Menentukan Responden Penelitian Skripsi yang Tepat
Menentukan responden penelitian skripsi adalah salah satu keputusan paling penting. Responden bukan hanya sekedar “pengisi kuesioner” atau “narasumber wawancara,” tetapi mereka adalah jantung dari data yang kamu kumpulkan. Salah memilih responden bisa membuat penelitian bias, tidak valid, bahkan sulit dipertanggungjawabkan.
Mengapa Pemilihan Responden Menjadi Kunci dalam Skripsi
Hasil data yang kamu peroleh bergantung pada kualitas responden yang dipilih. Oleh karena itu, pemilihan responden tidak bisa dilakukan sembarangan, berikut beberapa alasannya:
Menjamin validitas penelitian karena responden yang tepat menghasilkan data yang relevan dengan rumusan masalah.
Mewakili populasi karena dalam penelitian kuantitatif, responden harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Menghasilkan insight mendalam karena dalam penelitian kualitatif, informan yang tepat bisa membuka perspektif baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Efisiensi penelitian karena pemilihan responden yang keliru dapat membuat waktu, tenaga, dan biaya terbuang percuma.
Pahami Perbedaan Responden dan Informan
Banyak mahasiswa masih bingung dalam penggunaan istilah, termasuk membedakan antara responden dengan informan. Padahal, perbedaan ini penting agar peneliti tidak salah menyebutkan istilah.
Responden (kuantitatif) yaitu subjek penelitian yang menjawab instrumen penelitian, seperti kuesioner atau tes dan biasanya dalam jumlah besar.
Informan (kualitatif) yaitu individu yang dipilih karena pengetahuannya terkait topik penelitian. Kemudian datanya dikumpulkan melalui wawancara, FGD, atau observasi.
Contoh Penerapan
- Skripsi kuantitatif tentang pengaruh pengawasan orang tua terhadap hubungan antara penggunaan gadget dan tumbuh kembang anak pra-sekolah, respondennya orang tua anak pra-sekolah
- Skripsi kualitatif tentang pengalaman ibu menyusui di masa pandemi, informannya bisa 10 ibu menyusui dengan latar berbeda.
Kriteria Responden dan Informan Penelitian Skripsi yang Ideal
Responden atau pun informan penelitian tidak boleh asal dipilih, berikut adalah beberapa kriteria yang dapat kamu pertimbangkan:
- Relevan dengan topik penelitian, misalnya jika penelitian tentang perilaku merokok pada remaja, respondennya harus remaja, bukan orang tua.
- Kooperatif, mau meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan dengan terbuka
- Memenuhi syarat kriteria inklusi-eksklusi, contohnya berusia 18-25 tahun, mahasiswa aktif, tidak sedang cuti kuliah.
- Kredibel, khususnya untuk penelitian kualitatif, informan harus benar benar memahami fenomena yang diteliti.
Langkah Praktis Menentukan Responden ataupun Informan Penelitian Skripsi
1. Tentukan dan Pahami Tujuan Penelitian
Pastikan dulu apa yang ingin dicapai dari penelitian. Tujuan ini akan mengarahkan siapa saja yang relevan untuk dijadikan responden. Tanpa tujuan yang jelas, pemilihan responden bisa melenceng
2. Identifikasi Populasi Penelitian
Populasi adalah kelompok besar yang memiliki karakteristik sesuai topik penelitian. Misalnya, semua ibu nifas di Puskesmas X, atau semua mahasiswa tingkat akhir di Prodi Kebidanan.
3. Tentukan Kriteria Inklusi dan Ekslusi
Inklusi = siapa saja yang boleh jadi responden.
Eksklusi = siapa yang tidak boleh ikut karena alasan tertentu (misalnya ada penyakit tertentu, tidak bisa diwawancara, dll).
Hal ini sangat penting agar responden ataupun informan penelitian sesuai dengan kebutuhan penelitian.
4. Tentukan Teknik Sampling
Jika jumlah responden bisa dijangkau, pakai total sampling, Namun jika populasinya besar, bisa pakai simple random sampling, stratified, cluster, atau purposive sesuai desain penelitian. Baca juga teknik-teknik sampling yang dapat kamu gunakan di Ebizmak Blog.
5. Hitung Jumlah Sampel yang Dibutuhkan
Menentukan jumlah sampel sangat penting agar analisis penelitian kuat dan representatif. Perhitungannya bisa menggunakan rumus seperti Slovin atau Isaac & Michael, disesuaikan dengan besar populasi dan tingkat kesalahan yang ditetapkan. Sampel yang terlalu sedikit membuat hasil kurang mewakili, sedangkan sampel yang terlalu banyak hanya menghabiskan waktu dan tenaga. Baca juga Cara Menentukan Jumlah Responden dalam Penelitian.
6. Cek Etika Penelitian
Sebelum penelitian dilakukan, peneliti wajib meminta persetujuan dari responden melalui informed consent. Pada tahap ini, peneliti menjelaskan tujuan penelitian, manfaat yang mungkin diperoleh, prosedur yang akan dijalani responden, serta hak mereka untuk menolak atau menghentikan partisipasi kapan saja tanpa konsekuensi. Selain itu, peneliti juga harus menjamin kerahasiaan identitas dan data pribadi responden agar tidak disalahgunakan serta hanya digunakan untuk kepentingan penelitian.
7. Lakukan Uji Coba Instrumen
Sebelum penelitian utama, kamu bisa mencoba dulu kuesioner atau wawancara pada sebagian kecil responden untuk memastikan pertanyaan jelas dan bisa dijawab. Dengan begitu, kualitas data yang dikumpulkan akan lebih baik dan penelitian berjalan lebih lancar.
Kesalahan Umum Mahasiswa dalam Memilih Responden
Memilih responden karena faktor kedekatan (teman, keluarga) tanpa memperhatikan relevansi dengan penelitian.
Tidak mencantumkan kriteria inklusi-eksklusi dengan jelas.
Jumlah responden tidak memadai untuk analisis.
Mengabaikan etika penelitian (tidak ada informed consent atau tidak menjaga kerahasiaan).
Responden adalah fondasi dari data penelitian skripsi. Pemilihannya harus didasarkan pada tujuan penelitian, metode yang digunakan, serta kriteria yang jelas. Dengan responden yang tepat, penelitianmu akan lebih kredibel, valid, dan mudah dipertanggungjawabkan.
Jadi, sebelum buru-buru menyebar kuesioner atau menjadwalkan wawancara, pastikan kamu sudah benar-benar paham siapa yang pantas menjadi responden penelitianmu.
Menulis proposal skripsi memang bukan perkara mudah, tapi dengan persiapan yang matang dan pemahaman pada setiap bagiannya, proses penelitian bisa berjalan lebih lancar. Nah, kalau kamu ingin terus update seputar tips penelitian, penulisan akademik, hingga pelatihan yang bisa menunjang perjalanan skripsimu, jangan lupa kunjungi Ebizmark.id. Di sana kamu bisa menemukan banyak informasi bermanfaat yang pastinya relevan untuk mahasiswa dan peneliti muda seperti kamu!






