Pengertian Objek Penelitian dan Contohnya dalam Skripsi
Saat mulai menyusun skripsi, salah satu hal pertama yang ditanyakan dosen pembimbing adalah: apa objek penelitianmu? Pertanyaan yang terdengar sederhana ini ternyata membingungkan banyak mahasiswa, terutama karena objek penelitian sering tertukar dengan subjek penelitian.
Kesalahan dalam menentukan dan mendefinisikan objek penelitian dapat berdampak besar pada keseluruhan desain penelitianmu, mulai dari rumusan masalah, teknik pengumpulan data, hingga cara kamu mengambil kesimpulan menarik. Oleh karena itu, memahami pengertian objek penelitian bukan sekadar formalitas akademik, melainkan fondasi yang menentukan kualitas skripsimu secara keseluruhan.
Artikel ini akan menjelaskan secara menyeluruh apa itu objek penelitian, bagaimana membedakannya dari subjek penelitian, dan menyajikan berbagai contoh objek penelitian skripsi dari berbagai bidang ilmu yang bisa langsung kamu jadikan referensi.
Baca juga: Apa Perbedaan Metode Penelitian Deskriptif dan Eksplanatif? Simak Penjelasannya!
Pengertian Objek Penelitian
Pengertian objek penelitian secara sederhana adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran atau fokus utama dalam sebuah penelitian. Objek penelitian adalah hal, fenomena, variabel, atau kondisi yang ingin kamu teliti, amati, ukur, atau analisis untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan.
Dalam penelitian kuantitatif, objek penelitian umumnya berupa variabel yang dianalisis hubungan atau pengaruhnya. Sementara dalam penelitian kualitatif, objek penelitian dapat berupa fenomena sosial, perilaku, proses, atau kondisi tertentu yang dikaji secara mendalam.
Secara lebih formal, beberapa ahli mendefinisikan objek penelitian sebagai permasalahan yang akan membatasi dalam kegiatan penelitian. Objek inilah yang menjadi pusat perhatian peneliti selama seluruh proses penelitian berlangsung.
Analogi mudah: Jika penelitianmu adalah sebuah foto, maka objek penelitian adalah apa yang ada di dalam membingkai foto tersebut, yaitu hal utama yang ingin kamu abadikan dan pelajari.
Perbedaan Objek dan Subjek Penelitian
Salah satu kebingungan paling umum di kalangan mahasiswa adalah mencampuradukkan objek dan subjek penelitian. Keduanya memang berkaitan erat, tapi memiliki peran yang sangat berbeda dalam sebuah penelitian.
Objek penelitian adalah apa yang diteliti, yaitu variabel, fenomena, atau kondisi yang menjadi fokus analisis. Objek menjawab pertanyaan: apa yang ingin kamu ketahui atau ukur?
Sedangkan, subjek penelitian adalah siapa atau apa yang menjadi sumber data dalam penelitianmu. Subjek menjawab pertanyaan: dari mana atau dari siapa data tersebut diperoleh? Subjek penelitian bisa berupa individu, kelompok, organisasi, dokumen, atau benda tertentu yang menjadi sumber informasi.
Contoh perbedaannya:
Penelitian tentang pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar mahasiswa. Objek penelitian: pengaruh penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar (variabel yang diteliti). Subjek penelitian: mahasiswa Universitas X angkatan 2022 (sumber data yang diwawancarai atau mengisi kuesioner).
Tips: Cara mudah membedakannya: objek menjawab pertanyaan ‘apa yang diteliti’, sementara subjek menjawab ‘siapa yang diteliti atau siapa sumber datanya’.
Baca juga: Apa itu Triangulasi Data? Ini Pengertian, Fungsi, dan Contohnya
Jenis-Jenis Objek Penelitian
Objek penelitian dapat dikategorikan berdasarkan sifat dan jenis penelitian yang dilakukan.
1. Objek Material
Objek material adalah hal atau benda konkret yang menjadi fokus penelitian. Misalnya dalam penelitian teknik, objek materialnya bisa berupa material bangunan, komponen elektronik, atau produk tertentu. Dalam penelitian kesehatan, objek materialnya bisa berupa sel, jaringan, atau organisme tertentu.
2. Objek Formal
Objek formal adalah sudut pandang atau aspek tertentu dari objek material yang menjadi fokus analisis. Dua penelitian bisa memiliki objek material yang sama tapi objek formal yang berbeda. Misalnya, sebuah perusahaan bisa menjadi objek material dari penelitian manajemen, penelitian akuntansi, maupun penelitian komunikasi organisasi secara bersamaan, tapi masing-masing meneliti aspek yang berbeda.
3. Objek Berupa Variabel
Dalam penelitian kuantitatif, objek penelitian paling sering berwujud variabel penelitian, baik variabel independen (bebas), variabel dependen (terikat), maupun variabel moderating atau mediating. Hubungan atau pengaruh antarvariabel inilah yang menjadi fokus utama penelitian.
