Proposal Skripsi: Kesalahan Kecil yang Bisa Bikin Revisi Besar

Gravatar Image
Proposal Skripsi

Kenapa Kesalahan Kecil Bisa Jadi Masalah Besar?

Proposal skripsi ibarat pintu pertama menuju dunia penelitian. Dosen pembimbing tentu akan menilai keseriusan dan kesiapan kita dari dokumen ini. Sayangnya, banyak mahasiswa yang terjebak pada kesalahan-kesalahan kecil. Sekilas memang terlihat sepele, tapi bisa jadi alasan revisi berkali-kali lho! Kalau sudah begitu, proses skripsi akan terasa berat dan bikin stres.

Keasalahan Kecil yang Sering Terjadi dalam Proposal Skripsi

1. Latar Belakang Terlalu Melebar

Latar belakang adalah bagian awal yang berfungsi menjelaskan alasan kenapa penelitian itu perlu dilakukan. Sayangnya, banyak mahasiswa justru menuliskannya terlalu panjang dan berisi banyak teori. Padahal, latar  belakang seharusnya fokus pada masalah yang akan diteliti. Terlalu banyak teori justru akan membuat dosen bingung “sebenarnya masalah utama yang ingin diteliti itu apa?”

Idealnya latar belakang disusun dengan ringkas, logis, dan mengalir dari masalah umum ke masalah khusus yang menjadi fokus penelitian. Kunjungi laman Tips Menyusun Latar Belakang untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana penyusunan latar belakang yang efektif.

2. Rumusan Masalah dan Tujuan Tidak Fokus

Rumusan masalah masuk pada bagian terpenting proposal skripsi. Kalau rumusan masalah membahas faktor A, tapi tujuan penelitian justru mengarah ke faktor B, dosen pasti akan langsung menyorotinya. Inkonsistensi kecil seperti ini seringkali jadi alasan revisi.

Baca juga : Tips Membuat Rumusan Masalah 

3. Tinjauan Pustaka Copy-Paste

Kesalahan yang sering muncul adalah sekedar menyalin teori dari buku atau jurnal tanpa ada analisis. Padahal, dosen ingin melihat bagaimana mahasiswa membandingkan dan menghubungkan teori yang ada dengan masalah penelitian. Misalnya, tidak cukup hanya menuliskan definisi dari beberapa ahli, namun juga perlu dijelaskan perbandingan antar pendapat, relevansi teori dengan konteks penelitian serta alasan mengapa teori tersebut dipakai. Dengan begitu, tulisan tidak hanya informatif tapi juga menunjukan kedalaman analisis dan pemahaman mahasiswa terhadap teori yang diangkat.

4. Format Penulisan tidak Sesuai Pedoman Kampus

Kesalahan teknis seperti margin, jenis font, ukuran spasi, atau cari menulis sitasi terkadang dianggap remeh. Padahal, setiap kampus biasanya memiliki pedoman penulisannya sendiri. Kalau mengikuti aturan, dosen dapat meminta revisi hanya karena tampilan yang tidak memenuhi standar. Bayangkan kamu sudah menyelesaikan draftnya sampai akhir dan ternyata formatnya harus diperbaiki dari awal karena kamu tidak meninjau panduan penulisan terlebih dahulu.

5. Daftar Pustaka dan Sitasi tidak Konsisten

Ketidakkonsistenan penulisan daftar pustaka dan sitasi seperti posisi nama belakang dan nama depan memang terlihat sepele. Namun bagi dosen, hal ini menunjukan kurangnya ketelitian penulis. Padahal, konsistensi sederhana seperti ini sangat penting untuk mencerminkan profesionalisme serta keseriusan dalam penulisan karya ilmiah.

Selain itu, mahasiswa juga harus memahami format penulisan daftar pustaka dan sitasi yang dipakai, entah itu APA, Vancouver, atau yang lainnya. Setiap gaya penulisan punya aturan tersendiri  dan harus konsisten digunakan dari awal penulisan hingga akhir. Nah, agar lebih mudah dan konsisten, biasanya kampus mengharuskan mahasiswanya menggunakan aplikasi seperti mendeley. Dengan mendeley kita bisa menyimpan semua referensi yang digunakan, lalu secara otomatis aplikasi ini akan mengatur format sitasi dan daftar pustaka sesuai gaya penulisan yang dipilih.

Baca juga : Cara Menggunakan Mendeley

Detail Kecil, Dampak Besar

Penyusnan proposal skripsi memang menantang, namun bukan selalu harus drama revisi. Kuncinya ada pada ketelitian dalam memperhatikan detail kecilp. Ingat, kesalahan sepele bisa berdampak besar. Dengan persiapan yang matang, proposal bukan hanya lolos bimbingan, namun juga menjadi pijakan yang kuat untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu.

Menulis proposal skripsi memang bukan perkara mudah, tapi dengan persiapan yang matang dan pemahaman pada setiap bagiannya, proses penelitian bisa berjalan lebih lancar. Nah, kalau kamu ingin terus update seputar tips penelitian, penulisan akademik, hingga pelatihan yang bisa menunjang perjalanan skripsimu, jangan lupa kunjungi Ebizmark.id. Di sana kamu bisa menemukan banyak  informasi bermanfaat yang pastinya relevan untuk mahasiswa dan peneliti muda seperti kamu!

Related posts