Apa Perbedaan Metode Penelitian Deskriptif dan Eksplanatif?
Salah satu keputusan yang paling menentukan dalam menyusun skripsi adalah memilih metode penelitian yang tepat. Dan di antara banyak pilihan yang tersedia, dua metode yang paling sering membuat siswa bingung adalah metode deskriptif dan eksplanatif.
Keduanya terdengar mirip, sama-sama digunakan dalam penelitian kuantitatif, dan sama-sama bisa menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Namun dibalik kesamaan permukaan itu, perbedaan metode deskriptif dan eksplanatif sangat mendasar dan akan mempengaruhi hampir seluruh aspek penelitianmu, mulai dari merumuskan masalah, hipotesis, teknik analisis, hingga cara kamu mengambil kesimpulan menarik.
Artikel ini akan memandu Anda memahami perbedaan metode penelitian deskriptif dan eksplanatif secara menyeluruh, lengkap dengan contoh penelitian yang konkret agar Anda dapat menentukan pilihan yang paling sesuai dengan tujuan penelitian Anda.
Baca juga: Contoh Penerapan Analisis Deskriptif Kualitatif dalam Studi Kasus
Apa Itu Metode Penelitian Deskriptif?
Metode penelitian deskriptif adalah jenis metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan suatu fenomena, kondisi, atau karakteristik yang sistematis, faktual, dan akurat. Pertanyaan utama dalam penelitian deskriptif adalah: apa, siapa, kapan, di mana, dan bagaimana.
Penelitian deskriptif tidak mencari hubungan sebab-akibat antarvariabel. Ia hanya berusaha memotret kondisi semaksimal mungkin. Oleh karena itu, metode penelitian deskriptif umumnya tidak memerlukan hipotesis dan analisis statistiknya cenderung menggunakan ukuran-ukuran sederhana seperti frekuensi, persentase, rata-rata, dan standar deviasi.
Kapan menggunakan metode penelitian deskriptif? Gunakan metode ini ketika tujuan penelitianmu adalah mengetahui gambaran umum tentang suatu kondisi, belum ada cukup penelitian sebelumnya tentang topik tersebut, atau kamu ingin menyajikan profil dari populasi tertentu tanpa menganalisis hubungan antar variabel.
Contoh penelitian deskriptif:
Gambaran tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik di Universitas X. Penelitian ini hanya bertujuan mendeskripsikan seberapa puas mahasiswa, kategori layanan mana yang paling memuaskan, dan karakteristik mahasiswa yang paling banyak menyatakan puas, tanpa mengetahui apa yang menyebabkan kepuasan tersebut.
Apa Itu Metode Penelitian Eksplanatif?
Metode penelitian eksplanatif adalah jenis metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua variabel atau lebih. Pertanyaan utamanya adalah: mengapa suatu fenomena terjadi dan apa yang mempengaruhinya?
Berbeda dengan metode penelitian deskriptif, metode penelitian eksplanatif selalu diawali dengan hipotesis yang menyatakan dugaan tentang hubungan antarvariabel. Analisis statistiknya pun lebih kompleks, mencakup uji korelasi, regresi linier atau berganda, uji beda, dan berbagai teknik inferensial lainnya yang memungkinkan peneliti menarik kesimpulan tentang hubungan kausal.
Penelitian eksplanatif juga sering disebut sebagai penelitian kausal atau penelitian konfirmatori karena tujuannya adalah menyetujui atau menolak hipotesis yang sudah dirumuskan berdasarkan teori.
Kapan menggunakan metode penelitian eksplanatif? Gunakan metode ini ketika kamu ingin mengetahui apakah variabel X berpengaruh terhadap variabel Y, sudah ada teori atau penelitian sebelumnya yang menjadi dasar hipotesismu, dan kamu ingin menghasilkan temuan yang bisa dijadikan dasar rekomendasi kebijakan atau tindakan.
Contoh penelitian eksplanatif:
Pengaruh motivasi belajar dan dukungan keluarga terhadap indeks prestasi mahasiswa di Universitas X. Penelitian ini tidak sekedar menggambarkan IPK mahasiswa, melainkan secara spesifik menguji apakah motivasi belajar dan dukungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IPK, seberapa besar pengaruhnya, dan variabel mana yang pengaruhnya paling dominan.
Perbedaan Metode Penelitian Deskriptif dan Eksplanatif Secara Lengkap
Berikut adalah keseluruhan antara kedua metode dalam bentuk tabel untuk memudahkan pemahaman Anda.
| Aspek | Deskriptif | Penjelasan |
| Tujuan | Menggambarkan fenomena | Menjelaskan hubungan sebab-akibat |
| Pertanyaan Utama | Apa? Siapa? Bagaimana? | Mengapa? Apa yang mempengaruhi? |
| Hipotesis | Tidak selalu diperlukan | Wajib ada |
| Analisis | Statistik Ekspor | Regresi, korelasi, uji hipotesis |
| Hasil | Profil atau gambaran | Penjelasan kausal atau prediktif |
| Contoh Topik | Gambaran kepuasan mahasiswa | Pengaruh motivasi terhadap IPK |
Contoh Metode Penelitian Deskriptif dan Eksplanatif dari Berbagai Bidang
Untuk memperkuat pemahamanmu tentang perbedaan metode deskriptif dan eksplanatif, berikut adalah contoh metode penelitian deskriptif dan eksplanatif dari tiga bidang studi yang berbeda.