4. Objek Berupa Fenomena atau Proses
Dalam penelitian kualitatif, objek penelitian sering berupa fenomena sosial, proses, dinamika, atau kondisi tertentu yang ingin dipahami secara mendalam. Misalnya proses adaptasi, dinamika komunikasi, atau fenomena perubahan sosial di suatu komunitas.
Contoh Objek Penelitian Skripsi dari Berbagai Bidang
Berikut adalah berbagai contoh objek penelitian skripsi dari beberapa bidang ilmu yang bisa kamu jadikan referensi.
Bidang Manajemen dan Bisnis
Contoh 1:
Judul: Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan. Objek penelitian: gaya kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan (dua variabel utama yang diteliti). Subjek penelitian: karyawan PT XYZ divisi pemasaran.
Contoh 2:
Judul: Analisis Strategi Pemasaran Digital UMKM di Masa Pasca Pandemi. Objek penelitian: strategi pemasaran digital yang diterapkan UMKM. Subjek penelitian: pelaku UMKM di Kota Bandung.
Bidang Pendidikan
Contoh 3:
Judul: Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif terhadap Motivasi Belajar Siswa. Objek penelitian: penggunaan media pembelajaran interaktif dan motivasi belajar siswa. Subjek penelitian: siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Bogor.
Contoh 4:
Judul: Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri. Objek penelitian: proses implementasi Kurikulum Merdeka dan tantangan yang dihadapi. Subjek penelitian: kepala sekolah dan guru SD Negeri di Kabupaten Sukabumi.
Bidang Komunikasi dan Sosial
Contoh 5:
Judul: Pengaruh Media Sosial terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z. Objek penelitian: konten media sosial dan perilaku konsumtif. Subjek penelitian: pelajar usia 18 hingga 24 tahun pengguna aktif Instagram dan TikTok.
Bidang Kesehatan
Contoh 6:
Judul: Hubungan Pola Tidur dengan Tingkat Stres Mahasiswa Tingkat Akhir. Objek penelitian: pola tidur dan tingkat stres siswa. Subjek penelitian: mahasiswa semester 7 dan 8 Fakultas Kedokteran Universitas Y.
Cara Menentukan Objek Penelitian yang Tepat
Setelah memahami pengertian dan contoh objek penelitian, langkah berikutnya adalah menentukan objek penelitian yang paling tepat untuk skripsi Anda. Berikut panduan singkatnya.
Pertama, selaraskan dengan rumusan masalah. Objek penelitianmu harus secara langsung menjawab pertanyaan yang ada dalam rumusan masalah. Jika tidak ada keterkaitan yang jelas, salah satu di antara keduanya perlu direvisi.
Kedua, mempertimbangkan aksesibilitas data. Objek penelitian yang ideal adalah datanya yang dapat Anda akses secara realistis dalam waktu dan anggaran yang Anda miliki. Objek yang terlalu ambisius tapi tidak bisa dijangkau hanya akan menghambat kemajuan skripsimu.
Ketiga, pastikan ada landasan teori yang cukup. Objek penelitianmu harus didukung oleh teori atau penelitian terdahulu yang relevan. Ini penting untuk membangun kerangka konseptual yang kuat dan mempermudah proses penulisan pustaka.
Tips: Diskusikan pilihan objek penelitianmu dengan dosen pembimbing sebelum melangkah terlalu jauh. Mendapatkan persetujuan dan masukan pada tahap awal dapat menghemat banyak waktu dan tenaga di kemudian hari.
Baca juga: Ketahui Apa Itu Bootcamp dan Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan
Pengertian objek penelitian adalah segala sesuatu yang menjadi fokus utama yang diteliti dalam suatu penelitian, baik berupa variabel, fenomena, proses, maupun kondisi tertentu. Memahami konsep ini dengan benar dan membedakannya dari subjek penelitian adalah langkah krusial yang menentukan kualitas desain penelitianmu secara keseluruhan.
Dengan mempelajari berbagai contoh objek penelitian skripsi dari berbagai bidang ilmu di atas, kamu kini memiliki referensi yang cukup untuk menentukan dan mendefinisikan objek penelitianmu sendiri dengan lebih percaya diri. Ingatlah bahwa objek penelitian yang baik adalah yang relevan dengan rumusan masalah, didukung teori yang memadai, dan realistis untuk diteliti.
Masih bingung menentukan objek dan desain penelitian skripsimu? Ebizmark hadir dengan pendampingan program penelitian yang membantu kamu dari tahap perencanaan hingga penulisan akhir. Dengan mentor yang berpengalaman dan kurikulum yang terstruktur, skripsimu bisa selesai lebih cepat dan lebih berkualitas. Kunjungi ebizmark.id dan mulai konsultasi sekarang!







