Persiapan Sertifikasi Dosen, 2026 Ada Perubahan!

Gravatar Image
sertifikasi dosen

Persiapan Sertifikasi Dosen Tahun 2026

Sertifikasi Dosen (Serdos) merupakan salah satu tahapan penting dalam pengembangan karier akademik dosen. Tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pengakuan profesional, Serdos juga berperan dalam peningkatan jenjang jabatan fungsional serta penguatan posisi dosen dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Menjelang Serdos 2026, pemahaman terhadap kebijakan terbaru menjadi langkah awal yang tidak boleh diabaikan.

Gambaran Umum Sertifikasi Dosen dan Urgensinya bagi Karier Dosen

Sertifikasi dosen adalah proses penilaian untuk memastikan dosen memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang memadai. Melalui proses ini, dosen dinilai berdasarkan rekam jejak kinerja dan kontribusinya di perguruan tinggi.

Read More

Bagi dosen, Serdos memiliki urgensi strategis karena berkaitan langsung dengan profesionalisme dan keberlanjutan karier akademik. Sertifikat pendidik yang diperoleh menjadi bukti formal bahwa dosen telah memenuhi standar kompetensi sebagai pendidik profesional di perguruan tinggi.

Serdos 2026 dan Arah Kebijakan Penilaian Dosen

Kebijakan Serdos 2026 mengarah pada penyederhanaan regulasi tanpa mengurangi substansi penilaian. Fokus penilaian tidak lagi menitikberatkan pada kelengkapan administratif yang kompleks, melainkan pada konsistensi kinerja dosen yang tercermin dalam portofolio.

Pendekatan ini mendorong dosen untuk membangun rekam jejak akademik secara berkelanjutan, bukan hanya mempersiapkan diri menjelang periode sertifikasi. Dengan demikian, kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian menjadi aspek utama yang diperhatikan.

Syarat Sertifikasi Dosen (Serdos) Terbaru!

Ketentuan syarat Sertifikasi Dosen mengalami perubahan dalam Permendiktisaintek No. 52 Tahun 2025. Jika sebelumnya syarat Serdos mencakup berbagai dokumen teknis dan sertifikat pendukung, kini ketentuannya disederhanakan menjadi empat poin utama, yaitu:

  • Berstatus sebagai dosen tetap pada perguruan tinggi
  • Memiliki pengalaman kerja sebagai pendidik di perguruan tinggi paling singkat dua tahun
  • Memiliki jabatan akademik paling rendah Asisten Ahli
  • Dinyatakan lulus sertifikasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi penyelenggara Serdos.

Dengan kebijakan ini, dosen peserta Serdos 2026 tidak lagi diwajibkan memiliki sertifikat TKDA, TKBI, PEKERTI, maupun Applied Approach. Selain itu, kepemilikan NUPTK juga tidak menjadi persyaratan utama. Fokus kebijakan kini diarahkan pada status dosen tetap dan pengalaman mengajar di perguruan tinggi.

Komponen Penilaian dalam Sertifikasi Dosen

Perubahan kebijakan juga terlihat pada mekanisme penilaian Sertifikasi Dosen. Pada regulasi sebelumnya, penilaian dilakukan melalui tahapan internal dan eksternal oleh asesor. Dalam ketentuan terbaru, penilaian dirumuskan secara lebih ringkas dan mengacu pada portofolio dosen.

Portofolio dosen tetap menjadi instrumen utama dalam Serdos dan mencakup tiga komponen utama, yaitu:

  • Dokumen kualifikasi akademik serta bukti pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi
  • Penilaian persepsi dari atasan, sejawat, mahasiswa, dan penilaian diri terkait kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian
  • Pernyataan reflektif dosen mengenai kontribusi dalam pelaksanaan dan pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi.

Teknis pelaksanaan penilaian Serdos 2026 selanjutnya akan dijelaskan lebih rinci melalui petunjuk teknis resmi yang masih menunggu sosialisasi dari Kemdiktisaintek.

Tips Konsisten Membangun Portofolio Menuju Serdos 2026

Sejalan dengan penyederhanaan syarat dan fokus penilaian pada portofolio, dosen perlu menyesuaikan strategi persiapan Serdos sejak dini. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memastikan status kepegawaian sebagai dosen tetap dan memenuhi jabatan akademik minimal Asisten Ahli sesuai ketentuan
  • Mendokumentasikan seluruh aktivitas Tridarma Perguruan Tinggi secara tertib dan berkelanjutan, termasuk pengajaran, penelitian, dan pengabdian
  • Menjaga konsistensi kualitas pembelajaran serta keterlibatan aktif dalam kegiatan akademik dan institusional
  • Menyusun pernyataan reflektif secara jujur dan berbasis pengalaman nyata, bukan sekadar formalitas administratif
  • Mengikuti perkembangan informasi resmi terkait petunjuk teknis Serdos agar tidak tertinggal perubahan kebijakan terbaru.

Dengan strategi yang tepat dan konsisten, persiapan Sertifikasi Dosen menjelang Serdos 2026 dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Penutup

Serdos 2026 menjadi momentum penting bagi dosen untuk memperkuat profesionalisme dan rekam jejak akademik. Penyederhanaan syarat dan penilaian melalui portofolio memberikan peluang bagi dosen untuk lebih fokus pada kualitas kinerja. Oleh karena itu, persiapan yang dilakukan sejak dini akan menjadi kunci utama dalam menghadapi Sertifikasi Dosen secara optimal.

Siap menghadapi Sertifikasi Dosen (Serdos) tapi masih bingung soal kesiapan akademik?

Proses Serdos bukan cuma soal pemenuhan administrasi, tapi juga menuntut rekam jejak akademik yang rapi dan berkualitas, mulai dari pengelolaan data penelitian, penyusunan referensi, hingga publikasi karya ilmiah. Untuk mendukung hal tersebut, Ebizmark menghadirkan platform MyData dan Ebizmark Press yang membantu dosen mengelola data riset, menyusun sitasi secara sistematis, serta memfasilitasi publikasi karya ilmiah sesuai standar akademik. Melalui dukungan platform yang tepat, proses persiapan Serdos bisa lebih terarah, efisien, dan fokus pada peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.

Related posts