1. Bidang Manajemen
Deskriptif:
Profil perilaku konsumen dalam memilih platform belanja online di kalangan generasi Z Kota Bandung. Penelitian ini menggambarkan platform apa yang paling banyak digunakan, fitur apa yang paling banyak dipertimbangkan, dan seberapa sering mereka berbelanja.
Eksplanatif:
Pengaruh kemudahan penggunaan aplikasi dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian di platform belanja online. Penelitian ini menguji apakah kedua variabel tersebut secara signifikan mempengaruhi keputusan pembelian dan seberapa besar kontribusinya.
2. Bidang Pendidikan
Deskriptif:
Gambaran tingkat literasi digital guru sekolah dasar di Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggambarkan seberapa baik kemampuan literasi digital guru, aspek mana yang sudah dikuasai, dan mana yang masih perlu ditingkatkan.
Eksplanatif:
Pengaruh pelatihan literasi digital dan pengalaman mengajar terhadap efektivitas pembelajaran berani guru sekolah dasar. Penelitian ini menguji hubungan kausal antara variabel pelatihan dan pengalaman dengan efektivitas pembelajaran.
3. Bidang Kesehatan Masyarakat
Deskriptif:
Gambaran hidup perilaku bersih dan sehat pada masyarakat RW 05 Kelurahan Sukamaju. Penelitian ini mendeskripsikan kebiasaan mencuci tangan, konsumsi air bersih, dan pengelolaan sampah rumah tangga.
Eksplanatif:
Pengaruh tingkat pendidikan dan akses informasi kesehatan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendidikan dan keterpaparan informasi secara signifikan mempengaruhi perilaku PHBS.
Baca juga: Desain Penelitian Eksplanatif: Definisi, Tujuan, dan Manfaatnya
Bagaimana Cara Memilih Metode yang Tepat untuk Skripsimu?
Setelah memahami perbedaan metode deskriptif dan eksplanatif, pertanyaan berikutnya adalah: mana yang paling tepat untuk skripsimu? Berikut panduan singkat yang bisa memutuskan.
Gunakan Metode Deskriptif Jika
Topik penelitianmu masih relatif baru dan belum banyak diteliti sebelumnya. Tujuanmu adalah memetakan kondisi yang ada, bukan menguji pengaruh. Kamu tidak memiliki hipotesis spesifik tentang hubungan antarvariabel. Atau penelitianmu berfungsi sebagai studi pendahuluan yang akan menjadi dasar penelitian eksplanatif berikutnya.
Gunakan Metode Eksplanatif Jika
Anda ingin menguji apakah variabel tertentu berpengaruh terhadap variabel lainnya. Ada teori atau penelitian terdahulu yang menjadi landasan hipotesismu. Tujuanmu adalah menghasilkan temuan yang bisa dijadikan dasar rekomendasi atau prediksi. Atau judul skripsimu mengandung kata pengaruh, hubungan, atau kontribusi.
Baca juga: Apa itu Triangulasi Data? Ini Pengertian, Fungsi, dan Contohnya
Perbedaan metode deskriptif dan eksplanatif terletak pada tujuan dasarnya: deskriptif bertujuan menggambarkan fenomena, sedangkan eksplanatif bertujuan menjelaskan hubungan sebab-akibat antarvariabel. Keduanya sama-sama valid dan penting, dan pemilihan yang tepat bergantung sepenuhnya pada rumusan masalah dan tujuan penelitianmu.
Dengan memahami perbedaan ini sejak awal, kamu bisa merancang metodologi analisis yang konsisten dari merumuskan masalah hingga teknik, sehingga skripsimu lebih koheren dan lebih mudah dipertahankan saat sidang. Gunakan contoh penelitian deskriptif dan eksplanatif di atas sebagai referensi untuk menentukan arah penelitian Anda.
Ingat: metode yang tepat bukan yang paling canggih, melainkan yang paling sesuai dengan pertanyaan penelitian yang ingin kamu jawab. Ebizmark hadir dengan pendampingan program metodologi penelitian yang membantu kamu merancang desain penelitian yang solid dari awal hingga akhir. Dengan mentor berpengalaman dan sesi konsultasi yang terfokus, Anda bisa melangkah lebih percaya diri. Kunjungi ebizmark dan mulai konsultasi sekarang!







