Pengalaman Menerapkan Pendekatan Deep Learning di Kelas

Gravatar Image
pembelajaran deep learning

Ketika Pendekatan Deep Learning Mulai Diterapkan di Kelas

Sebelum pendekatan deep learning diterapkan, pola belajar di kelas cenderung berjalan satu arah. Guru menjelaskan materi, siswa mencatat, lalu diakhiri dengan tugas atau evaluasi. Beberapa siswa memang aktif, tetapi sebagian besar lainnya hanya mengikuti alur tanpa benar-benar terlibat. Pemahaman siswa sering kali berhenti pada kemampuan menghafal, bukan memahami konsep secara mendalam. Ketika diminta menjelaskan alasan di balik suatu jawaban tidak sedikit siswa yang ragu dan justru bingung. Kondisi inilah yang mendorong perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna.

Memulai Penerapan Pendekatan Deep Learning di Kelas

Langkah awal menerapkan pendekatan deep learning dimulai dari persiapan guru. Materi pembelajaran tidak lagi disusun hanya berdasarkan urutan buku teks, namun disesuaikan dengan konteks nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. Guru juga perlu menyiapkan pertanyaan pemantik yang mendorong siswa berpikir kritis, bukan sekadar mencari jawaban benar atau salah.

Read More

Aktivitas pembelajaran pun tentunya akan mengalami penyesuaian dengan adanya diskusi kelompok kecil, studi kasus sederhana, dan tugas refleksi mulai diperkenalkan. Pada tahap awal, respons siswa pasti akan ukup beragam. Ada siswa yang terlihat antusias karena merasa dilibatkan, namun ada juga yang merasa canggung. Beberapa siswa terbiasa menunggu intruksi detail dan jawaban pasti, sehingga ketika diminta menyampaikan pendapat, mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Baca juga: Mengenal Deep Learning dalam Pendidikan Indonesia

Proses Pembelajaran yang Terjadi di Kelas

Alur pembelajaran deep learning berjalan lebih dinamis dalam praktiknya. Kegiatan pembelajaran biasanya diawali dengan pemantik berupa pertanyaan terbuka atau permasalahan kontekstual. Siswa kemudian berdiskusi dalam kelompok untuk mmebangun pemahaman bersama. Diskusi tidak lagi berfokus pada siapa yang paling cepat menjawab, tetapi pada bagaimana siswa menyampaikan alasan dan sudut pandangnya.

Peran guru dalam proses ini juga berubah. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan fasilitator yang mengarahkan diskusi dan membantu siswa mengaitkan ide-ide mereka dengan konsep pembelajaran. Guru akan lebih banyak mengajukan pertanyaan lanjutan dibandingkan memberi jawaban langsung. Proses ini akan membuat kelas terasa lebih hidup, meskipun membutuhkan waktu yang lebih panjang dibandingkan pembelajaran tanpa penerapan deep learning.

Tantangan dalam Menerapkan Pendekatan Deep Learning

Tantangan terbesar dalam penerapan pendekatan deep learning adalah perubahan kebiasaan belajar. Tidak semua siswa langsung siap untuk aktif berdiskusi dan berpikir reflektif. Beberapa siswa merasa takut salah atau kurang percaya diri menyampaikan pendapat. Selain itu, pengelolaan waktu menjadi tantangan tersendiri karena diskusi sering berkembang di luar perkiraan.

Dari sisi guru, persiapan pembelajaran membutuhkan energi dan kreativitas lebih. Menyusun pertanyaan bermakna dan aktivitas yang relevan tidak bisa dilakukan secara instan. Namun, tantangan ini justru menjadi bagian dari proses belajar bersama antara guru dan siswa.

Baca juga: Tantangan dan Solusi Penerapan Deep Learning

Perubahan yang Mulai Terlihat pada Siswa

Seiring berjalannya waktu, perubahan positif akan mulai terlihat. Mulai dari siswa menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, meskipun belum selalu sempurna dan mereka mulai terbiasa menjelaskan alasan di balik jawaban yang di berikan. Diskusi antarsiswa pun menjadi lebih hidup dan masing menghargai perbedaan pandangan.

Selain itu, siswa tampak lebih mampu mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari. Pemahaman yang terbentuk tidak lagi dangkal, melainkan lebih bermakna. Hal ini dapat terlihat dari cara mereka menjawab pertanyaan reflektif dan menyelesaikan tugas berbasis masalah.

Pelajaran Penting dari Praktik di Kelas

Satu hal penting yang dapat dipetik dalam penerapan pendekatan deep learning yaitu proses jauh lebih penting daripada hasil instan. Pembelajaran bermakna membutuhkan waktu, kesabaran, dan konsistensi. Guru dan siswa sama-sama belajar untuk keluar dari zona nyaman. Pembelajaran mendalam juga menunjukan bahwa kelas bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi ruang aman untuk berpikir, berdiskusi, dan tumbuh bersama. Ketika siswa diberi kepercayaan, mereka mampu menunjukan potensi yang sebelumnya tidak terlihat.

Siapa yang Cocok Membaca Artikel Ini?

Artikel ini cocok dibaca oleh guru, pendidik, mahasiswa pendidikan, serta siapapun yang tertarik mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna. Bagi yang ingin mulai menerapkan pembelajaran deep learning di kelas, pengalaman ini bisa menjadi gambaran awal tentang apa yang mungkin dihadapi dan bagaimana menyikapinya secara realistis.

Butuh Bantuan dalam Riset dan Penulisan Karya Ilmiah?

Untuk mempermudah proses penulisan dan publikasi karya ilmiah, kini tersedia berbagai layanan digital seperti Ebizmark yang menyediakan platform MyData dan Ebizmark Press. Fitur yang disediakan oleh produk Ebizmark dapat membantu penulis dalam mengelola data, menyusun referensi, serta mempublikasikan karya ilmiah secara efisien dan terstandar.

Related posts