai indikator kesehatan fisik dan mental.
10. Hindari: “Menurut Saya atau Penulis Berpendapat”
Masalah: Penulisan akademik sebisa mungkin bersifat impersonal dan berdasarkan bukti. Mengandalkan opini pribadi tanpa dukungan data atau literatur yang menyatakan kredibilitas argumen. Jika memang perlu menyampaikan interpretasi, lakukan dengan cara yang terstruktur.
Ganti dengan: Data menunjukkan, temuan mengindikasikan, analisis mengungkapkan, hasil penelitian ini menyimpulkan
Kurang tepat: Menurut penulis, faktor utama yang mempengaruhi hasil ini adalah budaya organisasi.
Lebih baik: Berdasarkan analisis tematik terhadap data wawancara, budaya organisasi teridentifikasi sebagai faktor dominan yang mempengaruhi pola komunikasi waktu dalam penelitian ini.
Baca juga: Jangan Salah! Ini Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet
Prinsip Umum Penulisan Akademik yang Lebih Kuat
Selain menghindari kata-kata di atas, ada beberapa prinsip umum yang bisa langsung meningkatkan kualitas penulisan akademikmu.
Pertama, spesifisitas mengalahkan generalitas. Selalu lebih baik menyebutkan angka, persentase, atau referensi yang konkret daripada menggunakan kata-kata yang ambigu. Kedua, klaim harus proporsional dengan bukti. Jangan membuat klaim yang lebih kuat dari yang bisa didukung oleh data dan metodologi Anda. Ketiga, gunakan bahasa lindung nilai secara tepat. Kapan ekspresi tersebut memang diperlukan, terutama untuk temuan yang bersifat tentatif, namun pastikan tingkat kepastian yang kamu ekspresikan sesuai dengan kekuatan bukti yang kamu miliki. Keempat, biarkan data yang berbicara. Menghindari penilaian subjektif dan membiarkan temuan yang disajikan secara tepat berbicara untuk dirinya sendiri.
Tips: Setelah menyelesaikan draft artikel atau skripsi, lakukan pencarian khusus untuk kata-kata di atas menggunakan fitur ‘Find’ di Word atau Google Docs. Evaluasi setiap kemunculannya dan memikirkan apakah perlu diganti dengan alternatif yang lebih presisi.
Menghindari kata-kata yang sebaiknya diganti dalam artikel ilmiah dan menggantinya dengan pilihan yang lebih presisi dan terukur adalah salah satu cara paling efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas penulisan akademikmu tanpa harus mengubah substansi penelitian. Mulai dari draft berikutnya, jadikan pengecekan kosakata sebagai salah satu tahap final sebelum naskahmu dikirimkan. Perubahan kecil pada tingkat kata bisa membuat perbedaan yang jauh lebih besar dari yang kamu bayangkan pada kesan keseluruhan tulisanmu. Ingin memastikan penulisan akademik Anda memenuhi standar jurnal atau sidang skripsi? Ebizmark hadir dengan program pendampingan penulisan ilmiah yang membantu kamu dari struktur argumen hingga presisi bahasa akademik. Kunjungi @ebizmark.id dan mulai konsultasimu sekarang!







